DECEMBER 9, 2022
Utama

Kurban Simbol Ketakwaan

post-img

SIMBOLIS: Pj Gubernur Banten Al Muktabar menyerahkan hewan kurban kepada Ketua DKM Masjid Raya Al-Bantani Prof Soleh Hidayat sebelum penyembelihan hewan kurban di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kota Serang, Minggu (10/7).  (Biro Adpim Pemprov Banten)

SERANG-Pelaksanaan sholat Idul Adha kemarin (10/7) berlangsung khusuk. Bupati dan walikota di Ban­­ten berbaur bersama saat pelak­sanaan sholat id.

Usai sholat dilakukan penyem­belihan hewan kurban berupa sapi.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melaksanakan sholat Idul Adha di lapangan terbuka yaitu Alun-alun Kramatwatu.

Usai sholat id, Bupati Tatu beserta jajaran menuju Masjid Jami Baitul Muslimin untuk menyerahkan secara simbolis hewan kurban sapi.

 Kata Tatu, bersyukur Pemkab Se­rang bisa melaksanakan dan mem­berikan hewan kurban kepada ma­syarakat. “Tentunya kami ber­harap semua ini bentuk dari ketak­waan kami semua (jajaran Pemkab Serang) kepada Allah SWT,” ujarnya.

Di tempat yang sama Asda I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Serang Nanang Supriatna mengatakan ada puluhan hewan kurban yang diserahkan.

Kata dia, Pemkab Serang me­nye­rahkan 53 hewan kurban sapi, ker­­bau dan kambing. Rinciannya 21 sapi, 2 kerbau, dan 30 ekor kambing.

“Sudah dibagikan kepada lembaga dan pondok pesantren se Kabupaten Serang,” ujar Nanang. 

Sementara itu, Pemkot Serang me­nyalurkan 76 ekor hewan kurban. Dari 76 hewan kurban terdiri atas 9 ekor sapi, 7 kerbau dan 60 kambing. Penye­rahan secara simbolis dilakukan oleh Walikota Serang Syafrudin kepada pengurus DKM Masjid Agung Ats-Tsauroh usai sholat id. 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Serang Hayaudin mengatakan, pe­nyerahan hewan kurban disalurkan kepada lembaga dan masyarakat yang telah mengusulkan sebelumnya. “Yang telah terkumpul dari berbagai OPD ada 76 ekor hewan kurban. Sapi, kerbau dan kambing,” ujarnya. 

Kata Hayaudin, tahun ini pihaknya menerima hewan kurban dengan ser­tifikaf bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). Ia mengaku saat ini ber­beda dengan tahun sebelumnya. “Penga­wasan kita ada DKP3 (Dinas Ketahan Pangan, Pertanian, dan Perikanan) kemudian hewan itu juga harus ada sertifikatnya,” katanya.

Walikota Serang Syafrudin mene­gas­kan, penyaluran hewan kurban dari Pemkot Serang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Di Cilegon,  Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta menyebar 13 ekor sapi untuk masjid, para relawan, dan komunitas di Kota Cilegon.

“Alhamdulillah ada 13 ekor sapi yang diserahkan kepada masjid, relawan, dan komunitas-komunitas yang menye­lenggarakan pemotongan hewan kur­ban. Semoga masyarakat yang me­nerima daging kurban nanti bisa senang dan bahagia,” ujar Sanuji.

Sanuji mendatangi sejumlah rumah warga untuk membagikan daging kur­bannya secara langsung ke masya­rakat untuk menghindari kerumunan.

Sementara di Kabupaten Tangerang, Bupati Ahmed Zaki Iskandar memas­tikan seluruh hewan kurban di Kabu­paten Tangerang bukan hanya halal tetapi juga thayyib.

“Insya Allah Kabupaten Tangerang, selama dilaporkan adanya dugaan PMK, sudah kita tangani dan mudah-mudahan kita menyiapkan korban-korban untuk masyarakat bukan juga halal tetapi juga thayyib,” ungkap Bupati Zaki usai sholat id di Masjid Agung Al-Amjad. 

Zaki menekankan momentum hari raya kurban untuk dapat saling berbagi dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta senantiasa bersyukur.

Zaki juga mengingatkan agar masya­rakat Kabupaten Tangerang untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan dan melengkapi vaksinasi.

Di Tangsel, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyerahkan secara simbolis hewan qurban kepada Takmir Masjid Islamic Center Baiturahmi, Minggu (10/7).

Sementara Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan juga menyerahkan secara simbolis hewan kurban berupa sapi kepada takmir masjid Al-Ithisom, Puspemkot Tangsel.

Saat penyerahan hewan kurban, Walikota Benyamin berharap hewan kurban itu dapat memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat di Tangerang Selatan.

“Semoga hewan kurban ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat dan betul-betul diterima kepada mereka yang berhak,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa ma­syarakat tak perlu khawatir dengan ke­sehatan hewan yang akan dikur­bankan. Terkait wabah PMK Pemkot telah melakukan berbagai pencegahan. Mulai dari administrasi harus dilengkapi oleh pedagang hewan kurban dan dokter-dokter hewan terus melakukan pe­ngecekan kepada hewan yang di­kurbankan.

Sementara Ketua DPD Golkar Ka­bu­paten Tangerang Mad Romli me­nyerahkan hewan kurban berupa 29 sapi kepada 29 ketua PK Golkar Kecamatan.

Mad Romli mengatakan, sapi kurban berasal dari Jawa tersebut telah di­nyatakan sehat dan bebas dari PMK.

“Sapi ini dinyatakan sehat oleh dinas terkait, sehingga bisa dipotong dan bebas dari PMK,”terang Mad Romli. (jek-fdr-bam-mul-ful/alt)

#fadhil