DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Tutup Panci Bebas Masuk Turki

post-img

JAKARTA – Pemerintah Turki akhirnya se­cara resmi menghentikan penerapan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) terhadap produk tempered glass pot lids (tutup panci) yang berasal dari Indonesia setelah berlang­sung lebih dari 10 tahun.  

Keputusan Pemerintah Turki tersebut di­pub­likasikan melalui Koran Resmi Turki pada 13 Mei 2022. Sejak 16 April 2021, Turki memulai penyelidikan perpanjangan pene­rapan BMAD terhadap produk tutup panci dengan Pos Tarif 7010.20.00.00.00 yang berasal dari Indonesia, Tiongkok, dan Hong­kong. Penerapan BMAD atas pro­duk tu­tup panci asal Indonesia dimulai sejak 5 Mei 2010 dengan besaran USD 0,14/ kg–USD 0,5/kg.

“Kami mengapresiasi keputusan yang diambil Pemerintah Turki. Hal ini terutama karena hanya produk tutup panci asal Indonesia dan Hongkong yang dihentikan penerapan BMAD-nya. Turki akan terus menerapkan BMAD terhadap produk tutup panci asal Tiongkok. Pencapaian ini tentu menjadi kabar gembira bagi eksportir In­do­nesia karena sudah lebih dari 10 ta­hun akses pasar tutup panci Indonesia ke Turki terhambat oleh penerapan BMAD,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dikutip dari siaran pers, Jumat (10/6).

Mendag menjelaskan, keputusan ini diambil Pemerintah Turki berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan. Penyeli­dikan tersebutmenunjukkantidak ditemukan kemungkinan keberlanjutan dumping atau kerugian pada industri dalam negeri Turki apabila penerapan BMAD terhadap impor produk tutup panci asal Indonesia dan Hongkong dihentikan.

“Hasil positif ini tentunya tidak lepas dari kerja sama yang sangat baikantara kementerian terkait serta KBRI Ankara. Turki merupakan salah satu negara yang aktif melaku­kanpe­nyelidikan antidumping  dan  tindakan  pe­­nga­manan  perdagangan (safeguard)ter­­hadap  produk  ekspor Indonesia. Turki juga kerap kali memperpanjang penerapan BMAD terhadap produk-produk impor. Total durasi pengenaan BMAD bahkan da­pat mencapai hingga 20 tahun,”imbuhnya.

 Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia ter­akhir kalimengeksporproduk tutup panci (HS 70102000) ke Turki pada 2018dengan nilai ekspor sebesar USD 139,2 ribu dan volume ekspor sebesar 76,6 ton. 

Direktur  Pengamanan  Perdagangan  Natan  Kambuno menambahkan,keberhasilan  ini  patut disyukuri. “Kami berharap eksportir tutup panci Indonesia dapat memanfaatkan momentum baik ini untuk menggenjot ekspornya ke pasar Turki. Kami juga berharap tongkat estafet keberhasilan ini dapat berlanjut pada kasus-kasus lainnya yang saat ini masih dalam proses penanganan,” pungkas Natan. (bie)