AKSI DEMONSTRASI: Puluhan aktivis aliansi BEM Pandeglang melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Pandeglang, kemarin. (adib/radar banten)
Tolak Kenaikan BBM
PANDEGLANG - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pandeglang melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Pandeglang, Jumat (9/9). Aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ini diadang kawat berdiri dan polisi dari Polres Pandeglang.
Pantauan Radar Banten di lokasi, para mahasiswa melakukan long march di ruas Jalan Pandeglang-Mengger. Para mahasiswa langsung ke depan gedung DPRD Pandeglang. Namun, di sana kawat berduri sudah mengadang para mahasiswa untuk masuk ke dalam gedung wakil rakyat. Puluhan polisi pun bersiaga mengawal aksi para mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.
Aksi demonstrasi tersebut terus berlangsung hingga menjelang salat Jumat. Selama satu jam melakukan orasi, tidak seorang pun anggota DPRD Pandeglang yang menemui para peserta aksi. Para mahasiswa mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi apabila tuntutan mahasiswa tidak direspons.
“Jelas kenaikan harga BBM ini tidak tepat. Masyarakat kecil akan terus menjadi korban kalau seperti ini. Kami menuntut agar pemerintah menurunkan harga BBM karena menyengsarakan masyarakat,” kata Entis dalam orasinya di depan gedung DPRD Pandeglang, kemarin.
Ketua Forum BEM Pandeglang Badruzaman mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk protes kepada pemerintah. Karena itu, para mahasiswa akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang merasa keberatan atas kenaikan harga BBM.
“Kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat sampai pemerintah kembali menurunkan BBM,” tegasnya.
Aksi penolakan kenaikan harga BBM terus berlangsung, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang ikut melakukan aksi demonstrasi sekira pukul 13.00 WIB. Mereka meminta Pemerintah Pusat menurunkan harga BBM karena dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi HMI Fikri Hidayat mengatakan, Pemerintah Pusat tidak berpihak kepada masyarakat karena menaikan harga BBM di tengah kesulitan ekonomi. Seharusnya, kata dia, pemerintah mempertimbangkan keputuaan itu.
“Seharusnya BBM tidak dinaikan karena akan menambah penderitaan masyarakat,” ungkapnya.
Dia meminta DPRD Pandeglang menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Pusat, karena dampak kenaikan BBM sangat terasa bagi kalangan menengah ke bawah.
“Kami meminta agar DPRD Pandeglang bisa menyuarakan aksi kami kepada Pemerintah Pusat, jangan sanpai harga BBM ini terus naik,” tegasnya.
Untuk itu, dia meminta Pemerintah Daerah dan DPRD Pandeglang tidak tinggal diam dalam menyikapi kenaikan harga BBM. “Pemerintah dan DPRD jangan diam saja, tolong sampaikan keluhan kami ini. Masyarakat pasti merasakan dampak kenaikan harga BBM ini,” pungkasnya. (dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
