KOORDINASI: Ketua TPID Kota Serang Nanang Saefudin (lima dari kiri) bersama sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkot Serang usai Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pengendalian Inflasi Kota Serang di Hotel Mahadria, Kota Serang, Kamis (8/9). (FAUZAN/RADAR BANTEN)
SERANG–Tingginya inflasi dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) membuat Pemkot Serang meninjau ulang alokasi anggaran untuk bantuan sosial (bansos). Alokasi anggaran direncanakan Rp4 miliar bakal ditambah menjadi Rp5 miliar.
Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, tambahan anggaran Rp1 miliar ini berdasarkan hasil konsolidasi dan sinkronisasi pengendalian inflasi di Hotel Mahadria, Kota Serang, Kamis (8/9). “Karena tingginya inflasi dan ditambah dengan kenaikan BBM, kita sudah anggarkan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (dana transfer umum-red) sebesar Rp4 miliar dan kita lebihkan jadi Rp5 miliar,” kata Nanang usai acara.
Menurut Nanang, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022, bansos ditujukan untuk masyarakat terdampak.
Di antaranya, ojek, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan nelayan. Lalu, untuk penciptaan lapangan kerja serta pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum di daerah.
“Empat sektor itu menjadi amanat dari pemerintah pusat,” katanya.
“Dana transfer itu sekitar Rp200 miliar. Sehingga muncul anggaran sebesar Rp4 miliar awalnya. Tapi, setelah ada kenaikan BBM. Makanya, kita alokasikan Rp5 miliar,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang itu.
Kata Nanang, salah satu penyebab inflasi di daerah adalah kenaikan harga cabai dan bawang. Untuk itu, pihaknya mendorong gerakan menanam cabai bagi masyarakat.
“Bisa saja dimulai dari ASN bekerjasama dengan DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan-red). Jadi, ASN di pekarangan menanam cabai, misalnya lima sampai 10 tanaman,” katanya.
“BI (Bank Indonesia-red) telah siap bekerjasama dengan Kota Serang. Tinggal, kita siapkan lahan satu hingga dua hektare untuk ditanami cabai. Tapi, yang nanam bukan pemerintah bisa saja KWT (Kelompok Tani Wanita-red), atau kelompok lain,” tambah Nanang.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Serang Sony August mengaku akan menindaklanjutinya dengan program gerakan menanam beberapa komoditas tanaman di pemukiman warga. Seperti, cabai, tomat, hingga sawi.
“Jadi, yang diberikan dengan kondisi cepat tanam. Jadi November kita bisa coba panen, kita refil, bantu lagi untuk tanam,” katanya.
“Untuk tanaman bawang akan difokuskan di Kecamatan Kasemen dan Curug untuk melakukan survei dulu. Bawang cuma dua tempat, karena kondisi produksinya masih rendah,” tambah Sony.
Kata Sony, hasil pembahasan bansos diarahkan untuk masyarakat bukan ASN. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
