DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Sejarah Buyut Nyi Mas Carik Dibukukan

post-img

WARINGINKURUNG - Cerita sejarah Buyut Nyi Mas Carik, pejuang Islam pe­rem­puan di Desa Sukabares, Keca­matan Waringinkurung bakal dibuku­kan. Hal ini sebagai upaya melestarikan aset sejarah agar tidak hilang.

Hal itu terungkap pada forum group discussion (FGD) rencana penyusunan buku sejarah Buyut Nyi Mas Carik di Kebun Duren, Desa Sukabares, Keca­matan Waringinkurung, Kamis (8/9). 

Pada acara tersebut hadir Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang Julmihayati, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Anas Dwi Satya Prasada, Camat Wa­ringin­kurung Warnery Poetri, Kepala Bidang Arsip pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabu­paten Serang Ema Rukmini Dewi dan para tokoh masyarakat Kecamatan Waringinkurung.

Makam Buyut Nyi Mas Carik berada di perbatasan Desa Sukabares dan Desa Binangun, Kecamatan Waringin­kurung. Selama ini, makam tersebut menjadi objek wisata ziarah yang dikunjungi banyak orang di moment tertentu.

Berdasarkan keterangan dari salah satu sumber penyusun buku sekaligus Pengurus Makbaroh Makam Buyut Nyi Mas Carik Ahmad Supyandi, Buyut Nyi Mas Carik ialah bibi dari Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang diutus oleh Sultan Syarif Hidayatullah untuk menyebarkan ajaran Islam ke Banten pada 1.400 masehi. 

“Nyi Mas Carik ialah utusan Sulthan Syarif Hidayatullah, ia pejuang Islam tertua yang menyebarkan ajaran Islam ke Banten, kalau Sultan Maulana Hasanuddin kan mulai datang ke Banten tahun 1.500 an, jadi perbedaan waktunya jauh,” kata Supyandi.

Camat Waringinkurung Warnery Poetri mengatakan, cerita tentang Buyut Nyi Mas Carik selama ini hanya tersebar dari mulut ke mulut di masyarakat dan belum diarsipkan. “Buyut Nyi Mas Carik menyebarkan Islam pertama kali di Waringinkurung, maka harus kita dokumentasikan dalam arsip menjadi buku,” kata Neri.

Neri mengundang para tokoh masya­rakat termasuk Kuncen Makam Buyut Nyimas Carik Muhammad Jazuli Yasin, untuk bercerita tentang sejarah sang pejuang Islam sebagai data awal proses pengarsipan. “Nanti kami bentuk satuan tugas khusus penyusunan naskah sampai menjadi buku,” ujarnya.

Neri menargetkan proses pengarsipan sejarah Buyut Nyi Mas Carik selesai pada akhir tahun ini. Prosesnya akan dilakukan beberapa kali revisi dan tambahan keterangan dari berbagai sumber informasi terpercaya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang Julmihayati menambahkan, sebagai warga asli Desa Sukabares ia sangat mendukung penuh program pengarsipan sejarah Buyut Nyi Mas Carik ini. (drp/jek)