DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Dewan Dukung Penambahan Sekolah

post-img

SERANG-Permintaan warga Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang untuk meminta tambahan sekolah didukung oleh Komisi V DPRD Banten. Faktor jumlah penduduk menjadi salah satu alasan pembangunan unit sekolah baru.

 “Kami akan mendorong Pemprov Banten untuk memprioritaskan pembangunan SMA Negeri yang baru di Pasarkemis. Sehingga kesempatan masyarakat menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri lebih terbuka," kata Ketua Komisi V Yeremia Mendrofa kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil kajian Komisi V, Kecamatan Pasarkemis memang menjadi salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Banten.

"Wajar bila warga minta ada penambahan sekolah baru, karena hingga saat ini baru ada satu SMA Negeri. Sementara jumlah penduduknya lebih dari 340 ribu jiwa,"tuturnya.

Politikus PDIP ini menambahkan, pembangunan unit sekolah baru membutuhkan waktu yang cukup lama. Paling cepat baru bisa direalisasikan tiga tahun ke depan, dengan asumsi pengadaan lahannya dianggarkan pada APBD 2022.

"Pembangunan sekolah baru adalah solusi jangka panjang, makanya dalam waktu dekat kami akan memanggil Dindikbud Banten selaku mitra kerja Komisi V," tegasnya.

 

Masih dikatakan Yeremia, pihaknya akan mengusulkan sejumlah solusi jangka pendek, agar warga Pasarkemis mendapatkan layanan pendidikan sebagai mana mestinya.

"Solusi jangka pendek dengan program sekolah metaverse yang saat ini direncanakan pemprov, lalu solusi berikutnya tentu saja bisa melalui penambahan ruang kelas baru di SMAN 24 yang ada di Pasarkemis," pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan Ketua Rukun Warga (RW) yang tergabung dalam Forum RW Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang mendatangi Kantor Gubernur Banten, di KP3B, Curug, Kota Serang, pada Kamis (7/7).

Kedatangan pengurus Forum RW untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan pendidikan, khususnya SMA Negeri yang menjadi kewenangan Pemprov Banten.

Namun sayang, Forum RW gagal menemui Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar lantaran orang nomor satu di Banten sedang melaksanakan kegiatan di luar kantor. Pengurus Forum RW hanya diterima pejabat Dindikbud Banten untuk menyampaikan aspirasinya.

Koordinator Forum RW Pasarkemis, Kabupaten Tangerang Sampurna mengungkapkan, pihaknya sengaja datang ke KP3B lantaran membawa aspirasi penting yang dititipkan masyarakat Pasarkemis, Kabupaten Tangerang.

"Jumlah penduduk di Kecamatan Pasarkemis lebih dari 340 ribu jiwa, jumlah itu hampir sama dengan penduduk Kota Cilegon. Namun sayangnya, di Pasarkemis hanya ada satu SMA Negeri yakni SMAN 24. Itu memupuskan harapan sebagian besar masyarakat menyekolahkan anaknya di SMA Negeri," kata Sampurna kepada wartawan di depan Kantor Gubernur Banten.

SMAN 24 Kabupaten Tangerang yang berasa di Pasar Kemis hanya mampu menampung 432 siswa setiap tahunnya. Sementara calon siswa baru ribuan setiap awal tahun ajaran baru, lulusan dari tujuh SLTP/SMP yang ada di Pasarkemis yang tersebar di lima desa.

"Makanya kami minta kepada Penjabat Gubernur untuk membangun SMAN baru di Pasar Kemis. Sebab setiap PPDB khususnya jalur zonasi, banyak orang tua yang hanya bisa pasrah, ke SMAN 24 gak masuk, apalagi ke SMAN lain yang di luar Pasarkemis tidak masuk zonasi," tuturnya.

Ia melanjutkan, akibat hanya ada satu SMA Negeri, masyarakat Pasarkemis terpaksa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta dengan biaya yang lebih mahal. Beberapa warga bahkan terpaksa tidak melanjutkan pendidikan anak-anaknya lantaran keterbatasan biaya.

"Kami minta Pak Al Muktabar turun tangan terkait nasib masyarakat Pasarkemis. Bila membangun SMA Negeri baru membutuhkan waktu lama dan biaya yang besar. Kami mengusulkan agar SMP dan SMA PGRI disatukan untuk dijadikan SMA Negeri. Ini aspirasi masyarakat Pasarkemis yang kami bawa hari ini," tegasnya.

 

Perjuangan warga Pasarkemis untuk mendapatkan tambahan SMA Negeri, tambah Sampurna, telah dilakukan sejak 2019 lalu.

"Tahun 2019 kami mengadu ke Dindik Kabupaten Tangerang dan Banten, namun tapi tidak ada respon sampai sekarang. Makanya tahun ini kami memberanikan diri untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Penjabat Gubernur," tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Dindikbud Banten M Taqwim mengaku belum bisa berkomentar. “Saya belum bisa berkomentar banyak, karena yang menerima audiensi dengan Forum RW Pasarkemis Kabid SMA. Tapi pasti akan kami tindaklanjuti," katanya. (den/nda)