DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Satpam Rampok Toko Ponsel

post-img

DIGIRING: Ibnu saat digiring oleh petugas ke Mapolres Serang, Selasa (10/8).(Polres Serang for Radar Banten)


SERANG-Belum sepekan me­nikmati uang hasil kejahatan­nya, identitas Ibnu (29), ter­bong­kar. Selasa (9/8), lelaki yang bekerja sebagai satpam ini ditang­kap di tempatnya be­kerja di Kawasan In­dustri Jaba­beka, Cikarang Selatan, Kabu­pa­ten Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).  

Kapolres Serang Ajun Ko­mi­saris Besar Polisi (AKBP) Yudha Satria mengatakan, Ibnu diduga telah merampok toko ponsel Sahabat Seluler di Pasar Tambak, Ke­camatan Kibin, Kabupaten Serang pada Sabtu (6/8) lalu. Dia melakukan aksi­nya sekira pukul 22.30 WIB. “Kejadi­an peram­pokan­nya saat toko hendak tutup,” kata Yudha, Rabu (10/8).

Pemuda asal Desa Sukarukun, Ke­­ca­mat­an Sukatani, Kabupa­ten Bekasi ini beraksi seorang diri. Usai satu jam me­mantau si­tuasi, Ibnu bergerak masuk ke toko melalui pintu belakang. 

Saat bertemu Nicholas Hakim (41), di dalam toko, Ibnu langsung me­no­dong­kan golok. Di bawah todongan sen­jata ta­jam (sajam), pe­milik toko ter­sebut pasrah. 

“Pelaku kemudian menge­luarkan plastik agar korban me­masukan HP dan uang ke kan­tong plastik,” tutur Yudha.

Korban yang ketakutan di­ba­cok me­nuruti perintah Ibnu. Uang sebesar Rp100 juta di­ma­sukkan Nicholas Hakim ke dalam kantong plastik.

“Pelaku juga meminta agar korban mengambil handphone yang ada di took, namun seluruh handphone sudah di­masuk­an ke dalam brankas. Pelaku hanya men­dapatkan uang lalu keluar toko dan mengunci korban dari luar,” kata Yudha. 

Setelah berhasil keluar dari toko, Nicholas Hakim mela­por­­kan peristiwa itu ke Ma­pol­res Serang. Tim Resmob Sat­­res­krim Polres Serang da­tang ke lokasi kejadian dan me­lakukan olah tem­pat kejadi­an perkara (TKP). 

Rekaman kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV).

“Dari rekaman CCTV itu, ka­mi me­ngetahui identitas pe­laku, Tim Resmob langsung ber­gerak dan berhasil menang­kap pelaku di tempat kerjanya ke­marin,” ung­kap alumnus Akpol 2002 tersebut. 

Sementara Kasat Reskrim Pol­res Se­rang Ajun Komisaris Po­lisi (AKP) Dedi Mirza me­nu­turkan, uang hasil rampokan itu oleh Ibnu digunakan untuk mem­beli cincin emas serta me­lunasi utang.

“Ma­sih tersisa, uangnya juga di­belikan handphone dan se­peda motor untuk ke­perluan be­kerja dan sisa lainnya di­gu­nakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Dedi.

Atas perbuatannya, penyidik men­jerat Ibnu dengan sang­ka­­an melanggar Pasal 363 KUH Pi­dana. “Ancaman hukuman pi­­­d­ana selama tujuh tahun,” tu­tur man­tan Kanit Reskrim Pol­­sek Cikande tersebut. (fam/nda)