DISKUSI: Kepala Disperindag Banten Babar Suharso dan Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid saat diskusi dengan jurnalis Banten di KP3B. (den saprol/radar banten)
Pemprov Banten Ajukan Protes
Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya, awal tahun depan akan membangun pabrik minyak goreng (migor) di Kota Cilegon, Provinsi Banten.
IRONISNYA, kendati lokasi pembangunan pabrik di Provinsi Banten, namun BUMD Jakarta tidak mengajak BUMD milik Pemprov Banten untuk bekerja sama. Justru PT Food Station bekerjasamanya dengan BUMD milik Pemprov Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, pembanguan pabrik minyak goreng digagas BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya tanpa melibatkan Banten.
Tapi bekerja sama dengan BUMD Provinsi Jawa Barat (PT Agro Jabar) dan BUMD Jawa Tengah (PT Jateng Agro Berdikari) akan dibangun dengan anggaran senilai Rp150 miliar.
“Informasi yang kami terima, saat ini pembangunan pabrik minyak goreng di Kota Cilegon tersebut dalam proses feasibility study (studi kelayakan),” kata Kepala Disperindag Banten Babar Suharso di KP3B, kemarin.
Ia melanjutkan, Provinsi Banten sebagai provinsi terbuka terhadap investasi, tentu tidak ada persoalan dengan pembangunan pabrik baru di wilayah Provinsi Banten. Hanya saja pihaknya menyayangkan terkait pembangunan pabrik minyak goreng di Kota Cilegon, BUMD DKI Jakarta justru tidak melibatkan atau membangun kerja sama dengan BUMD milik Pemprov Banten.
“Pemprov Banten kan punya BUMD Agrobisnis seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, mestinya sebelum bekerja sama dengan PT Agro Jabar dan PT Jateng Agro Berdikari, kan bisa mengajak BUMD milik Pemprov Banten terlebih dahulu,” bebernya.
Babar mengaku akan segera melayangkan protes ke Pemprov DKI Jakarta (PT Food Station Tjipinang Jaya), dan meminta pembangunan pabrik minyak goreng di Cilegon melibatkan BUMD milik Pemprov Banten.
“Wajar kalau Pemprov Banten protes, karena pembangunan pabriknya di Provinsi Banten. Jangan sampai BUMD Banten justru jadi penonton, terlebih hanya Provinsi Banten di Pulau Jawa yang memiliki perkebunan sawit,” pungkas Babar.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Banten Muhammad Faizal mengaku terkejut rencana pembangunan pabrik minyak goreng di wilayah Banten, yang akan dibangun PT Food Station Tjipinang Jaya selalu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta bekerjas ama dengan BUMD milik Pemprov Jabar dan Jateng.
“Kami baru dengar informasi ini, mungkin ada pertimbangan tertentu yang kami belum tahu sehingga BUMD Agrobisnis milik Pemprov Banten tidak dilibatkan,” katanya.
Politikus Golkar ini melanjutkan, setiap investasi yang masuk ke Banten prinsipnya harus bermanfaat bagi masyarakat Banten, sehingga ikut membangkitkan usaha dan ekonomi masyarakat sekitar pabrik yang dibangun di Banten.
“Selama ini BUMD Agrobisnis yang menjadi mitra kerja Komisi III, belum pernah menyampaikan terkait rencana kerjasama dengan BUMD Provinsi lain dalam hal pembangunan pabrik minyak goreng di Kota Cilegon. Sehingga Komisi III tidak tahu apakah PT Agrobisnis sudah pernah melakukan penawaran kerjasama ke PT Food Station Tjipinang Jaya,” bebernya.
Agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat, Faizal mengaku dalam waktu dekat akan memanggil jajaran direksi PT Agrobisnis dan OPD terkait, untuk memastikan tidak dilibatkannya BUMD milik Pemprov Banten dalam pembangunan pabrik minyak goreng di Kota Cilegon tersebut.
“Banyak hal yang harus dipertimbangkan, bisa jadi BUMD Banten pernah diajak join, namun tidak pernah mengajukan penawaran kerja sama lantaran tidak memiliki anggaran. Sebab pembangunan pabrik itu dibangun dengan dana patungan antar BUMD. Jadi semua harus dipertimbangkan dulu sebelum Pemprov Banten mengajukan protes,” pungkasnya.
Diketahui akhir Juni 2022 lalu, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang Jaya telah mematangkan rencana pembangunan pabrik minyak goreng (migor) bersama BUMD Provinsi Jawa Barat (PT Agro Jabar) dan BUMD Jawa Tengah (PT Jateng Agro Berdikari) yang lokasinya di Kota Cilegon.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo kepada wartawan mengatakan bahwa pembangunan pabrik minyak goreng membutuhkan anggaran sekira Rp150 miliar.
“Anggaran pembangunan pabrik sekira Rp150 miliar, tapi saat ini Pemprov Jawa Timur juga berminat join pabrik ini, katanya.
Untuk pembangunan pabrik itu, pendanaan berasal dari BUMD masing-masing daerah. Pamrihadi menyebut, pendanaan bisa dilakukan melalui kredit bank atau skema lainnya. Hal itu teknisnya akan dibahas lebih lanjut.
Terkait realisasi pembangunan pabrik minyak goreng di Kota Cilegon tersebut, direncanakan mulai pada Januari 2023. Pembangunan pabrik minyak goreng itu ditargetkan rampung pada Juni 2023.
“Lokasi pabrik dipastikan di Cilegon, karena akan bekerja sama dengan PT Krakatau Jasa Logistik selaku pemilik lahan calon pabrik minyak goreng,” tuturnya.
Pamrihadi menjelaskan, lokasi pabrik minyak goreng diputuskan di Cilegon setelah ada studi kelayakan sebelumnya. Dia menyebut, dengan lokasi Cilegon yang dekat dermaga akan memudahkan distribusi pengiriman bahan baku minyak dari kapal tongkang atau tanker melalui pipa ke lokasi pabrik.
“Tujuannya untuk cost efficiency, sebab pasokan bahan baku minyak goreng akan dipasok dari Sumatera Utara dan Kalimantan,” bebernya. (den/alt)
#fadhil
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
