DECEMBER 9, 2022
Utama

Menko Airlangga Ungkap Pengembangan Digitalisasi Indonesia Diakui Dunia

post-img

EKONOMI DIGITAL: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sesi Leaders Talk Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) tahun 2022, di Bali Internasional Convention Center, Senin (11/7).

NUSA DUA - Pemerintah telah memiliki strategi nasional ekonomi digital untuk memastikan berbagai inisiatif dan program terkait dapat terimplementasi dengan efektif. Pemerintah juga telah berkomit­men te­rus mendorong digitalisasi di ber­­­­bagai sek­tor seperti infrastruktur cyber optic, pem­­buatan prototipe low earth sa­­­telite, pe­­ngembangan data center, serta di­gi­ta­­lisasi sektor industri, kesehatan, dan pen­didikan.

Menteri Koordinator Bidang Per­eko­nomian Airlangga Hartarto dalam sesi Lea­ders Talk Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) tahun 2022 yang berlangsung di Bali Internasional Convention Center, Senin (11/07), men­jelaskan progres digitalisasi yang tengah dilakukan oleh Pemerintah melalui sinergi dengan berbagai pihak.

“Pemerintah sudah mempunyai strategi nasional ekonomi digital. Terkait dengan infrastruktur, selain satelit juga infrastruktur dalam bentuk cyber optic yang tersambung dari timur ke barat, dari Papua hingga Aceh. Ini menekankan bahwa timur itu penting untuk digitalisasi,” jelas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga men­jelaskan bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Elon Musk beberapa waktu lalu juga mendorong digitalisasi Indonesia.

Di antaranyayaitu ten­tang prototyping low earth satelite yang bisa menjadi game changer bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Menko Airlangga kemudian menyam­pai­kan bahwa dalam bentuk sektoral di­gita­lisasi, Indonesia telah meluncurkan in­dustri 4.0 di tahun 2018 lalu yang ke de­pan­nya juga dapat menjadi game changer ka­re­na antara industri dan ser­vice akan ter­gabung dengan adanya di­gitalisasi.

Di sektor kesehatan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia berhasil menangani Covid-19 dengan meman­faatkan digitalisasi yaitu melalui aplikasi PeduliLindungi yang telah di-install oleh lebih dari 10 juta masyarakat. Di tahun ke­dua pandemi Covid-19, Indonesia me­nangani Covid-19 menggunakan digital health service atau telemedicine.

“Negara lain surprise kenapa kita bisa mena­ngani omicron. Dengan PeduliLin­du­ngi, begitu ada yang positif, bisa menggu­nakan telemedicine dan obat-obatan di­­­ki­rim ke rumah. Ini salah satu langkah re­volusioner yang dilakukan Indonesia,” ungkap Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga ju­ga menuturkan bahwa ketika men­­jadi pembicara pada forum-fo­rum World Eco­nomic Forum di Davos be­­­be­rapa waktu lalu, upaya Indonesia dalam melakukan digitalisasi telah diakui berbagai negara. Utamanya tentang Program Kartu Prakerja sebagai salah satu bentuk sistem financial inclusion da­lam bentuk Government to Public yang dilakukan Indonesia.

“Ini pertama kali pembayaran langsung ke e-wallet, dan Kartu Prakerja ini meru­pa­kan program Government to Public ter­be­sar di dunia. Program Kartu Prakerja juga diapresiasi oleh UNDP, World Bank dan yang lain. Ini bisa direplikasi untuk fi­nan­cial inclusion di berbagai negara lain,” tutur Menko Airlangga.

Menko Airlangga lebih lanjut juga men­ceritakan momen ketika melakukan per­temuan dengan Menteri Keuangan Belanda yang diantaranya membahas tentang digitalisasi dan inklusi keuangan.

“Saya sebut perempuan itu lebih trust worthy. Ini salah satu juga kenapa financial inclusion di Indonesia ditujukan kepada kaum ibu-ibu. Target keuangan inklusi sendiri saat ini sudah mencapai 83% dan dinaikkan menjadi 90% di tahun 2022,” kata Menko Airlangga.

Menutup paparannya, Menko Airlangga menekankan pentingnya pendidikan yaitu penciptaan digital talent untuk mendukung berbagai langkah digitalisasi yang tengah gencar dilakukan oleh In­donesia.

“Kita butuh 600.000 digital talent atau 9 juta digital talent untuk 15 tahun ke depan,” pungkas Menko Airlangga.

Acara Leaders Talk yang dimoderatori oleh Gubernur Bank Indonesia tersebut, juga turut menghadirkan narasumber secara langsung yakni Menteri Keuangan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Wakil Menteri Dalam Negeri. Sementara itu, narasumber yang hadir secara virtual yakni Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (*)

#fadhil