DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Warga Buka Toko dari Koperasi

post-img

SERANG – Warga Komplek Depag RT 001, RW 007 Kelurahan Cipocokjaya, Kecamatan Cipocokjaya membuat toko untuk memenuhi kebutuhan warga. Toko yang diberi nama Kowamart ini dimodali oleh Koperasi Warga Masjid (Kowama) Al-Muhajirin.

Senin (8/8), Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan pada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Arief Rachman dihadiri Lurah Cipocokjaya Salimah, Ketua DKM Al Muhajirin Lukman Hidayat, Ketua Kowama YAMP Al-Muhajirin Nasrullah, pengurus koperasi, tokoh masyarakat secara simbolis meresmikan operasional Toko Kowamart.

Ketua Kowama Al-Muhajirin, Nasrullah mengatakan, peresmian toko Kowamart ini untuk menambah pelayanan terhadap anggota koperasi. Menurutnya, selama dua tahun memang sudah ada pelayanan transaksi kebutuhan anggota, namun dirasa belum maksimal. “Belum maksimal karena belum ada tempat, ketika sudah di-launching dan sudah ada tempat,” ujarnya.

Pria yang merupakan penyuluh koperasi pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten ini berharap Kowamart bisa terus berkembang dan maju agar dapat terus memenuhi kebutuhan anggota dan instansi yang ada di lingkungan Komplek Depag, baik instansi pendidikan maupun rumah makan. “Di Komplek Depag ini kan ada beberapa sekolah dan kampus, ada juga rumah makan, sekiranya nanti Kowamart dapat memenuhi kebutuhan,” katanya.

Nasrullah berharap anggota dan seluruh masyarakat baik di Komplek Depag dan sekitarnya bisa bergabung menjadi anggota Kowama. Apabila semua warga bergabung menjadi anggota koperasi, ia meyakini kemajuan koperasi akan terlihat. “Keberhasilan koperasi ini sesungguhnya ada pada anggota, anggotanya banyak secara akan ada kontribusi dari anggota yang dapat memajukan Kowamart,” terangnya.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan pada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Arief Rachman, mengatakan, adanya Koperasi ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan warga sekitar. Menurutnya, keberadaan koperasi bukan hanya memakmurkan anggotanya, tapi memakmurkan warganya. “Memang diperlukan adanya komitmen bersama, terlebih toko koperasi ini adalah berbasis warga,” katanya.

Ia mengatakan, apabila toko koperasi ini ingin bertahan lama, jangan sampai menaggung utang anggotanya. Sebab, adanya utang akan membuat laporan keuangan tidak beres bahkan membawa kepada kebangkrutan. “Kalau ingin bertahan, toko koperasi ini tidak boleh diutangi. Karena sudah dipastikan akan bangkrut kalau muncul hutang,” katanya.

Arif menjelaskan, took ini membutuhkan komitmen anggotanya untuk berbelanja di Kowamart. Tanpa komitmen, koperasi tidak akan bertahan, mengingat harus bersaing dengan retail. “Kalau tidak ada komitmen, belanja ke tempat lain, maka koperasi tidak akan maju,” terangnya. (fdr/nda)