Di Daerah Rawan Longsor
LEBAK - Untuk mencegah terjadinya longsor, siswa SMAN 1 Panggarangan melakukan penghijauan di daerah rawan longsor. Pohon yang ditanam para siswa, diantaranya kelapa, sengon, dan durian.
Pembina OSIS SMAN 1 Panggarangan Deni mengatakan, penanaman dilakukan di areal Petak 36 Blok Sanggo, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan pada Jumat (9/9). Penanaman pohon ini merupakan pelaksanaan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka bagi kelas X dengan tema kehidupan berkelanjutan.
Katanya, sebelum melakukan penanaman pohon, pihaknya memberikan edukasi kepada para siswa tentang mitigasi bencana longsor.
“Jadi sebelum penanaman para siswa ini kita berikan edukasi tentang mitigasi dan bahaya longsor. Selanjutnya mereka turun ke lapangan dengan menentukan titik lokasi yang rawan longsor, yaitu di kawasan Sanggo, Desa Sukajadi. Hasil dari observasi digali kembali di kelas untuk kemudian menentukan aksi nyata penanaman pohon,” kata Deni kepada Radar Banten.
Katanya, penanaman pohon menjadi realisasi dari teori-teori yang selama ini dilaksanakn di ruang kelas. Dengan aksi nyata ini peserta didik diarahkan agar memiliki rasa empati kepada lingkungan.
“Jadi kita tidak ingin para siswa hanya memahami tentang teori, namun juga menguasai praktiknya di lapangan,” tegasnya.
Di SMAN 1 Panggarangan ini, pihak sekolah memilili ektrakulikuler mitigasi bencana yang memberikan pemahaman juga praktek tentang pentingnya mitigasi.
“Karena di SMAN 1 Panggarangan ada ekskul mitigasi bencana. Diharapkan dengan kegiatan ini peserta didik memiliki empati terhadap lingkungan dengan melakukan aksi nyata. Dengan adanya ekskul mitigasi bencana diharapkan peserta didik memahami tentang kebencanaan baik tentang pra bencana, saat bencana dan pasca bencana,” ungkapnya.
Bilkis, salah seorang siswa kelas X-5 mengaku antusias mengikuti program tersebut. Menurutnya, melalui program ini dirinya bisa lebih mengetahui tentang mitigasi bencana. “Pokoknya seru dan sangat bermanfaat bagi saya dan rekan-rekan, kami dapat berkontribusi terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Lebak Dian Wahyudi mengatakan, program mitigasi yang dilakukan SMAN 1 Panggarangan sangat positif.
“Sebagai generasi muda, pelajaran seperti ini bagus untuk terus dilakukan, bukan hanya sekedar teori juga praktek mengenal lingkungan yang sesungguhnya,” paparnya.
Ia berharap, program serupa dapat diterapkan di semua sekolah, khususnya di daerah yang rawan bencana.
“Untuk beberapa daerah yang rawan bencana, sebaiknya begitu. Para siswa dibekali dengan ilmu tentang mitigas bencana, karena kita ketahui sendiri Lebak merupakan daerah rawan bahkan disebut sebagai supermarket bencana,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
- TRAVELISTA
