DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Pembayaran Honda Diminta Perbulan

post-img

CILEGON – Sejumlah guru honorer penerima honor daerah (Honda) di Kota Cilegon meminta agar pemba­yaran insentif dilakukan setiap bulan. 

Permintaan itu muncul menyusul belum cairnya honor untuk periode April hingga Juni 2026.

Keluhan tersebut disampaikan melalui kolom komentar akun Instag­ram Walikota Cilegon. Salah satunya disam­paikan akun @alviyanahsr yang mem­pertanyakan kepastian pencairan honor guru honorer.

“Assalamualaikum pak wali. Izin konfirmasi lagi untuk hak guru honorer (Honda TK/Paud), terpantau belum dicairkan dari bulan April ya pak. Peraturannya balik lagi per tiga bulan sekali atau setiap bulan ya pak? Izin, sekarang sudah masuk bulan Juni,” tulisnya.

Keluhan serupa juga disampaikan akun @buybuyyagain yang menanya­kan pencairan honor guru PAUD untuk bulan April dan Mei.

Salah seorang guru PAUD penerima Honda yang enggan disebutkan namanya berharap pembayaran honor dapat dilakukan setiap bulan. Menurut­nya, pencairan bulanan akan lebih membantu kebutuhan sehari-hari para guru.

“Kalau bisa dibayarkan setiap bulan. Karena kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan mengajar juga berjalan setiap bulan. Jadi lebih membantu kalau pencairannya rutin,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon Rahmatullah memastikan honor periode April, Mei, dan Juni akan dibayarkan pada Juli mendatang.

Menurutnya, sistem pembayaran tetap dilakukan per triwulan sesuai ketentuan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Nanti dibayarkan Juli. Yang belum dibayarkan itu April, Mei, dan Juni. Jadi Juli akan diajukan untuk dibayar­kan,” katanya kepada Radar Banten.

Rahmatulloh menjelaskan, pemba­yaran dilakukan setelah penerima menjalankan tugas terlebih dahulu, kemudian diusulkan untuk pencairan honor.

“Honor kan bekerja dulu baru dibayar. Jadi nanti disampaikan saja, insyaallah bulan Juli akan diajukan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kebijakan pem­bayaran per triwulan merupakan arahan Walikota Cilegon dan juga berdasarkan aspirasi mayoritas pe­nerima honor.

“Intinya per triwulan sesuai NPHD. Arahan dari Walikota dan aspirasi kebanyakan dari mereka. Katanya kalau per triwulan lebih terasa karena nominal yang diterima lebih besar,” ungkapnya.

Rahmatulloh menyebut jumlah penerima Honda tahun ini mencapai sekitar 5.147 orang. Jumlah tersebut berkurang 42 orang dibandingkan data awal sebanyak 5.189 penerima.

Mereka terdiri atas guru madrasah, guru ngaji, guru TPQ, guru madrasah diniyah, dan guru PAUD. Untuk program tersebut, Pemkot Cilegon mengalokasi­kan anggaran sekitar Rp36 miliar dalam satu tahun.

Ia menambahkan, besaran honor yang diterima juga mengalami kenaikan sebesar Rp50 ribu dibanding­kan tahun sebelumnya.

“Per orang ada kenaikan. Dari sebe­lum­nya Rp657 ribu menjadi Rp707 ribu per bulan pada tahun ini,” tuturnya.

Rahmatulloh berharap kondisi ke­uangan daerah tetap stabil sehingga pembayaran honor dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah dite­tapkan.

“Insyaallah doakan saja para kiai dan ustaz agar roda pemerintahan, khususnya terkait keuangan daerah, tetap normal dan berjalan baik,” pung­kasnya. (mg-01/bam)