DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Cegah Stunting Lewat Keluarga

post-img

CILEGON - Peringatan Hari Ke­luarga Nasional (Harganas) ke-29 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2022 digelar di Kota Cilegon. 

Persoalan stunting menjadi isu dalam acara yang digelar oleh Pemerintah Kota Cilegon bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Banten tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten Al Muktabar menjelaskan, persoalan stunting menjadi per­soalan yang harus diselesaikan se­cara bersama-sama termasuk keluarga.

”Hari ini kita memperingati Hari Keluarga Nasional di Kota Cilegon dan kita ingin apa yang kita lakukan adalah langkah-langkah agar tercermin dan tersatu dengan tujuan kita dalam menyelesaikan perma­salahan stunting dan gizi buruk, kita akan mampu menyelesaikan permasalahan ini secara bersama dan pemerintah daerah pun mem­bantu dalam mengatasi permasa­lahan stunting dan gizi buruk ini,” ujar Al Muktabar Selasa (12/7).

Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengucapkan apresiasi dan rasa bangga atas dipilihnya Kota Cilegon sebagai tuan rumah penyelenggaraan peringatan Harganas. 

Helldy mengatakan tema Harganas tahun ini sangat tepat, ka­rena seperti yang diketahui ber­sama, saat ini satu dari empat anak balita menga­lami stunting.

“Kondisi ini disebabkan oleh kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang, oleh karena itu diharapkan dengan tema ini kita bisa bersama-sama menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cilegon, menurut Helldy, telah melakukan berbagai upaya dalam menurunkan prevalensi stunting. Salah satunya adalah menajamkan berbagai intervensi gizi pada sektor kesehatan untuk menyasar pada ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan, pen­dam­pi­ngan calon pengantin pem­berian vitamin ibu hamil, pemberian vitamin ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi anak remaja, dan berbagai program spesifik dan prevalensi yang telah diupayakan oleh Pemerintah Kota Cilegon.

“Pemerintah juga telah meng­giatkan berbagai inter­vensi yang mendukung pe­ning­katan kualitas gizi dan kesehatan pada anak dan ibu hamil, seperti akses air, sa­nitasi, pendidikan anak usia dini (PAUD), akses pangan ber­gizi juga perilaku hidup bersih dan sehat,” sambungnya lagi.

Helldy menegaskan bahwa semua intervensi tidak efektif jika tidak ada semangat dalam penurunan stunting. 

“Semua intervensi tersebut tidak akan efektif jika kita semua pimpinan daerah di Banten tidak memiliki se­mangat persepsi yang sama dalam penurunan stunting, dan disisi lain, keluarga juga memiliki peran signifikan dalam pencegahan maupun penanggulangan stunting, karena masalah gizi sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN RI, Taviq Agus Rayanto menjelaskan Hari Keluarga Nasional merupakan momentum untuk mem­ba­ngun sumber daya manusia yang berkualitas. (bam/air)