DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Nelayan Keluhkan Kenaikan Harga BBM

post-img

LEBAK – Kenaikan harga Bahan Bakar Mi­nyak (BBM) diprotes ribuan nelayan di wilayah Lebak selatan. Mereka menilai, kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menaikan harga BBM telah me­nambah penderitaan bagi nelayan. 

Nurman, Ketua Himpunan Nelayan Se­­luruh Indonesia (HNSI) Lebak me­nya­takan, kini biaya operasi untuk melaut membuatnya tidak pergi mencari ikan. Akibatnya, Nurman dan nelayan lain tidak memiliki pendapatan. Ditambah lagi, cuaca di laut sedang tidak bersahabat dengan para nelayan.

"Gimana nggak resah, hasil tangkap ikan kita sekarang lagi turun. Karena cua­canya yang lagi kurang mendukung. Ditambah lagi, kebijakan pemerintah me­naikan harga BBM. Seakan-akan peme­rintah tidak peduli dengan kita," kata Nurman kepada Radar Banten, Jumat (9/9/).

Nurman mengatakan, sekali pergi melaut dirinya harus mengisi BBM jenis solar un­tuk perahunya. Kadang dirinya me­nyetok solar dengan jumlah banyak, ka­rena dirinya pergi melaut untuk mencari ikan hingga beberapa hari. Sekali ngisi, ia belanja solar hingga Rp5 juta. 

"Saya kan kalau pergi ke laut itu kadang se­minggu nggak pulang-pulang, makanya kita stok solarnya di kapal. Kalau nggak kaya gitu, kita bisa hilang di laut karena kehabisan solar," jelasnya.

Niat mencari untung, kata Nurman, diri­nya malah merugi dengan hasil tangkap ikan yang tidak maksimal. Terlebih, harga jual ikan sendiri setiap harinya terus ber­ubah-ubah. 

"Jumlah tangkapan nggak tetap, gimana rezeki hari itu (ketika melaut). Kalau lagi sedikit (tangkapan) kan rugi, udah keluar biaya besar buat beli solar, umpan, makan di laut, tapi saat dijual dapatnya nggak seberapa," keluhnya.

Senada disampaikan Wading Griana. Nelayan asal Kecamatan Wanasalam ini mengaku keberatan dengan kenaikan harga BBM yang membuat biaya melaut membengkak.

"Saya pergi ke laut bawa uang Rp1 juta, tapi pulang ke rumah cuma bawa uang Rp500 ribu. Itu kan rugi, bebannya berat di biaya BBM. Beli solar sekarang mahal, padahal hasil tangkapnya nggak seberapa," ungkapnya.

Akibatnya, Wading bersama dengan para nelayan lainnya mengurungkan niat untuk pergi melaut. Wading lebih me­milih menjadi tukang ojek ataupun kuli tambal perahu. "Sekarang bisa men­dapatkan buat makan juga sudah alham­dulillah," terangnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat de­ngan bijak membatalkan keputusan menaikan harga BBM dan mengembalikan harga BBM seperti sebelumnya. 

"Kita maunya harga solar turun, karena kalau harga tetap seperti sekarang maka akan menyiksa kita rakyat kecil," katanya.(mg-02/tur)