SERANG–Trayek angkutan dalam kota (angkot) di Kota Serang masih semrawut. Akibatnya, keberadaan angkot justru menjadi penyebab kemacetan.
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Serang Ipul Saefullah menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk menjadi mitra yang baik bagi Pemkot Serang dan Kepolisian. Salah satu tugasnya yaitu mengurai kemacetan di Ibukota Provinsi Banten. "Target kami ingin menertibkan kemacetan setiap pagi dan sore. Itu harus kita urai,” katanya usai dilantik oleh DPD Organda Provinsi Banten di Kampus Pasca Sarjana UNMA, Walantaka, Kota Serang, (8/8).
Acara pelantikan dihadiri, Ketua DPD Organda Banten Emus Mustagfirin, Kepala Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan Kota Serang Endad A Sudadi, Kaur Binops Satlantas Polresta Serang Kota Iptu Ade Komarudin dan tamu undangan lainnya.
Kata dia, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang ada sebanyak 1.756 angkutan tidak punya trayek. Terutama mobil trayek Serang–Balaraja-Tambak. “Ini harus menjadi perhatian kita semua,” terangnya.
Lalu, lanjut Ipul, 40-50 persen dari total angkot yang berkeliaran di Kota Serang tidak layak operasi. Kondisi ini membahayakan bagi para penumpang. “Saya mau ke royal (Pasar Royal Kecamatan Serang-red). Nanti kita tertibkan,” katanya.
Kemudian, pengusaha angkutan barang kerap memanfaatkan badan jalan untuk beristirahat. Sehingga mengganggu lalu lintas. Hal ini mudah ditemukan, di sepanjang jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, khususnya di Bogeg, Kelurahan Banjaragung. “Itu akan kita tata ke depan. Dan masih banyak program kami yang akan kami kolaborasi dengan Pemkot dan Kepolisian,” terangnya.
Ketua DPD Organda Provinsi Banten Emus Mustagfirin mengungkapkan, trayek di Kota Serang masih belum tertata dengan baik hingga saat ini. Dia berharap, Dishub Provinsi Banten dan Kota Serang bersinergi untuk melakukan penataan. “Memang tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama. Karena memang menata Kota Serang ini tak hanya jadi tugas Kota Serang tapi juga Provinsi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kota Serang Endad A Sudadi mengatakan, dengan pelantikan Organda Kota Serang akan membantu pelaksanaan penertiban trayek di Kota Serang. “Saya berharap kepengurusan baru yang sempat vakum ini, bersama-sama membangun hal-hal yang berhubungan dengan kendaraan angkutan. Perlunya penataan angkutan khususnya di Kota Serang,” katanya.
Menurutnya, jauh sebelumnya proyeksi penertiban trayek angkutan umum di Kota Serang sudah dilakukan. Mungkin ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga baru tahun ini akan diajukan evaluasi trayek di Kota Serang. “Kami melakukan kajian terhadap trayek. Saat ini data angkot yang ada di Dishub berdasarkan hasil Uji KIR,” terangnya.
Sementara itu, Kaur Binops Satlantas Polresta Serang Kota Iptu Ade Komarudin mengatakan, dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat yang berasal dari pengusaha angkutan, pihaknya berharap ada kolaborasi. “Ke depan apabila ada permasalahan, atau yang perlu diselesaikan bersama bisa terselesaikan, seperti halnya terkait dengan penataan trayek,” katanya. “Memang, kami tidak mengeluarkan izin trayek. Kami hanya melaksanakan penegakan hukum dengan tilang. Bukan siap mengawal lagi, tapi kami bagian dari forum lalu angkutan jalan,” tambah Ade. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
