DECEMBER 9, 2022
Utama

Dorong Banten Capai UHC

post-img

BERKUNJUNG: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Dasrial (kedua kiri) berfoto bersama Direktur Utama Radar Banten Mashudi (kedua kanan) beserta jajaran redaksi Radar Banten, di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Serang, Senin (12/9). (dok BPJS KESEHATAN)

Berobat Tinggal Tunjuk KTP 

SERANG–Provinsi Banten sam­pai saat ini masih belum men­capai target Universal Health Co­verage (UHC) sebesar 95 per­sen penduduk terdaftar pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dibutuhkan do­rongan dari berbagai stake­holder agar Banten bisa mencapai target UHC tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Dasrial menjelaskan, kabupaten kota yang berada di wilayah kantor BPJS Ca­bang Serang masih belum ada yang mencapai target tersebut. Di antaranya, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Sejauh ini, capaian peserta di Ka­bupaten Lebak sebesar 87,11 persen, Pan­deglang 80,95 persen, Kabupaten Serang 76,79 persen, Kota Cilegon 92,57 persen, dan Kota Serang 90,81 persen.

“Capaian UHC ini penting, agar nanti se­mua masyarakat untuk berobat tinggal me­­nunjukan KTP (Kartu Tanda Pen­duduk-red),” ujar Dasrial saat menerima kun­jungan Direktur Utama (Dirut) Radar Banten Mashudi dan Redaktur Radar Bisnis Aas Arbie, Senin (12/9).

Menurut Dasrial, untuk mencapai UHC tidak melulu harus mengandalkan APBD Provinsi Banten maupun ka­bupaten kota. Pembiayaan bisa menggu­nakan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Provinsi Banten.

CSR perusahaan bisa dioptimalkan untuk mendorong tercapainya UHC me­lalui program Donasi Jaminan Ke­sehatan Na­sional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dengan program tersebut, perusahaan bisa menutupi iuran sejumlah warga yang belum ter-cover oleh pemerintah mau­pun tidak bisa mendaftar secara mandiri.

Menurut Dasrial, sejauh ini, program itu sudah dilakukan oleh sejumlah pihak baik kalangan industri maupun yayasan.

“Dengan upaya seperti itu semua pihak bisa saling membantu satu sama lain agar masyarakat bisa memiliki ja­minan kesehatan,” ujarnya.

Terlebih Provinsi Banten memiliki potensi besar karena memiliki banyak industri yang tersebar di sejumlah kabupaten kota.

“Di Kabupaten Serang sangat banyak in­dustri, begitu juga di Kota Cilegon, jika itu semua berhasil dirangkul dan diajak du­duk bersama saya rasa bisa menyele­sai­kan hal ini (Target UHC-red),” kata Dasrial.

Untuk itu, Dasrial berharap Pemprov Ban­ten dapat memfasilitasi industri-industri agar bisa duduk bersama mem­bicarakan hal tersebut.

Gagasan tersebut didukung oleh Dirut Radar Banten Mashudi. Dia meyakini pe­merintah bisa mengoptimalkan po­tensi CSR untuk mendorong tercapainya target UHC.

“Tinggal pemerintah terbuka. Berapa yang bisa ditanggung pemerintah, berapa yang tidak. Lalu, itu (jumlah-red) disam­pai­kan kepada kalangan industri,” tutur Mashudi.

Mashudi menilai dengan gotong royong tersebut, harapan masyarakat agar ber­obat tinggal menunjukkan KTP bisa ter­wujud. (bam/nda)