BIS: Foto udara Banten International Stadium (BIS) saat peresmian beberapa waktu lalu
SERANG – Pemprov Banten pada pekan lalu menerima surat persetujuan perubahan nama Banten International Stadium (BIS) menjadi Stadion Internasional Banten dari Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Pemprov Banten mengusulkan perubahan nama untuk stadion yang diresmikan Gubernur Wahidin Halim pada 9 Mei 2022 lalu setelah mendapat teguran dari Kemendikbud Ristek agar penamaannya sesuai kaidah Bahasa Indonesia.
“Namanya sudah ada. Pusat juga sudah ada namanya. Alhamdulillah kaidahnya juga sudah sesuai,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten Rachmat Rogianto saat dikonfirmasi, kemarin.
Kata dia, pencantuman nama BIS yang semula bakal ditulis miring di bawah tulisan Stadion Internasional Banten, tak perlu dimiringkan. “Bukan kepada esensi namanya, tapi kaidah penulisannya. Menurut Pusat Bahasa, Stadion Internasional Banten sudah sesuai kaidah, yang Bahasa Inggrisnya (BIS-red) tak perlu dimiringkan,” ungkapnya.
Saat ini, nama BIS itu disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia menjadi Stadion Internasional Banten. Apabila Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengarahkan untuk kembali mengadakan sayembara atau logo untuk penamaan stadion itu, pihaknya akan menindaklanjutinya. “Nanti itu ya tergantung arahan pimpinan,” ujarnya.
Rachmat menjelaskan, saat ini pihaknya akan menyelesaikan masa pemeliharaan stadion yang berada di Kecamatan Curug, Kota Serang ini hingga Maret 2023. Setelah itu Pemprov akan mengoptimalkan pemanfaatannya berdasarkan regulasinya yang akan dibuat.
“Karena untuk pemanfaatan harus berdasarkan peraturan yang ada. Dan ini ternyata enggak gampang langsung jalan, tapi harus dibahas bersama-sama dengan OPD (organisasi perangkat daerah-red) yang lain,” ujarnya.
Perawatan stadion bertaraf internasional itu diestimasikan mencapai Rp750 juta per bulan. Saat ini, pemeliharaannya masih kewajiban pihak ketiga yang membangun stadion di Kawasan Sport Center itu. “Kita sedang mencoba nih tes sekarang sampai segitu enggak,” ungkap Rachmat.
Kata dia, pihaknya baru mengalokasikan anggaran untuk perawatan stadion itu pada 2023 nanti. Saat ini, pihaknya hanya mengalokasikan anggaran untuk tenaga outsourcing untuk membantu pemeliharaan.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten M Faizal mengatakan, wacana terhadap pemanfaatan aset stadion sedang dalam proses kajian. Secepatnya hasil kajian akan menjadi bahan tindaklanjut proses selanjutnya.
“Pola pemanfaatan sepertinya tidak melalui skema sewa menyewa aset, namun lebih diarahkan kepada pemanfaatan aset daerah melalui KPBU, pemanfaatan aset atas bangunan stadion saja melalui hitungan tim appraisal dengan harapan bisa optimalisasi PAD,” ujarnya. (nna/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
