DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Pemkot Tangsel Andalkan Bantuan CSR

post-img

BANTUAN: Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberikan bantuan kepada sejumlah veteran memperingati Hari Veteran Nasional di GOR Ciputat, Rabu (10/8). (SYAIFUL/RADAR BANTEN)

1500 Warga Belum Miliki Septic Tank

CIPUTAT-Pemerintah Kota Ta­nge­rang Selatan (Tangsel) rupanya belum maksimal menangani persoalan sanitasi. Khususnya tentang septic tank. 

Dalam upayanya, Pemkot Tangsel mengandalkan bantuan keuangan dari Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan. Bantuan CSR ini dikelola oleh Tim Fasilitasi CSR Kota Tangsel.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, penanganan sanitasi bukan per­kara mudah. Menurutnya, per­soa­­lan ini tidak hanya sebatas mela­ku­­kan pembangunan fisik berupa pem­­buatan septic tank. Namun juga upaya mengubah kebiasaan warga yang masih terbiasa membuang hajat di kali atau empang.

“Melalui program CSR, pelan-pe­lanlah. Karena bukan soal mem­ba­ngun fisik. Tapi juga membudayakan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” ujarnya saat menghadiri Hari Ve­teran Nasional yang diadakan Le­giun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di GOR Ciputat, Rabu (10/8)

Lebih jauh Benyamin mengatakan, bahwa Dinas Kesehatan Kota Tangsel ju­ga terus melakukan upaya sosia­lisasi kepada warga yang masih biasa mem­­buang hajat di empang. “Nah, ini yang terus kita beri pemahaman,” jelasnya. 

Ketika ditanya apakah akan membuat program pembangunan septic tank pada tahun depan, Benyamin enggan men­­jawab. “Itu saja ya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1500 warga Kota Tangsel masih belum memiliki sanitasi yang baik dan sehat. Me­reka belum memiliki septic tank. Ban­tuan septic tank datang melalui pro­gram CSR yang dikelola Tim Fa­silitasi CSR Kota Tangsel.

Ketua Tim Fasikitasi CSR Kota Tangsel Lista Hurustiati mengatakan, sejauh ini pihaknya telah membangun 30 septic tank di Kota Tangsel.

Inisiatif membangun septic tank war­ga menurutnya, karena sejauh ini Dinas Kesehatan dan Dinas Pe­ru­mahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan diketahui belum meng­anggarkan pembuatan septic tank bagi warga. “Sehingga kami berinisiatif membangun septic tank bagi warga,” ujarnya.

Terdapat empat Kecamatan yang sa­ni­tasi benar-benar buruk di anta­ranya Kecamatan Setu, Kecamatan Ser­pong, Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Lengkong Wetan. “Memang di tempat ini masih ratusan warganya belum memiliki septik-tank. Mereka masih gunakan wc gantung,” jelasnya.

Menurut Lista, dalan pembuatan septic tank diperlukan Rp 3 juta sampai Rp 4 juta dan biayanya sepenuhnya meng­gunakan uang perusahaan yang disalurkan langsung pihaknya.

Sementara Kasi Kesehatan Ling­kungan (Kesling) Dinkes Kota Tangsel Ichsan mengungkapkan, Dinkes tidak ber­wenang untuk menganggarkan pem­bangunan septic tank, karena hal itu merupakan ranah dari dinas terkait.

“Kalau kita memang tidak ada anggaran untuk pembangunan septic tank, untuk pembangunan ada di dinas lain,” ujarnya. Terkait program apa saja yang sudah dilakukan Dinkes menangani sanitasi di Kota Tangsel, Ichsan mengaku akan menyam­paikannya setelah mendapat izin Kadis Kesehatan. “Nanti silakan ber­temu dengan pimpinan ya pak” sing­katnya. (ful/asp)