DECEMBER 9, 2022
Olahraga

Kalah di Tikungan, Bagnaia Iri dengan Motor Yamaha

post-img

Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengaku ingin meningkatkan kelincahan Desmosedici GP agar tak kalah saing dari Yamaha. Terutama saat melintasi tikungan.

Francesco Bagnaia sudah melakukan pengujian terhadap Desmosedici dari dua hari tes resmi MotoGP di Sirkuit Misano, Italia, Selasa (6/9) dan Rabu (7/9). Hasil yang didapat, Francesco Bagnaia berada di peringkat kedua secara keseluruhan. Dia mencatatkan 1 menit 31,172 detik dan terpaut 0,018 detik dari pemilik waktu tercepat, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Pada pengujian tersebut banyak hal yang dilakukan Bagnaia demi menunjang performanya di kejuaraan, khususnya untuk musim depan. Salah satunya adalah meningkatkan sasis pada Desmosedici GP agar bisa melesat di tikungan. Pasalnya, kemampuan itu belum dimiliki oleh Ducati dan menjadi salah satu keunggulan motor Yamaha.

“Kami bekerja berlawanan arah dengan Yamaha,” kata Bagnaia dikutip dari Corsedimoto.com.

“Mereka membutuhkan tenaga (kecepatan tinggi-red) dan kami butuh lebih banyak kecepatan menikung.”

“Kami telah fokus pada hal ini sejak awal tahun dan kami terus ke arah yang sama,” sambung Bagnaia.

Yamaha, lewat Fabio Quartararo memang sedang mengincar top speed dari YZR-M1 agar bisa bersaing dengan Ducati. Kemampuan motor Yamaha dalam kecepatan tinggi kerap menjadi sorotan Quartararo yang tak bisa mengejar Ducati di lintasan lurus. Dengan hasil di tes Misano, Quartararo cukup puas dengan uji coba tersebut karena bisa melesat dengan baik hampir menyamai Ducati.

Melihat peningkatan itu, Bagnaia juga menuntut adanya perubahan besar dari Desmosedici GP. Dia tak menampik, kecepatan tinggi menjadi keunggulan Ducati. Namun, kelincahan motor di tikungan harus menjadi sorotan agar tak ketinggalan dari Yamaha.

“Kecepatan memang penting, tapi itu bukan yang utama,” ungkap Bagaia.

“Yamaha lebih baik dari kami dalam hal kelincahan dan stabilitas, mungkin jika mereka meningkatkan tenaga mereka akan mengurangi kekurangan di area lain.”

“Kami bertaruh pada sasis, dari luar Ducati mungkin terlihat seperti motor yang sempurna, tetapi di tikungan Yamaha lebih baik. Bahkan jika memang kami harus kehilangan kecepatan, saya lebih suka memiliki lebih banyak kelincahan (di tikungan-red),” ungkap Bagnaia. (BS/don)