Oleh: Encep Safrudin Muhyi
PESANTREN berhasil membangun budaya keislaman yang mengakar luas di Indonesia. Budaya keislaman dalam pesantren menjadi karakter tersendiri dalam membangun budaya bangsa. Indigenous dalam budaya pesantren dibangun oleh berbagai aspek. Aspek pendidikan, kehidupan, pola kegiatan dan lain sebagainya.
Kehidupan dalam Pesantren yang meliputi proses pembelajaran, pergaulan, tata aturan dan hal lainnya menjadi cerminan subkultur karena dalam pesantren dihuni banyak manusia dengan berbagai karekter dan dari berbagai daerah asal.
Berbagai budaya pesantren berhasil dipotret pada kehidupan tokoh dalam pesantren. Salah besar kalau ada pemikiran Kehidupan di pesantren menakutkan, penuh kungkungan, dan berbagai persepsi negatif lainnya. Justru Kehidupan di pesantren sangat nyaman, penuh pengetahuan, penuh rasa kekeluargaan, dan memiliki romantika budaya sendiri.
Pesantren menjadi sebuah wilayah yang memiliki budayanya tersendiri, pesantren memposisikan sebagai sub-kultur di tengah belantika kebudayaan nusantara. Di dalam proses pergolakan pesnsantren terjadi kontak interaksi, dan afiliasi yang tak sama dengan lingkungan biasa. Disebabkan pesantren menganut sebuah paradigmanya tersendiri yang tidak menganut secara langsung dengan tuntutan zaman.
Pesantren mempunyai caranya tersendiri dalam melaksanakan pembelajaran, dan mempunyai cara bersosialisasi tersendiri dalam memupuk mental, dan sikap para santri agar tertanam jiwa agamis dan nasionalis.
Pesantren menganut sistem pembelajaran tradisionalis yang tidak sama dengan sistem pembelajaran konvesional. Dalam sistem pembelajaran pesantren yang tradisionalis ini, pesantren mengajarkan pengetahuan yang sekaligus berbarengan dengan pengajaran etika, dan spiritual.
Karena dalam sebuah kitab yang diajarkan di pesantren, ta’lim wa muta’lim, dan adabu ta’lim wa muta’alim, adalah kitab yang mengajarkan norma yang harus dipegang bagi pelajar dan pengajar. Dalam ajaran kitab tersebut, dipercaya seorang guru adalah seorang wasilah atau penghubung antara duniawi dan ukhrowi, sehingga seorang guru yang mengajar menjadi bernilai sakral oleh para santri, oleh karena itu santri dalam proses pembelajarannya tidak diperbolehkan bertindak menyimpang kepada gurunya.
Demikian yang menjadikan proses pembelajaran pesantren sedemikian kompleks, yang mampu mengoperasikan nilai intelektual, moral, dan spiritual langsung sekaligus.
Dalam pesantren pun juga membangun sistem sosial tersendiri, yang bisa diibaratkan sebagai miniatur lingkungan Islam yang diidam-idamkan.
Dimana posisi sang kiai yang menjadi guru, kepala pesantren, dan manifest spiritual. Kemudian posisi santri sebagai penganut kiai, murid, dan makmum dari kiainya. Kultur sosial pesantren demikian, telah mencirikan corak hidup bermasyarakat Islamiy ala pesantren.
Mengingat kebutuhan dalam pendidikan yang tak hanya bersumber dari kepuasan dalam bidang intelektual, tapi juga mengingat kebutuhan kecerdasan emosional dan spiritual yang tak kalah penting. Sebagaimana terjadi di sekolah umum yang mengutamakan basic intelektual semata, walaupun dalam praktek kesehariannya tak jarang sekolah umum melaksanakan ritual keagamaan, tapi realitanya tak seefektif yang dilakoni oleh kiai dan para santrinya, dalam lingkup sub-kultur pesantren.
Dalam pesantren sebagai sub-kultur, ia memiliki Pola yang berbeda dengan praktek Islam puritan (tekstualis). Pola yang dibangun pesantren adalah tak menarik diri sepenuhnya dari lingkungan sekitar dengan tradisi masyarakat yang sudah berkembang.
Di sini pesantren memainkan peran ganda dalam ranah internal dan eksternal pesantren. Pada ranah internal pesantren menjadi wadah pendidikan bagi para santri dalam penempaan diri menjadi insan kamil, dan dalam ranah eksternal pesantren menjadi intitusi pertahanan dalam melestarikan budaya para alim ulama dan leluhur terdahulu. **
DR. KH. Encep Safrudin Muhyi. MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi dan Kabid Pendidikan Agama & Keagamaan Islam Kemenag Banten.
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
