DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Rektor UIN Bubarkan Demo BBM

post-img

SERANG–Aksi Aliansi Ma­hasiswa Pemuda dan Rakyat (Ampera) menuntut pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dibubarkan paksa oleh Rektor UIN SMH Banten Prof Wawan Wahyudin, Ka­mis (8/9).

Sebab, aksi yang digelar oleh ratusan mahasiswa itu berlang­sung hingga malam hari.

Pantauan Radar Banten, ra­tusan massa itu mulai ber­kumpul di Jalan Jenderal Su­­­dirman, Ciceri, Kota Se­rang, sekira pukul 15.00 WIB. Se­lain berorasi menolak ke­naikan harga BBM, maha­siswa menyanyikan yel-yel, dan membakar ban bekas.

Kerumunan ratusan massa ini melumpuhkan akses jalan. Selama aksi, arus lalu lintas dari arah timur dialihkan ke Bhayangkara. Sementara da­ri arah barat ada dua pe­nye­katan, sekat pertama dari arah Ramayana dialihkan ke Kebon Jahe Lampu merah, lalu dari arah Sumur Pecung ke Cijawa dan Pasar Rau. Kemudian arus kendaraan dari Bundaran Ciceri diputar­balikan ke arah Cijawa dan Bhayangkara.

Memasuki petang, maha­sis­wa bergeser ke depan pintu ma­suk kampus UIN SMH Banten. Hingga pukul 19.30 WIB, ratusan masa akhirnya bisa dibubarkan oleh Rektor UIN SMH Banten Prof Wawan Wahyudin.

Prof Wawan Wahyudin meng­­aku meminta masa aksi un­tuk membubarkan diri karena sudah malam. Dia menilai aktivitas mahasiswa meng­gang­gu ketertiban umum. “Sa­ya tidak ingin karena ke­pen­tingan sesaat kampus ka­mi rusak. Mohon maaf, te­rima kasih,” katanya.

“Kampus sudah sekian ta­hun dibangun, (kami-red) tidak ridho, kampus sampai hancur lebur. Kasihan anak-anak yang mau kuliah, kasian masyarakat yang membiayai, kasian ne­gara,” tambah Wawan.

Menurut Wawan, pembu­ba­ran paksa tersebut bukan untuk melarang mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Dia hanya tak ingin niat baik mahasiswa dirusak dengan aksi anarki dan mengganggu ketertiban umum. “Jalanan umum sampai kehalang, yang sakit, ambulans tergan­tung. Demo silahkan, tapi to­long ke sana tuh ke DPRD. Sia­papun hak warga, tapi ja­ngan anarkis tempatnya le­ga di sana,” katanya.

Sebelumnya, perwakilan massa aksi Fauzul Rohmanul Hakim mengatakan, kebi­ja­kan pemerintah dalam me­naikan harga BBM akan berdampak buruk terhadap nasib rakyat Indonesia. Bagai­mana tidak, setelah meng­alami pandemi Covid-19 se­lama dua tahun. “Sudah di­pastikan, naiknya BBM akan berdampak pada harga kebutuhan pokok rakyat, dan hal ini sangat berdampak buruk pada kehidupan rak­yat,” ujarnya kepada Radar Banten.

“Kondisi ini memukul UM­KM lantaran daya beli yang me­nurun, dan tentunya ber­dampak pada peningkatan peng­angguran dan kemis­kinan. Pemerintah Jokowi-Maruf Amin tak lagi memper­du­likan nasib rakyatnya,” katanya.

Menurut Fauzul, kondisi kenaikan harga BBM ini akan menimbulkan berbagai per­soalan. Meskipun, peme­rin­tah menyalurkan bansos melalui berbagai program. “Kami menuntut Presiden Jokowi segera menurunkan harga BBM,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ryco Hermawan. Orator mas­sa aksi ini mengatakan, peme­rintah menaikkan harga BBM se­cara sepihak di tengah har­ga minyak dunia sedang turun. “Turunkan harga BBM. Kenaikan harga BBM sangat menyengsarakan rakyat. BBM naik masyarakat jadi panik,” katanya.

Selain harga BBM diturun­kan, massa aksi mendesak pe­merintah menurunkan har­ga bahan pokok. “Kita minta harga bahan pokok diturunkan. Karena akibat BBM naik, harga bahan pokok jadi naik,” katanya. “Ini juga harus jadi perhatian, kami meminta agar pemerintah menindak secara tegas mafia penimbun BBM subsidi,” tambah Ryco. (fdr/nda)