DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Pakai Alat Sederhana, Air Laut Bisa Langsung Diminum

post-img

TIGARAKSA - Mahasiswa STMIK dan STIE Insan Pembangunan unjuk kebolehan di hadapan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Para mahasiswa tersebut memperagakan proses penyulingan air laut menjadi air siap minum melalui alat sederhana. 

“Ini airnya memang tawar dan rasanya juga segar, dan memang saya sengaja da­­tang ke Kampus Insan Pembangunan un­tuk mengujicoba mesin penemuan dari anak-anak di Kampus Insan Pem­bangunan dalam rangka peningkatan kualitas air laut menjadi air minum. Karena melalui mesin yang cukup sederhana ini tetapi gunanya sangat banyak dan bermanfaat sekali,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (10/6).

Menurutnya, teknologi tepat guna seperti itu yang dibutuhkan saat ini. Untuk itu, di­rinya menekankan kepada para ma­hasiswa, agar tetap inovatif dan juga dapat men­ciptakan karya teknologi tepat guna yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Nah mesin ini nantinya insyallah akan ditaruh dan dibuatkan di Desa Ketapang, di sana tentunya akan banyak membantu bagi masyarakat sekitar terkait dengan pengadaan air bersihnya dan produk tu­runannya juga. Bukan hanya air minum dan air bersih saja, tetapi juga bisa untuk membuat es sebagai penyegar ikan hasil tangkap nelayan,” ujar Zaki.

Zaki juga mengucapkan terima kasih ke­pada para penemu alat penyaring ter­sebut, dan akan terus mendukung pe­ngem­bangan serta penyempurnaan te­muan hasil teknologi tepat guna tersebut, sehingga nantinya bisa dipasang di desa-desa pesisir di Kabupaten Tangerang. 

Sementara, Penggagas alat SWRO atau Sea Water Reverse Osmosis mengung­kap­kan, alat tersebut digunakan untuk me­­nyaring air laut agar bisa dipakai lang­sung dan bisa diminum langsung.

“Pembuatan alat ini memakan waktu kurang lebih 3 bulan, dan alat ini juga sudah diikutsertakan dalam lomba tek­nologi di Kampus Unila Lampung dan berhasil meraih juara 2 nasional,” terang Andika.

Dengan alat ini, proses penyulingan air laut tersebut hanya butuh waktu 5 me­nit untuk 1 liter air laut. Dan hasil residu dari mesin tersebut hampir tidak ada, hanya air kotor saja sisa penyaringan dan air tersebut masih bisa dikembalikan ke laut.

“Harapan kami kedepannya, ingin alat ini bisa dipatenkan dan juga bisa nantinya diproduksi massal, atau dikomersialkan karena ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat pesisir yang ada di Kabupaten Tangerang,” tu­kasnya. (Mul)