DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Kota Serang Rentan Kekerasan Berbasis Gender

post-img

SERANG–Kota Serang dianggap masih rentan terhadap kekerasan pada perempuan berbasis gender. Penilaian itu disampaikan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Serang, kemarin (10/8).

Kepala Bidang Kajian Advokasi dan Aksi HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru Muhammad Abdul Aziz mengatakan, penilaian tersebut disimpulkan atas hasil kuisioner yang dilakukan HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru kepada masyarakat dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang.

“Hampir 90 persen lebih masyarakat menilai Kota Serang belum aman kekerasan berbasis gender,” kata Aziz.

Aziz mengatakan, dari kuisioner yang disebar diketahui bahwa masih banyak koban kekerasan seksual yang ada di Kota Serang. Mereka juga menilai Kota Serang masih belum aman untuk perempuan.

 “Kita sampaikan tuntuatn kita ke Kota Serang dalam aksi ini,” ujarnya.

Aziz mendesak Pemkot Serang segera berbenah memperbaiki masalah tersebut. Pemkot harus aktif melakukan edukasi kepada masyarakat karena masih banyak masyarakat yang belum tahu bentuk kekerasan gender. Infrasruktur Kota Serang yang mendukung keamanan terhadap perempuan juga perlu didorong agar Kota Serang menjadi tempat yang aman hingga ke kampung-kampung.

“Ini juga bisa diperkuat lewat Perda sampai dibuatkan kanal untuk laporan kekerasan pada perempuan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri yang menemui massa aksi dari HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru mengaku akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Pemkot Serang.

Usulan mewujudkan Kota Serang yang aman dari pelecehan seksual akan ditindaklanjuti. Termasuk jika memang harus dibuatkan perda yang mengatur terkait dengan hal tersebut.

“Persoalan gender memang menjadi perhatian kami semua yah, karena memang ke depannya gerakan pemuliaan perempuan kalau memang harus dibuatkan Perda, ya kami akan buatkan Perdanya," tandas Hasan. (rbnn/nda)