DECEMBER 9, 2022
Utama

Liga Santri Resmi Bergulir

post-img

PERTANDINGAN sepak bola Liga Santri PSSI di Wilayah Provinsi Banten tahun 2022 resmi dibuka dan dipertandingkan di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Selasa (9/8).

Pertandingan yang memperebutkan piala Kasad tersebut diikuti oleh pa­ra santri yang berasal dari delapan kabupaten kota di Provinsi Banten. 

Pantaun Radar Banten, acara terse­but resmi dibuka oleh Kasrem 064 MY Kolonel Infanteri Nurkhan pada Selasa siang kemarin. Ia mem­buka acara menggantikan Danrem 064 MY Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Yunianto yang ber­halangan hadir. 

Dalam sambutannya, Kolonel Infanteri Nurkhan mengatakan piala Kasad tersebut digelar dalam rangka memajukan persepakbolaan tanah air. “TNI AD bersama dengan PSSI ter­gugah untuk membangun ko­mitmen bersama demi kemajuan dunia sepak bola di Tanah Air dengan menyelenggarakan kompetisi Liga Santri di Provinsi Banten,”ungkap Nurkhan saat membacakan sambutan Danrem 064 MY Brigjen TNI Yunianto. 

Nurkhan mengatakan, melalui kompetisi tersebut diharapkan mam­pu menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai sarana un­tuk menumbuhkan rasa cinta ke­pada Tanah Air, bangsa dan negara dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai relegius keagamaan. 

“Disamping itu, kegiatan ini juga dapat berfungsi sebagai wahana dalam rangka pembinaan potensi sepak bola bagi generasi muda sekaligus mencari talenta berbakat yang diharapkan dapat tampil pada level sepak bola yang lebih tinggi baik tingkat lokal, nasional maupun internasional,”ungkap Nurkhan. 

Nurkhan mengatakan kompetisi tersebut digelar untuk para pemain yang bermental kuat dan memiliki jiwa petarung. Ia mengungkapkan, dalam pertandingan menang kalah sudah menjadi hal yang biasa dalam setiap kompetisi. Oleh karena itu, semua pemain diminta untuk men­junjung tinggi sportivitas. 

“Menang kalah adalah persoalan biasa, justru yang lebih penting dari itu adalah menjunjung tinggi sportivitas dengan Mengedepan rasa persahabatan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan dalam rangka me­ningkatkan soliditas dan solida­ritas sesama santri,” ucap Nurkhan. 

Nurkhan berpesan kepada para pemain, untuk menghindari perilaku emosinal. Sedangkan kepada wasit, perangkat dan penyelenggara pertan­dingan ia berharap dapat melak­sanakan tugas dengan baik obyektif dan menjunjung tinggi fair play. 

“Untuk mencapai prestasi terbaik hindari perilaku emosional dengan demikian akan diketahui kemampuan kalian yang sebenarnya, kepada khusus bagi para wasit saya harapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik,” tutur Nurkhan. (fam/air)