DECEMBER 9, 2022
Olahraga

Skuad Cilegon Terus Asah Fisik dan Teknik

post-img

UJI COBA: Pemain tim sepak bola Cilegon (kiri) mencoba merebut bola dari kaki pemain Farmel FC saat tanding uji coba, belum lama ini.  (rbnn)

CILEGON - Tim sepak bola Kota Cilegon masih butuh perbaikan. Penilaian ke­pa­da skuad Kota Baja yang akan ditu­run­kan di Pekan Olahraga Provinsi (Por­prov) VI Banten 2022 ini disampaikan oleh pelatih tim Porprov Kota Cilegon Eli Suhaeli.

Untuk meningkatkan kualitas dengan sisa waktu sekira tiga bulan, sejumlah ke­le­mahan skuad Cilegon akan diperbaiki. Sehingga, diharapkan penampilannya semakin bagus dan bisa membawa pulang medali dari Porprov VI Banten 2022 pada November mendatang.

Eli Suhaeli didampingi Asisten Pelatih Imam Septyan mengatakan, yang perlu dikejar anak asuhnya adalah fisik dan ke­terampilan. Sepak bola, kata dia, me­merlukan kondisi fisik yang bagus. Stamina setiap pemain tidak boleh lemah.

“Apa pun strategi yang akan dilakukan, tetap fisik menjadi faktor utama dari per­mainan. Jika fisik bagus, maka pelatih dengan leluasa bisa menentukan strategi jitu untuk memenangkan laga. Namun jika fisik lemah, apa pun tidak akan mak­­simal,” jelas Eli.

Oleh karena itu, setelah laga uji coba melawan Farmel FC, Eli mengaku langsung melakukan pembenahan pada aspek fisik dan teknk bermain. Dalam sepekan, terlihat peningkatan fisik pemain dan stamina mulai bagus dibandingkan sebelumnya.

“Pola latihan untuk sementara ini 70 persen fisik dan 30 persen teknik. Nan­ti­nya jika sudah bagus semua, kami akan lakukan latihan kombinasi fisik, teknik, dan strategi,” imbuh Imam Septyan.

Pelajaran berharga dari hasil uji coba melawan Farmel FC akan menjadi bahan evaluasi untuk skuad Kota Cilegon, untuk merancang program terbaik agar semakin bagus dan bisa meraih medali nantinya.

“Untuk latihan kami tingkatkan seminggu hingga empat kali lebih. Dengan volume penambahan ini diharapkan pemain melakukan adaptasi sehingga siap tempur saat kick off di Porprov nan­tinya,” kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan beruji coba dengan tim lain yang mem­punyai level di atas skuad Kota Cilegon serta tim lokal. Tim kuat di­bu­tuhkan untuk melihat kelemahan skuad Kota Cilegon. Sementara, untuk tim lainnya mengejar performa anak asuhnya apakah setiap lini sudah sesuai program latihan. 

“Uji coba ini bertahap. Kami tidak mau pemain terlalu kelelahan karena bisa berpotensi cedera. Kalau ini terjadi maka akan menjadi kerugian bagi tim,” tutup dia. (hendra/don)