DECEMBER 9, 2022
Lebak - Tutorial

Enam Warga Baduy Meninggal Dunia

post-img

MELAKUKAN PEMERIKSAAN: Tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Dinkes melakukan pemeriksaan kesehatan di wilayah adat Baduy, kemarin.(Dok Dinkes Lebak)

LEBAK - Tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Cisimeut dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak melakukan pemeriksaan kesehatan warga adat Baduy. Kegiatan tersebut dilakukan setelah beredar informasi adanya enam warga Baduy yang meninggal dunia dalam rentang waktu satu bulan ter­akhir. 

Tim dari puskesmas dan Dinkes me­lakukan penyisiran ke kampung-kam­­pung di wilayah adat Baduy. Me­­reka ingin memastikan kondisi masyarakat adat sehat dan tidak ada pe­nyebaran penyakit menular di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan Pe­nyakit Menular dan Penyehatan Ling­kungan (P2PL) Dinkes Lebak Firman Rahmatullah mengatakan, penyisiran dilakukan dengan cara melakukan pe­meriksaan kesehatan warga Baduy di kampung-kampung.

“Pada Sabtu (10/9) tim puskesmas me­lakukan penelusuran terkait infor­masi adanya enam orang warga Baduy yang meninggal dunia dalam satu bu­lan. Karena ada lebih dari 40 kam­pung di Baduy dan semuanya harus disisir dengan mendaki gunung untuk mengetahui persoalan yang terjadi, jarak antar kampung bisa ditempuh an­tara 1 sampai 2 jam jalan kaki,” kata Firman saat dihubungi Radar Ban­ten, Senin (12/9).

Firman tidak menampik ada 6 warga Baduy yang meninggal dunia dalam ren­tang waktu satu bulan terakhir. Namun, kejadian itu bukan disebabkan penyakit misterius, karena lokasi me­ninggalnya 6 warga itu berada di 4 kampung berbeda, yakni 3 orang di Kam­pung Cikeusik, 1 orang di Cisa­dabe, 1 orang di Pamoean, dan 1 orang di Batubeulah.

“Gosip yang beredar itu penyebabnya, karena penyakit DBD. Padahal me­nurut saya itu tidak logis, karena nya­muk biang DBD itu berada di da­taran rendah, sedangkan Baduy itu kan dataran tinggi. Dari hasil pe­me­riksaan di lapangan, Trombosit mereka juga tinggi. Tidak seperti yang terkena DBD,” ungkap Firman.

Dinkes juga tidak menemukan ada­nya indikasi penyakit menular di wilayah adat Baduy. Hal itu dipastikan dari hasil pengecekan dan pemeriksaan ke­sehatan warga di beberapa kampung di Baduy, khususnya di empat kam­pung yang warganya meninggal dunia. 

Kepala Puskesmas Cisimeut Dede Her­diansyah mengatakan, enam war­ga Baduy yang meninggal itu berada di rentang usia bayi di bawah lima tahun atau balita hingga 15 tahun. Adapun gejala yang dialami, yakni ba­tuk, pilek, dan diare.

“Enam orang yang meninggal itu enggak dalam satu hari, tapi dalam rentang waktu satu bulan dan itu ada 4 kampung berbeda. Untuk ge­ja­la­nya yang kita dapatkan dari pihak ke­­luarga, bahwa yang bersangkutan me­­ngalami batuk, pilek, dan diare,” un­g­kapnya.

Dijelaskannya, Puskesmas Cisimeut sudah melakukan pemeriksaan ter­hadap 25 warga Baduy yang berada di Kampung Cikeusik. Hasilnya untuk anak-anak ada yang mengeluhkan batuk dan pilek yang mungkin di­sebabkan perubahan cuaca, sedangkan orang dewasa ada yang mengalami sakit lambung, pegal, dan pusing.

“Pemeriksaan kesehatan ini me­ru­pakan kegiatan yang rutin kita lakukan se­tiap bulan melalui program Posyan­du. Dimana setiap satu bulan sekali, kami akan terjun langsung melakukan kontrol kesehatan warga Baduy,” pung­kasnya.(mg-02/tur)