PANDEGLANG - Peternak di Kecamatan Cimanuk mengeluhkan penjualan hewan kurban yang turun drastis menjelang lebaran Idul Adha. Penurunan omset penjualan ini diduga akibat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), sehingga membuat khawatir masyarakat.
"Kalau bicara penjualan tahun ini turun drastis. Biasanya satu bulan sebelum lebaran Idul Adha itu sudah terjual ratusan ekor, tapi sekarang baru 20 ekor," kata pemilik peternakan sapi Jawara di Kecamatan Cimanuk, Andre kepada Radar Banten, Jumat (10/6).
Andre mengaku, tidak mengetahui penyebab terjadinya penurunan penjualan hewan ternaknya tersebut. Namun merebaknya penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak diyakini ikut mempengaruhi masyarakat. Karena semenjak mencuatnya PMK, membuat penjualan menjadi sepi hingga sekarang ini.
"Adanya PMK bisa jadi membuat banyak orang dari awalnya mau beli sementara ditunda. Karena mungkin ada rasa khawatir setelah dibeli kena PMK," ujarnya.
Tidak hanya masalah PMK, kondisi perekonomian masyarakat yang sulit juga ikut berkontribusi terhadap penurunan omset pedagang hewan kurban. Apalagi sekarang, semua harga kebutuhan pokok naik signifikan.
"Terus di saat bersamaan lebaran Idul Adha sekarang berbarengan dengan anak daftar sekolah maupun kuliah. Sehingga turut mempengaruhi terhadap penjualan hewan kurban," jelasnya.
Untuk itu, Andre hanya bisa pasrah. Tapi, dia tetap berharap penjualan hewan ternaknya mengalami peningkatan menjelang lebaran nanti.
"Kalau tahun ini peternak banyak yang ngeluh. Dari segi penjualan lebih baik saat masa pandemi Covid-19 ketimbang tahun ini," ungkapnya.
Andre berharap, mendekati Lebaran Idul Adha, hewan ternak peliharaannya kurang lebih 400 ekor laku terjual. Sebab hewannya sehat dan bebas PMK.
"Hewan ternak kita pelihara bebas PMK karena memang hewan lama. Jadi bukan hewan baru ada setelah PMK merebak," ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi membenarkan, menjelang lebaran Idul Adha peternak dan pedagang mengeluhkan penjualan hewan kurban yang mengalami penurunan sejak merebaknya PMK.
"Untuk mencegah PMK merebak di Kabupaten Pandeglang kita secara massif melaksanakan giat
peningkatan kewaspadaan dan pengawasan. Pemerintah daerah juga sudah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Pandeglang Nomor 800/1011-Distapang/v/2022 tgl 19 Mei 2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap PMK," tegasnya.
Mewaspadai penyebaran PMK, pihaknya dibantu jajaran Polres Pandeglang, Polsek, Babinsa, serta camat dan kades atau lurah. Mereka secara bersama-sama melakukan pengawasan dan pengecekan kandang ternak. Sebagai upaya pencegahan dan agar dapat mendeteksi lebih dini.
"Semoga dengan pencegahan lebih dini dapat memberikan rasa aman
bagi masyarakat yang akan melaksanakan kurban. Maupun terhadap peternak dan para pengepul yang menjual hewan kurban," katanya.(mg-01/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
