CILEGON - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2022 digelar di Kota Cilegon.
Persoalan stunting menjadi isu dalam acara yang digelar oleh Pemerintah Kota Cilegon bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Banten tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten Al Muktabar menjelaskan, persoalan stunting menjadi persoalan yang harus diselesaikan secara bersama-sama termasuk keluarga.
”Hari ini kita memperingati Hari Keluarga Nasional di Kota Cilegon dan kita ingin apa yang kita lakukan adalah langkah-langkah agar tercermin dan tersatu dengan tujuan kita dalam menyelesaikan permasalahan stunting dan gizi buruk, kita akan mampu menyelesaikan permasalahan ini secara bersama dan pemerintah daerah pun membantu dalam mengatasi permasalahan stunting dan gizi buruk ini,” ujar Al Muktabar Selasa (12/7).
Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengucapkan apresiasi dan rasa bangga atas dipilihnya Kota Cilegon sebagai tuan rumah penyelenggaraan peringatan Harganas.
Helldy mengatakan tema Harganas tahun ini sangat tepat, karena seperti yang diketahui bersama, saat ini satu dari empat anak balita mengalami stunting.
“Kondisi ini disebabkan oleh kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang, oleh karena itu diharapkan dengan tema ini kita bisa bersama-sama menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cilegon, menurut Helldy, telah melakukan berbagai upaya dalam menurunkan prevalensi stunting. Salah satunya adalah menajamkan berbagai intervensi gizi pada sektor kesehatan untuk menyasar pada ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan, pendampingan calon pengantin pemberian vitamin ibu hamil, pemberian vitamin ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi anak remaja, dan berbagai program spesifik dan prevalensi yang telah diupayakan oleh Pemerintah Kota Cilegon.
“Pemerintah juga telah menggiatkan berbagai intervensi yang mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan pada anak dan ibu hamil, seperti akses air, sanitasi, pendidikan anak usia dini (PAUD), akses pangan bergizi juga perilaku hidup bersih dan sehat,” sambungnya lagi.
Helldy menegaskan bahwa semua intervensi tidak efektif jika tidak ada semangat dalam penurunan stunting.
“Semua intervensi tersebut tidak akan efektif jika kita semua pimpinan daerah di Banten tidak memiliki semangat persepsi yang sama dalam penurunan stunting, dan disisi lain, keluarga juga memiliki peran signifikan dalam pencegahan maupun penanggulangan stunting, karena masalah gizi sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN RI, Taviq Agus Rayanto menjelaskan Hari Keluarga Nasional merupakan momentum untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. (bam/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
