DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

PUPR Diminta Benahi Drainase Perkotaan

post-img

TERENDAM BANJIR: Ruas Jalan RM Nataatmaja di depan Setda Lebak terendam banjir sehingga mengganggu lalu lintas, kemarin. (Yusuf/Radar Banten)

LEBAK – Sejumlah aktivis mahasiswa mengkritisi buruknya sistem drainase di wilayah perkotaan di Rangkasbitung. Se­tiap kali turun hujan dengan intensitas tinggi, air hujan langsung meluap dan menggenangi badan jalan raya.

Pantauan Radar Banten di Jalan RM Nataatmaja dan Jalan Abdi Negara Rang­kas­bitung, hujan deras mengakibatkan ru­mah dan kantor pemerintahan tergenang air hujan. Bahkan, di jalan raya ketinggian air mencapai beberapa puluh sentimeter. Sehingga membuat pengendara yang melintas harus memperlambat laju kendaraannya.

Wahyu, aktivis mahasiswa di Lebak, me­­nga­takan, hujan dengan intensitas ting­­gi mengguyur wilayah Rangkasbitung pa­da Jumat (9/9) sekira pukul 15.00 WIB. Kon­disi tersebut membuat jalan raya di wilayah perkotaan terendam banjir lebih dari satu jam.

“Hujan mengguyur kurang lebih satu jam. Air langsung naik ke trotoar dan per­kantoran di depan Setda Lebak dan Mu­seum Multatuli,” kata Wahyu kepada Radar Banten, kemarin.

Dia menduga, genangan banjir di ruas jalan utama di Rangkasbitung tersebut aki­bat buruknya sistem drainase di wilayah per­kotaan. Bahkan, di beberapa lokasi juga terjadi banjir, seperti Jalan RT Hardi­winangun, Jalan Sunan Giri, di Kompleks Pendidikan, dan Kampung Sawah.

“Persoalan banjir di wilayah perkotaan mestinya bisa diatasi pemerintah. Karena, Rang­kasbitung ini kota kecil dan pena­taannya harus sudah baik. Jangan sampai, setiap kali diguyur hujan dengan intensitas tinggi, air langsung naik ke pemukiman penduduk, perkantoran, dan menggenang di jalan raya,” ujarnya.

Untuk itu, harus ada solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir di wilayah perko­taan. Jangan sampai, pemerintah daerah tutup mata, sehingga ke depan kondisinya bisa bertambah parah dan yang dirugikan tentu saja masyarakat.

“Harus ada sinergi dari semua elemen masyarakat di daerah. Karena warga pun harus proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Enggak buang sampah semba­ra­ngan ke saluran drainase yang dapat membuat saluran air tersumbat,” harapnya.

Alfian, aktivis dari Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro juga menyayangkan terjadinya banjir di wilayah perkotaan. Kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi, jika pemerintah komitmen dalam mela­kukan penataan saluran drainase.

“Banjir yang terjadi sekarang diduga kuat akibat buruknya sistem drainase di perkotaan. Karena itu, harus dibenahi,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Irvan Suyatupika membenarkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Lebak mengakibatkan jalan raya dan pemukiman penduduk terendam. Tapi, genangan cepat surut. Sehingga tidak mengganggu kegiatan masyarakat.

“Kita komitmen mengatasi banjir akibat lua­pan air hujan dari saluran drainase. Ka­renanya, bersih-bersih drainase kita laku­kan berkala,” tukasnya. (mg-02/tur)