DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Gelar Masak-masak Rendang Bersama di Rumah Pribadi

post-img

AKRAB: Wakil Walikota Tangerang Sachrudin(dua dari kanan) saat hadir dalam acara silahturahmi akbar IKM Kota Tangerang, belum lama ini.

Keakraban Sachrudin Usai Diangkat Jadi Dewan Pembina Komunitas Minang

TANGERANG-Wakil Walikota Tangerang Sachrudin beberapa pekan lalu meng­hadiri silahturahmi akbar Ikatan Kekuarga Minang (IKM) Kota Tangerang di Mall Balekota. 

Saat itu Sachrudin diangkat oleh pe­ngu­rus IKM sebagai dewan pembina IKM Kota Tangerang. Keakraban Sachrudin dengan komunitas warga Minang juga berlanjut saat ia mengundang pengurus IKM Kota Tangerang ke rumah pribadinya menggelar acara memasak rendang. 

Menurut Ketua IKM Kota Tangeerang Delfi Fatra, Sachrudin merupakan tokoh yang mampu merangkul masyarakat Mi­nang di Kota Tangerang. Menurutnya, setiap IKM Kota Tangerang mengadakan kegiatan, Sachrudin tak pernah absen untuk hadir.

“Bahwa Pak Sachrudin dengan IKM itu punya chemistry yang sama. Di setiap ke­giatan saat kita undang selalu hadir,” ujar Delfi, beberapa waktu lalu. 

Delfi mengatakan, Sachrudin juga sangat mendukung perkembangan IKM Kota Tangerang dan mengajak perantau Minang untuk sama-sama berkontribusi mem­bangun Kota Tangerang. 

Delfi bahkan memberi sinyalemen ke­de­katan antara IKM Kota Tangerang dan Sachrudin harus terbina terus me­ne­rus. Hal ini tentu berkaitan dengan diga­dang-gadangnya Sachrudin men­ca­lonkan diri sebagai Walikota Tange­rang 2024. 

“Kita saat ini tidak berpihak, tetapi rasa itu harus dibangun,” ujar Delfi.

Kendati demikian, Delfi menegaskan bahwa IKM Kota Tangerang tidak pernah memaksa anggotanya untuk mendukung salah satu calon. Dan sejauh ini IKM Ko­ta Tangerang memposisikan diri se­ba­gai komunitas yang netral dan tidak berpolitik. 

“Kami tidak berpolitik, kami sifatnya mendukung program pemerintah,” ujarnya. 

Sementara itu, Sachrudin mengaku bang­ga menjadi bagian dari masyarakat Minang. Ia juga kagum dengan falsafah hidup orang minang yang menekankan hidup berdampingan dengan siapaun dan memberi manfaat atas kehadirannya. 

“Orang minang itu bisa hidup dimana saja dan hidupnya sejahtera. Orang Mi­nang itu beretika dan berbudaya,” je­lasnya. (ful/asp)