TANAM JAGUNG: Kepala Disperindag Banten, babar Soeharso (tiga kanan) berfoto sebelum penanaman jagung di halaman belakang Gedung Dekranasda Banten.(QODRAT/RADAR BANTEN)
Pemprov Tanam Jagung di Lahan Tidur
SERANG - Pemprov Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bertindak cepat menanggulangi inflasi pangan, karena kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak pada harga kebutuhan pokok.
Bekerja sama dengan dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas pertanian, Bank Indonesia, PT Agricon dan BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri melakukan pembukaan kegiatan Demplot Kebun Jagung Urban Farming Teknologi Tetes dan Sprinkle di lahan tidur Gedung Dekranasda Provinsi Banten seluas 3.800 meter.
“Menindaklanjuti rencana aksi pengendalian inflasi di Provinsi Banten, kami menggagas penanaman jagung untuk pakan ternak dengan teknologi irigasi tetes,” kata Kepala Disperindag Banten, Babar Soeharso sebelum melakukan penanaman bibit jagung, di halaman belakang Gedung Dekranasda Banten, Kota Serang, Jumat (9/9).
Ia melanjutkan, pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan sektor pangan merupakan upaya pemerintah bersama dengan instansi terkait dalam mengimplementasikan Gerakan Nasional Pengendali Inflasi Pangan dan Penguatan ketahanan pangan di Provinsi Banten. “Ini juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab tantangan inflasi dan krisis pangan ke depan,” tegasnya.
Masih dikatakan Babar, dalam rangka mengendalikan inflasi pangan pihaknya akan terus menggencarkan penanaman di lahan-lahan tidur perkotaan yang ada di Provinsi Banten, agar lahan yang tidak produktif menjadi produktif.
“Penanaman jagung juga kami lakukan di lahan Perhutani seluas lima ribu hektar, dengan melibatkan masyarakat hutan daerah setempat, hal ini diharapkan dapat meningkatan taraf ekonomi masyarakat lebih baik,” bebernya.
Sistem yang baik, tambah Babar, dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah perlu mendapat dukungan semua pihak, agar terpenuhinya tiga hal. Pertama, matching policy dimana adanya kebijakan yang menyinergikan lintas lembaga terkait dengan pangan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan. Kedua, matching program yaitu kerjasama program hulu-hilir dengan melibatkan masyarakat tani sebagai mitra yang diberdayakan. Ketiga, fiskal market atching, yaitu perlu adanya sinergi dalam pemasaran hasil pertanian sehingga terbuka luas pasar produk hasil pertanian para petani di Provinsi Banten.
“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan dan menstabilkan harga bahan pokok, karena kenaikan harga bahan pokok menjadi penyebab naiknya inflasi di daerah. Misalnya ketika minyak goreng, gula, telur, cabe dan ayam naik, maka pasti akan dilakukan treatment yang berbeda. Langkah-langkah dari rencana yang akan dilakukan tim inflasi daerah. Contohnya ketika dalam satu minggu naik, maka tim inflasi daerah langsung merumuskan kebijakan, karena harga sembako berpengaruh terhadap naiknya inflasi,” pungkas Babar.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten Aan Muawanah mengatakan, pihaknya melakukan upaya pengendalian inflasi pangan sesuai kewenangannya, yaitu dengan menggelar pasar murah. Produk-produk yang dijual di gelar pasar murah merupakan kerjasama antara Petani di Pasar Mitra Tani dengan pelaku usaha lainnya yaitu BUMN (Bulog), BUMD dan UMKM.
“Dengan kemitraan yang dijalin itu, dapat memutus mata rantai distribusi pangan antara pelaku usaha, produsen, dan konsumen. Sehingga harga yang sampai kepada masyarakat lebih terjangkau dan murah, dengan kualitas yang bagus,” katanya.
Diungkapkan Aan, kegiatan gelar pasar murah selain untuk mempertahankan daya beli masyarakat, juga sebagai ajang promosi bagaimana pelaku UMKM di Kabupaten/kota.
“Selain kita juga menggalakkan penggunaan uang digital dalam melakukan berbagai transaksi melalui Q-RIS,” katanya.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, saat ini dibutuhkan langkah-langkah strategis, cepat dan tepat serta efektif secara bersinergi antara Pemerintah dan stakeholder lainnya dalam pengendalian inflasi, baik di Tingkat Pusat maupun Daerah.
“Kita harus waspada terhadap kemungkinan dan potensi pengaruh krisis yang cukup panjang, terutama terhadap kenaikan harga pangan dan energi, sehingga dibutuhkannya langkah-langkah strategis dan sinergi semua pihak,” kata Al Muktabar.
Al melanjutkan, saat ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Provinsi Banten bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten serta pihak terkait lainnya melakukan langkah-langkah strategis, salah satunya mengoptimalkan potensi yang ada sehingga mampu bertahan serta berperan dalam upaya pengendalian inflasi yang terjadi.
“Kita akan memperkuat komunikasi, koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak dalam melaksanakan langkah-langkah upaya pengendalian inflasi yang telah dicanangkan,” bebernya.
Senada, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat menyampaikan dibutuhkannya sinergi semua pihak, baik dari Pemerintah, masyarakat serta stakeholder lainnya dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
“Kita harus melakukan aksi nyata, sehingga hari ini kita semua berkumpul dalam rangka kebersamaan menghadapi segala tantangan terutama terkait dengan kenaikan inflasi yang saat ini kita alami baik secara nasional maupun daerah,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam upaya pengendali inflasi pangan diperlukannya suatu langkah yang strategis, terutama untuk mengantisipasi suatu kenaikan harga beberapa komoditas pangan. (den/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
