BANTUAN: Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberikan bantuan kepada sejumlah veteran memperingati Hari Veteran Nasional di GOR Ciputat, Rabu (10/8). (SYAIFUL/RADAR BANTEN)
1500 Warga Belum Miliki Septic Tank
CIPUTAT-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rupanya belum maksimal menangani persoalan sanitasi. Khususnya tentang septic tank.
Dalam upayanya, Pemkot Tangsel mengandalkan bantuan keuangan dari Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan. Bantuan CSR ini dikelola oleh Tim Fasilitasi CSR Kota Tangsel.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, penanganan sanitasi bukan perkara mudah. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya sebatas melakukan pembangunan fisik berupa pembuatan septic tank. Namun juga upaya mengubah kebiasaan warga yang masih terbiasa membuang hajat di kali atau empang.
“Melalui program CSR, pelan-pelanlah. Karena bukan soal membangun fisik. Tapi juga membudayakan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” ujarnya saat menghadiri Hari Veteran Nasional yang diadakan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di GOR Ciputat, Rabu (10/8)
Lebih jauh Benyamin mengatakan, bahwa Dinas Kesehatan Kota Tangsel juga terus melakukan upaya sosialisasi kepada warga yang masih biasa membuang hajat di empang. “Nah, ini yang terus kita beri pemahaman,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah akan membuat program pembangunan septic tank pada tahun depan, Benyamin enggan menjawab. “Itu saja ya,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1500 warga Kota Tangsel masih belum memiliki sanitasi yang baik dan sehat. Mereka belum memiliki septic tank. Bantuan septic tank datang melalui program CSR yang dikelola Tim Fasilitasi CSR Kota Tangsel.
Ketua Tim Fasikitasi CSR Kota Tangsel Lista Hurustiati mengatakan, sejauh ini pihaknya telah membangun 30 septic tank di Kota Tangsel.
Inisiatif membangun septic tank warga menurutnya, karena sejauh ini Dinas Kesehatan dan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan diketahui belum menganggarkan pembuatan septic tank bagi warga. “Sehingga kami berinisiatif membangun septic tank bagi warga,” ujarnya.
Terdapat empat Kecamatan yang sanitasi benar-benar buruk di antaranya Kecamatan Setu, Kecamatan Serpong, Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Lengkong Wetan. “Memang di tempat ini masih ratusan warganya belum memiliki septik-tank. Mereka masih gunakan wc gantung,” jelasnya.
Menurut Lista, dalan pembuatan septic tank diperlukan Rp 3 juta sampai Rp 4 juta dan biayanya sepenuhnya menggunakan uang perusahaan yang disalurkan langsung pihaknya.
Sementara Kasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Kota Tangsel Ichsan mengungkapkan, Dinkes tidak berwenang untuk menganggarkan pembangunan septic tank, karena hal itu merupakan ranah dari dinas terkait.
“Kalau kita memang tidak ada anggaran untuk pembangunan septic tank, untuk pembangunan ada di dinas lain,” ujarnya. Terkait program apa saja yang sudah dilakukan Dinkes menangani sanitasi di Kota Tangsel, Ichsan mengaku akan menyampaikannya setelah mendapat izin Kadis Kesehatan. “Nanti silakan bertemu dengan pimpinan ya pak” singkatnya. (ful/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
