DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Alokasi Anggaran Bansos Ditambah

post-img

KOORDINASI: Ketua TPID Kota Serang Nanang Saefudin (lima dari kiri) bersama sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkot Serang usai Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pengendalian Inflasi Kota Serang di Hotel Mahadria, Kota Serang, Kamis (8/9).  (FAUZAN/RADAR BANTEN)

SERANG–Tingginya inflasi dan kenaikan bahan bakar mi­nyak (BBM) membuat Pem­kot Serang meninjau ulang alokasi anggaran untuk ban­­tuan sosial (bansos). Alo­kasi anggaran diren­ca­na­kan Rp4 miliar bakal di­tambah menjadi Rp5 miliar.

Ketua Tim Pengendali In­flasi Daerah (TPID) Kota Se­­­rang Nanang Saefudin me­nga­takan, tambahan ang­ga­ran Rp1 miliar ini berda­sarkan hasil konsolidasi dan sinkronisasi pengendalian inflasi di Hotel Mahadria, Ko­ta Serang, Kamis (8/9). “Ka­rena tingginya inflasi dan ditambah dengan kenaikan BBM, kita sudah anggarkan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (dana transfer umum-red) sebesar Rp4 miliar dan kita lebihkan jadi Rp5 miliar,” kata Nanang usai acara.

Menurut Nanang, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 ten­tang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022, bansos di­tu­jukan untuk masyarakat ter­dampak. 

Di antaranya, ojek, pelaku Usaha Mikro Ke­cil dan Menengah (UMKM) dan nelayan. Lalu, untuk penciptaan la­pa­ngan kerja serta pem­berian subsidi sektor trans­portasi angkutan umum di daerah. 

“Empat sektor itu menjadi ama­nat dari pemerintah pusat,” katanya.

“Dana transfer itu sekitar Rp200 miliar. Sehingga mun­cul anggaran sebesar Rp4 mi­liar awalnya. Tapi, setelah ada kenaikan BBM. Makanya, kita alokasikan Rp5 miliar,” jelas Sekretaris Daerah (Sek­da) Kota Serang itu.

Kata Nanang, salah satu pe­­nyebab inflasi di daerah ada­lah kenaikan harga cabai dan bawang. Untuk itu, pi­hak­nya mendorong gera­kan me­nanam cabai bagi ma­syarakat. 

“Bisa saja dimulai dari ASN bekerjasama dengan DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan-red). Jadi, ASN di pekarangan me­nanam cabai, misalnya li­ma sampai 10 tanaman,” katanya.

“BI (Bank Indonesia-red) te­lah siap bekerjasama de­ngan Kota Serang. Tinggal, kita siapkan lahan satu hing­ga dua hektare untuk dita­nami cabai. Tapi, yang nanam bukan pemerintah bisa saja KWT (Kelompok Tani Wa­ni­ta-red), atau kelompok lain,” tambah Nanang.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Serang Sony August meng­aku akan menin­dak­lan­jutinya dengan program ge­rakan menanam beberapa komoditas tanaman di pemu­ki­man warga. Seperti, cabai, tomat, hingga sawi. 

“Jadi, yang diberikan dengan kon­disi cepat tanam. Jadi No­vember kita bisa coba panen, kita refil, bantu lagi untuk tanam,” katanya.

 “Untuk tanaman bawang akan difokuskan di Ke­camatan Kasemen dan Curug untuk melakukan sur­­vei dulu. Bawang cuma dua tempat, karena kondisi pro­duksinya masih rendah,” tambah Sony.

Kata Sony, hasil pembahasan bansos diarahkan untuk masyarakat bukan ASN. (fdr/nda)