Telinga berdenging atau yang dikenal dengan istilah tinnitus adalah kondisi di mana seseorang mendengar suara yang tidak berasal dari luar, seperti suara dengung, berdenging, atau bahkan suara desisan.
Suara ini bisa sangat mengganggu dan bervariasi dalam intensitasnya. Dari yang sangat ringan hingga yang sangat mengganggu.
Meskipun banyak yang menganggap telinga berdenging sebagai masalah sepele, sebenarnya kondisi ini bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.
PENYEBAB SEPELE
Paparan suara keras.
Salah satu penyebab paling umum dari tinnitus adalah paparan suara keras, baik suara bising dari konser musik, mesin, atau suara kendaraan.
Paparan suara keras dalam waktu lama dapat merusak sel-sel rambut di dalam telinga yang berfungsi untuk mendeteksi suara.
Kerusakan sel-sel ini dapat menyebabkan gangguan dalam cara otak memproses suara, sehingga menghasilkan suara dengungan atau tinnitus.
Penumpukan kotoran telinga.
Kotoran telinga atau cerumen yang menumpuk di saluran telinga juga bisa menyebabkan sensasi berdenging. Karena, dapat menghalangi jalan masuk suara dan menyebabkan tekanan pada gendang telinga.
Tekanan ini lah yang bisa mengganggu sistem pendengaran dan menghasilkan suara tinnitus.
Perubahan tekanan udara.
Perubahan tekanan udara, seperti yang terjadi saat terbang dengan pesawat atau saat mendaki gunung, dapat menyebabkan telinga berdenging.
Perubahan tekanan udara ini mempengaruhi tekanan di dalam telinga tengah, yang kemudian dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman atau dengungan.
Dalam kasus ini, tinnitus biasanya bersifat sementara.
Kondisi kesehatan sementara.
Beberapa infeksi telinga atau flu juga bisa menyebabkan telinga berdenging. Misalnya, pilek yang disertai dengan penyumbatan saluran Eustachius, dapat menyebabkan perubahan tekanan di telinga tengah. Sehingga, mengarah pada munculnya suara berdenging.
Tinnitus jenis ini akan menghilang setelah infeksi atau flu sembuh.
PENYEBAB SERIUS
Terkadang, telinga berdenging bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius.
Berikut ini beberapa penyebab yang lebih kompleks dan membutuhkan perawatan medis.
Saraf pendengaran rusak.
Kerusakan pada saraf pendengaran bisa terjadi akibat berbagai faktor, seperti penuaan, penyakit, atau cedera.
Kerusakan saraf ini dapat menyebabkan gangguan dalam pengolahan suara oleh otak, sehingga menghasilkan tinnitus.
Dalam beberapa kasus, kerusakan saraf pendengaran ini bisa bersifat permanen dan menyebabkan penurunan kemampuan pendengaran.
Penyakit Meniere.
Penyakit Meniere adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang ditandai dengan episode vertigo (pusing), gangguan pendengaran, dan tinnitus.
Penyebab pasti penyakit ini masih belum sepenuhnya dipahami. Tapi, diyakini bahwa perubahan tekanan cairan di telinga bagian dalam berperan dalam terjadinya kondisi ini.
Penyakit Meniere bisa menyebabkan tinnitus yang kronis dan gangguan pendengaran yang progresif jika tidak diobati.
Tumor pada saraf pendengaran (Neuroma Akustik).
Neuroma akustik adalah jenis tumor jinak yang berkembang di sepanjang saraf pendengaran. Meskipun tidak bersifat kanker, tumor ini dapat menekan saraf dan menyebabkan berbagai gejala, termasuk tinitus, gangguan keseimbangan, dan penurunan pendengaran.
Gangguan pembuluh darah.
Dalam beberapa kasus, tinnitus bisa disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah di sekitar telinga.
Penyempitan pembuluh darah (stenosis) atau kelainan pembuluh darah seperti aneurisma bisa memengaruhi aliran darah ke telinga dan menyebabkan suara berdenging.
Tinnitus akibat masalah pembuluh darah sering terdengar seperti detakan atau suara berdenyut yang seirama dengan detak jantung.
Cedera kepala atau leher.
Telinga berdenging juga dapat disebabkan oleh cedera pada kepala atau leher, yang dapat merusak struktur telinga atau saraf pendengaran.
Cedera semacam ini bisa mengarah pada munculnya tinnitus.
Beberapa kasus, gejalanya bisa berlangsung lama, bahkan setelah cedera sembuh.
Hipertensi.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi aliran darah ke telinga dan menyebabkan berbagai masalah, termasuk tinnitus.
Pada beberapa orang, hipertensi bisa memengaruhi pembuluh darah di sekitar telinga dan menyebabkan munculnya suara berdenging.
Tinnitus akibat hipertensi sering disertai dengan gejala lain seperti pusing dan sakit kepala. (suf/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
