AKSI: Sejumlah aktivis lingkungan melakukan aksi di TPA Cipeucang akibat longsornya sampah yang mencemari Sungai Cisadane tahun 2020 lalu.(saiful/radar banten)
SETU--Aktivis lingkungan Ade Yunus mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel akan timbulnya potensi terjadinya longsor di TPA Cipeucang. Soalnya, kondisi tumpukan sampah saat ini sudah menuju ke arah overload.
Menurut Ade, jika DLH abai, dikhawatirkan akan terjadi kembali longsor ke area sungai seperti yang pernah terjadi pada tahun 2020 lalu.
“Volumenya (sampah-red) terus naik, karena ditimbun terus. 1 hari saja 400 ton sampah dikirim. Kalau sudah ke landfile ketiga, itukan dekat dengan sungai Cisadane. Apalagi sekarang musim hujan, air naik terus, kalau tinggi muka air naik terus, lalu melintas di TPA Cipeucang sampahnya kebawa, ya longsor lagi,” ujar pendiri Banksasuci (Bank sampah Sungai Cisadane) ini, Senin (12/9).
Ade menilai, sejauh ini belum ada upaya berarti yang dilakukan DLH Kota Tangsel menghadapi bencana yang kapan saja bisa terjadi. Menurutnya, DLH justru tetap melakukan pembuangan sampah ke TPA Cipeucang seperti tidak memikirkan akan terjadi bencana longsor lagi ke depannya.
Ia menyarankan agar DLH Kota Tangsel memaksimalkan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse. Recycle) yang sudah ada di tiap kecamatan. Tujuannya agar sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang volumenya berkurang karena sudah dilakukan pemrosesan di TPS3R terlebih dahulu.
Selain itu, kerjasama dengan pihak swasta dalam memusnahkan sampah juga harus cepat dilakukan. “Ya kalau nunggu lokasi TPA baru dan menunggu PSEL (Pembangkit Sampah Energi Listrik) kelamaan bro, gak kelar-kelar nanti,” tegasnya.
Sementara Kabid penanganan sampah DLH Kota Tangsel Rastra Yudhatama mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memaksimalkan TPS3R dan terus mencari solusi terkait penumpukan sampah di TPA Cipeucang.
Menurutnya, pengiriman sampah ke Kota Serang yang seharusnya menjadi cara paling ampuh mengurangi sampah di wilayah Tangsel terkendala oleh banyaknya protes dan penolakan, sehingga saat ini pihaknya tengah mencari jalan keluarnya.
“Kita terus berupaya melakukan penanganan sampah di Kota Tangsel,” tegasnya. (ful/asp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
