DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Gedung City Gallery Tangsel Belum Dibuka untuk Umum

post-img

Sudah 2 Tahun Diresmikan

CIPUTAT - Sejak diresmikan Walikota Airin Rachmi Diany 7 Agustus 2020 la­lu, gedung City Gallery dan menara pan­dang Kota Tangsel, hingga kini belum juga dibuka untuk umum.

Sudah 2 tahun lebih gedung dan menara ini masih tertutup rapat. Padahal, pem­ba­ngunan gedung City Gallery ini di­ga­dang-gadang bakal menjadi pusat il­mu sejarah Kota Tangsel dengan ber­bagai macam koleksi foto dan sumber lite­rasi di dalamnya. 

Selain itu menara pandang 13 lantai ini juga akan dijadikan objek wisata ba­gi masyarakat. Menanggapi belum di­bukanya gedung City Gallery dan me­nara pandang, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengaku masih berkon­sultasi dengan sejumlah arsitektur terkait pem­benahan interior dan eksterior ke­dua bangunan tersebut.

“Saya kemarin berdiskusi dengan Pak Budi Pradono, seorang arsitektur, (mem­bahas-red) interornya dan di luarnya (ba­ngunan-red) mau ditata lagi supaya lebih cantik,” ujar Pilar usai melepas Kontingen Kwarcab Pra­muka Kota Tangsel di Puspemkot Tangsel, Ka­mis, (11/8).

Pilar menjelaskan, selain memperindah interior dan eksterior bangunan, dirinya juga mengusulkan sejumlah Organisasi Pe­rangkat Daerah (OPD) mengisi ke­giatan di tempat itu untuk menghidupkan sua­sana bangunan.

“Saya pinginnya juga ada tourism cen­­ter, tamu-tamu dari luar kota bisa di­bawa ke sini. Lalu juga diisi dengan pa­­meran-pameran, ocoprin, griya, De­kranasda dan lainnya, supaya kegiatan di City Gallery ini bisa dinikmati oleh se­mua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Pilar sepakat bahwa City Gallery dan menara pandang harus segera mungkin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Memang harus dikelola secara mak­si­mal, sayang sekali kalau tidak mak­simal pengelolaannya,” jelasnya.

Terkait biaya yang mungkin saja ditarik sebagai retribusi memasuki gedung, sejauh ini Pilar mengaku masih melihat aturan terlebih dahulu. “Nanti kita lihat secara aturan seperti apa. Apa­kah harus dengan retribusi atau tidak,” tandasnya. 

Sementara itu, Akbar warga Ciater yang rumahnya tak jauh dari gedung itu menginginkan agar gedung itu segera di­buka untuk umum. Menurutnya, ge­dung ini sudah menghabiskan ang­garan miliaran rupiah sehingga harus dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Biar kami juga tahu, di dalam gedung itu ada apa sih? Lalu, kalau ada kegia­tan, bi­­sa gak kami diberdayakan,” ujar­nya.(ful/asp)