DECEMBER 9, 2022
Utama

Balita di Lebak Menderita Jantung Bocor Sejak Usia Tiga Bulan

post-img

BANTUAN: Mensos Risma memberikan bantuan kepada Jamal, penderia jatung bocor di Kecamatan Malimping Lebak, Senin (12/9). (yusuf/radar banten)

Mensos Risma Salurkan Bantuan Ratusan Juta 

Jamal (4), telah divonis menderita kelainan jantung bocor sejak usia tiga bulan. Balita asal Kabupaten Lebak ini pun hanya berobat ala kadarnya lantaran keadaan orangtuanya yang pas-pasan. Secercah harapan kesembuhan Jamal kembali terbuka, setelah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangi kediaman warga Kampung Kadujajar, Desa Kadujajar, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Senin (12/9). 

MELALUI Risma, uang dari donatur yang dikumpulkan dalam platform Kitabisa.com langsung diserahkan kepada Jamal. Bantuan uang sebesar Rp247.025.992 tersebut di­tujukan untuk bia­ya penunjang pengobatan, dan ke­butuhan selama pengobatan. Selain dari hasil donasi Kitabisa.com, Kemensos turut mem­berikan bantuan senilai Rp18,2 juta ke­pada putra kedua pasangan Salihun dan Sukmi Susilawati tersebut.

“Terima kasih juga kepada para donatur para orang-orang baik yang memberikan bantuan kepada anak kita Jamal yang kemarin mengalami sakit Jantung bocor. Mudah-mudahan progres pengobatan Jamal bisa berjalan dengan lancar,” kata Risma kepada watawan usai menyerahkan bantuan.

Selain Jamal, Risma juga menyerahkan bantuan kepada Fadil (7), penderita penyakit mata asal Kecamatan Sajira senilai Rp72.220.222 untuk biaya pe­nunjang pengobatan, dan kebutuhan se­lama pengobatan mata. Lalu, ada bantuan Atensi senilai Rp41,7 juta, bantuan kewirausahaan kepada orangtua Fadhil berupa empat ekor domba, dan bantuan tambahan modal usaha dagang gorengan dan minuman, serta bantuan perbaikan rumah senilai Rp61,7 juta.

Bantuan tersebut, menurut Risma sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warga yang kurang mampu. Dia rela terjun langsung ke setiap pelosok daerah guna memberikan semangat kepada para anak dan keluarga yang tengah menghadapi cobaan.

“Kita ingin memberikan semangat secara langsung terutama para orang tua yang anaknya menderita, bahwa masih ada loh saudara-saudara kita di Indonesia ini yang peduli kepada mereka. Jadi mereka enggak boleh putus asa,” ujarnya.

“Ada beberapa kasus yang kami datangi, yang mana bapak dan ibu melakukan bunuh diri karena keterbatasan. Nah itu enggak boleh terjadi lagi karena sebetulnya banyak orang-orang baik yang peduli kepada kita, jadi enggak enggak boleh putus asa, enggak boleh menyerah. Kita bisa bersama-sama, kita bergotong-royong membantu antar sesama,” tambahnya.

Sementara, Salihun, ayah kandung Jamal, mengaku bersyukur mendapat bantuan dari Kemensos. Padahal, dirinya sempat pasrah akan keadaan keluar­ganya. Apalagi, dia hanya penjual es doger keliling dengan penghasilan di bawah Rp50 ribu sehari. 

“Alhamdulillah pak, saya ber­te­ri­ma­kasih sekali atas bantuannya dari Bu Menteri dan para donatur juga tim relawan Respek Peduli,” unglap Salihun.

Salihun menuturkan, Jamal sudah divonis mengalami kelainan jantung bocor pada usia tiga bulan. Saat itu, dia hanya termenung mendengar vonis dok­ter. Karena biaya untuk melakukan pe­ngo­batan ditaksir hingga Rp200 juta lebih.

Dia mengaku sempat berencana men­jual rumah semi permanen miliknya. Tetapi, niat tersebut diurungkan karena hasil penjualan es doger masih tidak bisa menutupi biaya pengobatan anak­nya ini. 

“Akhirnya saya milih buat gadai ser­tifikat tanah ke bank, buat biaya kontrol aja. Tapi itu juga tidak bisa, saya ga bisa dapat pinjaman dari bank karena alasan tertentu,” ungkapnya.

Salihun hanya bisa membawa anaknya kontrol setiap bulan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke puskesmas setempat. 

Namun, kondisi kesehatan Jamal terus memburuk setiap hari. Bahkan Jamal sudah dua tahun tidak bisa berdiri ka­rena jantungnya tidak bisa memompa darah dengan benar.

“Tapi alhamdulillah sekarang kon­disinya sudah membaik sejak dibawa ber­­obat sama relawan dari Respek Pe­duli, meski harus tetap kita awasi. Karena kalau Jamal kecapean itu bakal kambuh lagi. Bakal sesak, dan bibirnya meng­hitam,” ucapnya.

Salihun berharap melalui bantuan tersebut anaknya dapat sembuh dari penyakitnya dan bisa bermain seperti anak sebayanya. (mg-02/nda)