FESTIVAL: Ketua Dewan Pembina DPP Kesti TTKKDH Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH Wahyu Nurjamil didampingi Pj Gubernur Banten pada acara Festival Keceran Tjimande di Stadion Madya Senayan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu malam (8/10).
SERANG - Festival Keceran Kesenian Tari Indonesia (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) yang melibatkan puluhan ribu pendekar mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kesti TTKKDH itu digelar di Stadion Madya Senayan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu malam (8/10). Penghargaan Rekor Muri diserahkan kepada Ketua Dewan Pembina DPP Kesti TTKKDH Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
”Dewan juri memutuskan untuk memberikan penghargaan kepada Kesti TTKKDH atas festival keceran dengan kategori keceran pendekar terbanyak di dunia dari Muri,” ujar Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH Wahyu Nurjamil kepada wartawan, Minggu (9/10).
Selain itu, Kesti TTKKDH juga mendapat penghargaan dari UNESCO dengan kategori Lingkup Budaya yang diserahkan langsung oleh Bapak Pencak Silat Indonesia Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya.
Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH Wahyu Nurjamil mengatakan, selain untuk memecahkan rekor dunia, kegiatan itu untuk mempererat silaturahmi, mempromosikan, dan mengenalkan Kesti TTKKDH di kancah internasional. ”Kami berupaya untuk mengangkat Kesti TTKKDH ke level nasional, bahkan internasional. Hal ini memang berbeda dari milad tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Ia mengatakan, Kesti TKKDH yang didirikan 1952. Anggotanya lebih dari enam juta tersebar di wilayah Indonesia dan mancanegara. Kesti TTKKDH merupakan seni tari bela diri yang saat ini telah diakui di dunia. ”Kami sangat menjaga tradisi yang diwariskan oleh para kesepuhan tjimande,” katanya.
”Kami sebagai penerus, hingga saat ini budaya leluhur masih terus terjaga dan lestari. Kelid, tari kolot, urutan, dan keceran,” tambah Wahyu.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina DPP Kesti TTKKDH Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara tersebut mengatakan, dua penghargaan menjadi bukti, Kesti TTKKDH salah satu seni budaya pencak silat berkembang. ”Kesti TTKKDH telah mendapat dua penghargaan dari Muri dan UNESCO dengan kategori lingkup budaya,” katanya.
”Dalam perjalanannya Kesti TTKKDH saat ini telah terbentuk di delapan provinsi, harapan ke depan bisa terbentuk di 34 provinsi di Indonesia,” tambah pria yang kini menjabat sebagai Kapolri itu.
Raihan ini, kata Sigit, menjadi tantangan bagi Kesti TTKKDH untuk melestarikan seni budaya sampai kapan pun. Ke depan, harus bisa tersebar hingga ke seluruh wilayah Indonesia. ”Ini harus dijaga dan dilatih bahkan bisa tampil di event-event besar, ini akan jadi suatu kebanggaan,” terang.
”Dalam perjalanannya Kesti TTKKDH saat ini telah terbentuk di delapan provinsi, harapan ke depan bisa terbentuk di 34 provinsi di Indonesia,” imbuhnya. (fdr/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
