DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Bupati Raih Penghargaan IGA 2025

post-img

PANDEGLANG – Bupati Raden Dewi Setiani meraih penghargaan tingkat nasional pada ajang Innovative Gover­nment Award (IGA) 2025 yang diseleng­garakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemendagri menobatkan Pemkab Pandeglang sebagai Pemerintah Daerah dengan Kenaikan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tertinggi Tahun 2025.

Penganugerahan digelar di Kempinski Grand Ballroom, Lantai 11, Kebon Ka­cang Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/12). Bupati Raden Dewi Setiani menerima langsung piagam penghar­gaan dari Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan lom­patan inovasi yang dilakukan Pemkab Pandeglang.

Sebelumnya, Dewi Setiani juga meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif melalui program digitalisasi pelayanan pada Radar Banten Award 2025, Selasa (25/11). Piagam penghar­gaan diserahkan langsung Direktur Radar Banten Group, Mashudi, dalam acara yang digelar di Graha Pena Ballroom Radar Banten, Jalan Kolonel Tb. Suwandi, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas terobosan Pemkab Pandeglang dalam mengembangkan pelayanan publik berbasis teknologi. Salah satunya, yakni aplikasi Dewi Iing Klik (Didingklik) yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan secara cepat, efisien, dan transparan.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang serta dukungan kuat dari masyarakat,” ujar Bupati Dewi Setiani, didampingi Kepala Bappeda Pandeglang, Sutoto, usai menerima penghargaan IGA di Jakarta.

Menurutnya, penghargaan dari Kemendagri menjadi motivasi bagi dirinya bersama jajaran untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inovatif. “Semoga Pandeglang semakin maju, adaptif, dan mampu berkembang di seluruh sektor pelayanan dan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan, IGA merupakan agenda strategis Ke­mendagri untuk mendorong peme­rintah daerah berinovasi secara berke­lanjutan. “Pemerintah berharap lahir lebih banyak inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mem­perkuat ekonomi daerah, serta me­ningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Tahun ini, tema inovasi mengusung semangat “Asa Cinta”, yang mencer­minkan keselarasan antara inovasi daerah dan kebijakan nasional. “Se­hingga setiap inisiatif pembangunan mampu menghadirkan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.(pur/mas)