DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

SMAN 1 Panggarangan Lakukan Penghijauan

post-img

Di Daerah Rawan Longsor

LEBAK - Untuk mencegah terjadinya long­sor, siswa SMAN 1 Panggarangan melakukan penghijauan di daerah rawan longsor. Pohon yang ditanam para siswa, diantaranya kelapa, sengon, dan durian.

Pembina OSIS SMAN 1 Panggarangan Deni mengatakan, penanaman dilakukan di areal Petak 36 Blok Sanggo, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan pa­da Jumat (9/9). Penanaman pohon ini merupakan pelaksanaan Program Pe­­nguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) se­bagai bagian dari Kurikulum Merdeka bagi kelas X dengan tema kehidupan berkelanjutan.

Katanya, sebelum melakukan pena­na­man pohon, pihaknya memberikan edu­kasi kepada para siswa tentang mitigasi bencana longsor.

“Jadi sebelum penanaman para siswa ini kita berikan edukasi tentang mitigasi dan bahaya longsor. Selanjutnya mereka turun ke lapangan dengan menentukan titik lokasi yang rawan longsor, yaitu di kawasan Sanggo, Desa Sukajadi. Hasil dari observasi digali kembali di kelas untuk kemudian menentukan aksi nyata penanaman pohon,” kata Deni kepada Radar Banten.

Katanya, penanaman pohon menjadi realisasi dari teori-teori yang selama ini dilaksanakn di ruang kelas. Dengan aksi nyata ini peserta didik diarahkan agar memiliki rasa empati kepada ling­kungan. 

“Jadi kita tidak ingin para siswa hanya memahami tentang teori, namun juga menguasai praktiknya di lapangan,” tegasnya.

Di SMAN 1 Panggarangan ini, pihak sekolah memilili ektrakulikuler mitigasi bencana yang memberikan pemahaman juga praktek tentang pentingnya mitigasi.

“Karena di SMAN 1 Panggarangan ada ekskul mitigasi bencana. Diharapkan de­ngan kegiatan ini peserta didik me­miliki empati terhadap lingkungan de­ngan melakukan aksi nyata. Dengan adanya ekskul mitigasi bencana diha­rapkan peserta didik memahami tentang kebencanaan baik tentang pra bencana, saat bencana dan pasca bencana,” ung­kapnya.

Bilkis, salah seorang siswa kelas X-5 mengaku antusias mengikuti program tersebut. Menurutnya, melalui program ini dirinya bisa lebih mengetahui tentang mitigasi bencana. “Pokoknya seru dan sangat bermanfaat bagi saya dan rekan-rekan, kami dapat berkontribusi terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Lebak Dian Wahyudi mengatakan, program mitigasi yang dilakukan SMAN 1 Panggarangan sangat positif.

“Sebagai generasi muda, pelajaran seperti ini bagus untuk terus dilakukan, bukan hanya sekedar teori juga praktek me­ngenal lingkungan yang sesung­guhnya,” paparnya.

Ia berharap, program serupa dapat dite­rapkan di semua sekolah, khususnya di daerah yang rawan bencana.

“Untuk beberapa daerah yang rawan ben­cana, sebaiknya begitu. Para siswa dibekali dengan ilmu tentang mitigas bencana, karena kita ketahui sendiri Lebak merupakan daerah rawan bahkan disebut sebagai supermarket bencana,” pungkasnya.(mg-02/tur)