BERKUNJUNG: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Dasrial (kedua kiri) berfoto bersama Direktur Utama Radar Banten Mashudi (kedua kanan) beserta jajaran redaksi Radar Banten, di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Serang, Senin (12/9). (dok BPJS KESEHATAN)
Berobat Tinggal Tunjuk KTP
SERANG–Provinsi Banten sampai saat ini masih belum mencapai target Universal Health Coverage (UHC) sebesar 95 persen penduduk terdaftar pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dibutuhkan dorongan dari berbagai stakeholder agar Banten bisa mencapai target UHC tersebut.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Dasrial menjelaskan, kabupaten kota yang berada di wilayah kantor BPJS Cabang Serang masih belum ada yang mencapai target tersebut. Di antaranya, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.
Sejauh ini, capaian peserta di Kabupaten Lebak sebesar 87,11 persen, Pandeglang 80,95 persen, Kabupaten Serang 76,79 persen, Kota Cilegon 92,57 persen, dan Kota Serang 90,81 persen.
“Capaian UHC ini penting, agar nanti semua masyarakat untuk berobat tinggal menunjukan KTP (Kartu Tanda Penduduk-red),” ujar Dasrial saat menerima kunjungan Direktur Utama (Dirut) Radar Banten Mashudi dan Redaktur Radar Bisnis Aas Arbie, Senin (12/9).
Menurut Dasrial, untuk mencapai UHC tidak melulu harus mengandalkan APBD Provinsi Banten maupun kabupaten kota. Pembiayaan bisa menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Provinsi Banten.
CSR perusahaan bisa dioptimalkan untuk mendorong tercapainya UHC melalui program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Dengan program tersebut, perusahaan bisa menutupi iuran sejumlah warga yang belum ter-cover oleh pemerintah maupun tidak bisa mendaftar secara mandiri.
Menurut Dasrial, sejauh ini, program itu sudah dilakukan oleh sejumlah pihak baik kalangan industri maupun yayasan.
“Dengan upaya seperti itu semua pihak bisa saling membantu satu sama lain agar masyarakat bisa memiliki jaminan kesehatan,” ujarnya.
Terlebih Provinsi Banten memiliki potensi besar karena memiliki banyak industri yang tersebar di sejumlah kabupaten kota.
“Di Kabupaten Serang sangat banyak industri, begitu juga di Kota Cilegon, jika itu semua berhasil dirangkul dan diajak duduk bersama saya rasa bisa menyelesaikan hal ini (Target UHC-red),” kata Dasrial.
Untuk itu, Dasrial berharap Pemprov Banten dapat memfasilitasi industri-industri agar bisa duduk bersama membicarakan hal tersebut.
Gagasan tersebut didukung oleh Dirut Radar Banten Mashudi. Dia meyakini pemerintah bisa mengoptimalkan potensi CSR untuk mendorong tercapainya target UHC.
“Tinggal pemerintah terbuka. Berapa yang bisa ditanggung pemerintah, berapa yang tidak. Lalu, itu (jumlah-red) disampaikan kepada kalangan industri,” tutur Mashudi.
Mashudi menilai dengan gotong royong tersebut, harapan masyarakat agar berobat tinggal menunjukkan KTP bisa terwujud. (bam/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
