DECEMBER 9, 2022
Utama

Lansia Suspek Cacar Monyet

post-img

Kepala Dinkes Kota Cilegon Ratih Purnamasari saat memberikan keterangan pers di kantor Dinkes Kota Cilegon.(bayu/radar banten)


CILEGON – Wanita lanjut usia (Lansia) berusia 60 tahun di Kecamatan Pulomerak dinyatakan suspek cacar monyet atau monkeypox.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari pun telah memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers di kantor Dinkes Kota Cilegon, Kamis (11/8).

Ratih menjelaskan, pada tanggal 8 Agustus 2022 jam 09.30 WIB Lansia ber­inisial Y tersebut berobat ke Pus­kes­mas Pulomerak. 

Saat diperiksa oleh tim medis Puskes­mas ditemukan gejala tidak spesifik mon­key Pox meskipun begitu dalam rang­ka meningkatkan kewaspadaan ter­hadap penyakit monkey pox dan me­mastikan upaya penemuan kasus dan respon sesuai kriteria kasus pada pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit monkey pox yang telah diter­bitkan oleh Kemenkes per tanggal 30 Mei 2022, sehingga Dinkes tetap me­la­kukan pemeriksaan penunjang (laboratorium).

Tim surveillance Puskesmas mela­por­kan ke tim surveillance Dinkes Kota Cilegon kemudian pada tanggal 8 Agustus 2022 pukul 10.30 WIB, Tim Dinkes ke Puskesmas dan dengan tim Surveilance Puskesmas melakukan in­vestigasi dan pelacakan kontak erat. 

“Analis Lab Puskesmas melakukan pe­ngambilan sampel swab orofaring, swab krusta lesi, dan pengambilan se­rum darah. Sampel dikirim ke Labkesda Kota Cilegon untuk dikirim ke Litbangkes Jakarta,” ujar Ratih.

Pasien saat ini masih menjalani isolasi man­diri dan dalam keadaan umum baik, berdasarkan laporan pemantauan pus­kesmas setempat hari ini tanggal 11 Agustus 2022 pukul 11.00 WIB.

Ratih mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu resah, tetap menjaga pe­rilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, jaga jarak. untuk mencari in­formasi tentang kesehatan silakan meng­­hubungi puskesmas terdekat agar tidak terjadi berita hoax.

Kepala Puskesmas Pulomerak, Isnayati men­jelaskan, gejala yang dialami Y yaitu adanya bintik yang timbul seperti cacar di kulit. 

Menurutnya, berdasarkan hasil pe­nelusuran, anggota keluarga yang ber­sangkutan tidak mengalami gejala yang sama sehingga tidak perlu dilakukan isolasi.

Menurut Isnayati, Y tidak tercatat me­lakukan perjalanan ke luar negri, na­mun diakui melakukan perjalanan ke luar kota.

“Dia memang keluar daerah, tapi bukan daerah transmisi lokal untuk Monkey Pox. Saya enggak perlu sebutkan daerahnya, khawatir takut disebut trans­misi lokal pada daerah tersebut. Di Indonesia ini belum ada, 17 kasus di Indonesia semuanya di-swab PCR ha­silnya negatif, kita harap yang ini ju­ga negatif,” ujarnya. (bam/air)