TIGARAKSA - Mahasiswa STMIK dan STIE Insan Pembangunan unjuk kebolehan di hadapan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Para mahasiswa tersebut memperagakan proses penyulingan air laut menjadi air siap minum melalui alat sederhana.
“Ini airnya memang tawar dan rasanya juga segar, dan memang saya sengaja datang ke Kampus Insan Pembangunan untuk mengujicoba mesin penemuan dari anak-anak di Kampus Insan Pembangunan dalam rangka peningkatan kualitas air laut menjadi air minum. Karena melalui mesin yang cukup sederhana ini tetapi gunanya sangat banyak dan bermanfaat sekali,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (10/6).
Menurutnya, teknologi tepat guna seperti itu yang dibutuhkan saat ini. Untuk itu, dirinya menekankan kepada para mahasiswa, agar tetap inovatif dan juga dapat menciptakan karya teknologi tepat guna yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Nah mesin ini nantinya insyallah akan ditaruh dan dibuatkan di Desa Ketapang, di sana tentunya akan banyak membantu bagi masyarakat sekitar terkait dengan pengadaan air bersihnya dan produk turunannya juga. Bukan hanya air minum dan air bersih saja, tetapi juga bisa untuk membuat es sebagai penyegar ikan hasil tangkap nelayan,” ujar Zaki.
Zaki juga mengucapkan terima kasih kepada para penemu alat penyaring tersebut, dan akan terus mendukung pengembangan serta penyempurnaan temuan hasil teknologi tepat guna tersebut, sehingga nantinya bisa dipasang di desa-desa pesisir di Kabupaten Tangerang.
Sementara, Penggagas alat SWRO atau Sea Water Reverse Osmosis mengungkapkan, alat tersebut digunakan untuk menyaring air laut agar bisa dipakai langsung dan bisa diminum langsung.
“Pembuatan alat ini memakan waktu kurang lebih 3 bulan, dan alat ini juga sudah diikutsertakan dalam lomba teknologi di Kampus Unila Lampung dan berhasil meraih juara 2 nasional,” terang Andika.
Dengan alat ini, proses penyulingan air laut tersebut hanya butuh waktu 5 menit untuk 1 liter air laut. Dan hasil residu dari mesin tersebut hampir tidak ada, hanya air kotor saja sisa penyaringan dan air tersebut masih bisa dikembalikan ke laut.
“Harapan kami kedepannya, ingin alat ini bisa dipatenkan dan juga bisa nantinya diproduksi massal, atau dikomersialkan karena ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat pesisir yang ada di Kabupaten Tangerang,” tukasnya. (Mul)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
