LEBAK – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diprotes ribuan nelayan di wilayah Lebak selatan. Mereka menilai, kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menaikan harga BBM telah menambah penderitaan bagi nelayan.
Nurman, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lebak menyatakan, kini biaya operasi untuk melaut membuatnya tidak pergi mencari ikan. Akibatnya, Nurman dan nelayan lain tidak memiliki pendapatan. Ditambah lagi, cuaca di laut sedang tidak bersahabat dengan para nelayan.
"Gimana nggak resah, hasil tangkap ikan kita sekarang lagi turun. Karena cuacanya yang lagi kurang mendukung. Ditambah lagi, kebijakan pemerintah menaikan harga BBM. Seakan-akan pemerintah tidak peduli dengan kita," kata Nurman kepada Radar Banten, Jumat (9/9/).
Nurman mengatakan, sekali pergi melaut dirinya harus mengisi BBM jenis solar untuk perahunya. Kadang dirinya menyetok solar dengan jumlah banyak, karena dirinya pergi melaut untuk mencari ikan hingga beberapa hari. Sekali ngisi, ia belanja solar hingga Rp5 juta.
"Saya kan kalau pergi ke laut itu kadang seminggu nggak pulang-pulang, makanya kita stok solarnya di kapal. Kalau nggak kaya gitu, kita bisa hilang di laut karena kehabisan solar," jelasnya.
Niat mencari untung, kata Nurman, dirinya malah merugi dengan hasil tangkap ikan yang tidak maksimal. Terlebih, harga jual ikan sendiri setiap harinya terus berubah-ubah.
"Jumlah tangkapan nggak tetap, gimana rezeki hari itu (ketika melaut). Kalau lagi sedikit (tangkapan) kan rugi, udah keluar biaya besar buat beli solar, umpan, makan di laut, tapi saat dijual dapatnya nggak seberapa," keluhnya.
Senada disampaikan Wading Griana. Nelayan asal Kecamatan Wanasalam ini mengaku keberatan dengan kenaikan harga BBM yang membuat biaya melaut membengkak.
"Saya pergi ke laut bawa uang Rp1 juta, tapi pulang ke rumah cuma bawa uang Rp500 ribu. Itu kan rugi, bebannya berat di biaya BBM. Beli solar sekarang mahal, padahal hasil tangkapnya nggak seberapa," ungkapnya.
Akibatnya, Wading bersama dengan para nelayan lainnya mengurungkan niat untuk pergi melaut. Wading lebih memilih menjadi tukang ojek ataupun kuli tambal perahu. "Sekarang bisa mendapatkan buat makan juga sudah alhamdulillah," terangnya.
Ia pun berharap pemerintah dapat dengan bijak membatalkan keputusan menaikan harga BBM dan mengembalikan harga BBM seperti sebelumnya.
"Kita maunya harga solar turun, karena kalau harga tetap seperti sekarang maka akan menyiksa kita rakyat kecil," katanya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
