DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Tiga SMP Swasta Gulung Tikar

post-img

SERANG - Tiga sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kabupaten Serang tutup alias gulung tikar lantaran kekurangan siswa.

Ketiga sekolah yaitu SMP PGRI Bojonegara, SMP Kiragil Bojonegara, dan SMP Nurul Hidayah Cikeusal.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebu­dayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aat Supriyadi mengatakan, adanya sekolah swasta yang tutup lantaran kekurangan siswa.

"Jumlah siswa sangat jauh dari daya tam­pung sekolah, makanya ada tiga sekolah swasta yang tutup, SMP PGRI Bojonegara itu sudah mengirim pengajuan penutupan sekolah ke dinas," kata Aat kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Senin (8/8).

Dijelaskan Aat, SMP Kiragil Bojonegara tutup sejak tahun 2021. Sedangkan SMP PGRI Bojonegara dan SMP Nurul Hidayah tutup pada tahun 2022.

Kekurangan siswa, lanjut Aat, tak hanya dialami sekolah swasta. Bahkan dialami juga oleh 26 sekolah negeri di Kabupaten Serang. "Contohnya di SMPN 4 Cikeusal, dari kuota tiga rombongan belajar atau kelas dengan 94 siswa, yang terisi hanya satu kelas," jelasnya.

Kata Aat, hanya ada tiga sekolah di tiga kecamatan yang daya tampungnya nyaris terpenuhi yakni SMPN Kramatwatu 3 karena banyak siswa dari Cilegon, SMPN Cikande 1 yang banyak siswa dari Kabu­paten Tangerang, dan SMPN Ciruas 1 ba­nyak juga menerima siswa dari Kota Serang.

Aat mengatakan, jumlah SMP negeri di Kabupaten Serang sudah mencukupi yakni sebanyak 92 sekolah. Sedangkan sekolah swasta jumlahnya 113. "Lulusan SD di angka 15 ribuan, sedangkan kuota siswa baru di SMP negeri sebanyak 22.944 siswa. Selebihnya ke MTS dan pondok pesantren," katanya. 

Kasi Kurikulum SMP Yayan Karyana me­nambahkan, banyaknya siswa yang ma­suk ke sekolah negeri turut meme­ngaruhi sedikitnya siswa di sekolah swasta.

Menurutnya, sistem zonasi yang diter­pakan pemerintah untuk mengatur peme­rataan siswa didik di sekolah. "Sebenarnya zonasi itu sangat memudahkan siswa, tapi memang saat ini jumlah siswa ber­kurang," pungkasnya. (drp/jek)