CILEGON – Sejumlah guru honorer penerima honor daerah (Honda) di Kota Cilegon meminta agar pembayaran insentif dilakukan setiap bulan.
Permintaan itu muncul menyusul belum cairnya honor untuk periode April hingga Juni 2026.
Keluhan tersebut disampaikan melalui kolom komentar akun Instagram Walikota Cilegon. Salah satunya disampaikan akun @alviyanahsr yang mempertanyakan kepastian pencairan honor guru honorer.
“Assalamualaikum pak wali. Izin konfirmasi lagi untuk hak guru honorer (Honda TK/Paud), terpantau belum dicairkan dari bulan April ya pak. Peraturannya balik lagi per tiga bulan sekali atau setiap bulan ya pak? Izin, sekarang sudah masuk bulan Juni,” tulisnya.
Keluhan serupa juga disampaikan akun @buybuyyagain yang menanyakan pencairan honor guru PAUD untuk bulan April dan Mei.
Salah seorang guru PAUD penerima Honda yang enggan disebutkan namanya berharap pembayaran honor dapat dilakukan setiap bulan. Menurutnya, pencairan bulanan akan lebih membantu kebutuhan sehari-hari para guru.
“Kalau bisa dibayarkan setiap bulan. Karena kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan mengajar juga berjalan setiap bulan. Jadi lebih membantu kalau pencairannya rutin,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon Rahmatullah memastikan honor periode April, Mei, dan Juni akan dibayarkan pada Juli mendatang.
Menurutnya, sistem pembayaran tetap dilakukan per triwulan sesuai ketentuan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
“Nanti dibayarkan Juli. Yang belum dibayarkan itu April, Mei, dan Juni. Jadi Juli akan diajukan untuk dibayarkan,” katanya kepada Radar Banten.
Rahmatulloh menjelaskan, pembayaran dilakukan setelah penerima menjalankan tugas terlebih dahulu, kemudian diusulkan untuk pencairan honor.
“Honor kan bekerja dulu baru dibayar. Jadi nanti disampaikan saja, insyaallah bulan Juli akan diajukan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kebijakan pembayaran per triwulan merupakan arahan Walikota Cilegon dan juga berdasarkan aspirasi mayoritas penerima honor.
“Intinya per triwulan sesuai NPHD. Arahan dari Walikota dan aspirasi kebanyakan dari mereka. Katanya kalau per triwulan lebih terasa karena nominal yang diterima lebih besar,” ungkapnya.
Rahmatulloh menyebut jumlah penerima Honda tahun ini mencapai sekitar 5.147 orang. Jumlah tersebut berkurang 42 orang dibandingkan data awal sebanyak 5.189 penerima.
Mereka terdiri atas guru madrasah, guru ngaji, guru TPQ, guru madrasah diniyah, dan guru PAUD. Untuk program tersebut, Pemkot Cilegon mengalokasikan anggaran sekitar Rp36 miliar dalam satu tahun.
Ia menambahkan, besaran honor yang diterima juga mengalami kenaikan sebesar Rp50 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.
“Per orang ada kenaikan. Dari sebelumnya Rp657 ribu menjadi Rp707 ribu per bulan pada tahun ini,” tuturnya.
Rahmatulloh berharap kondisi keuangan daerah tetap stabil sehingga pembayaran honor dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Insyaallah doakan saja para kiai dan ustaz agar roda pemerintahan, khususnya terkait keuangan daerah, tetap normal dan berjalan baik,” pungkasnya. (mg-01/bam)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
