DECEMBER 9, 2022
Olahraga

Debut Manis Jafar/Felisha di Panggung Asia

post-img

Felisha Alb­erta Nathaniel Pasaribu/ Jafar Hidayatullah


JAKARTA–Pasangan ganda campuran In­donesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alb­erta Nathaniel Pasaribu, tampil gemilang di Kejuaraan Asia 2025. Meski baru pertama kali tampil di ajang ini, keduanya berhasil me­­nyumbang medali perunggu—penca­paian terbaik sepanjang karier mereka sejauh ini.

Jafar/Felisha bukan pasangan unggulan, tapi justru jadi kejutan. Mereka menying­kir­kan dua pasangan unggulan dan melaju mulus ke semifinal. Sayangnya, langkah me­reka terhenti di tangan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, yang meru­pakan unggulan kedelapan.

Meski gagal ke final, hasil ini tetap jadi prestasi membanggakan. Sejak dipasangkan per­tengahan 2024, mereka sudah meraih tiga gelar juara, meski baru di level Inter­na­tional Challenge dan BWF Tour Super 100. Kejuaraan Asia ini jadi panggung ter­besar mereka sejauh ini, setara dengan tur­namen kelas BWF Super 1000.

Pelatih ganda campuran Indonesia, Rion­ny Mainaky, ikut memberikan apresiasi atas penampilan anak asuhnya itu. “Untuk Jafar/Felisha di babak semifinal kemarin, start-nya agak kurang bagus, tapi mereka bisa membalikkan keadaan di gim pertama, be­gitu juga di gim kedua. Sayang memang di akhir-akhir tidak bisa menyelesaikan,” ujar Rionny dalam rilis resmi PBSI dikutip dari bolasport.com, Minggu (13/4).

 “Di gim ketiga, tekanan berbalik dengan lawan yang lebih berpengalaman. Variasi dan penempatan bola Midorikawa/Saito ju­ga semakin membaik. Kalah pengalaman un­tuk Jafar/Felisha,” tambahnya.

Meski belum maksimal, Rionny menilai performa mereka di turnamen ini patut di­acungi jempol. “Secara keseluruhan, tur­namen ini luar biasa buat mereka. Tapi ja­ngan cepat puas. Harus dievaluasi lagi ka­rena pertandingan kemarin bisa jadi pe­la­jaran berharga. Teknik permainan juga harus terus ditingkatkan,” ucapnya.

Ia juga memuji sikap dan kerja keras Ja­far/Felisha selama latihan. “Mereka ra­jin, disiplin, dan terus belajar dari pertan­di­ngan ke pertandingan. Dengan kualitas yang mereka punya sekarang, saya rasa mereka sudah siap bersaing di level atas. Ting­gal tambah tenaga dan percaya diri saja,” kata Rionny.

Selain itu, kemampuan me­ngelola tekanan juga jadi nilai lebih. “Di luar aspek teknis, mereka bagus dalam me­ngatasi rasa gugup, apalagi ini debut mereka. Saya selalu bilang, kuasai keadaan dari awal—dari ser­vis, menyerang, sampai saat diserang. Tetap tenang, tetap kontrol. Mindset-nya harus percaya, kalian bisa,” te­gas Rionny.

Di sisi lain, Rionny juga memberi masukan untuk pasangan lainnya yang belum me­nunjukkan performa terbaik. “Untuk tiga pa­sangan lain, saya rasa masih ada yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah soal ketenangan bermain dan kemampuan ke­luar dari tekanan lawan,” ujarnya.

Sayangnya, secara umum, bulu tangkis In­donesia belum kembali ke performa ter­­baik tahun ini. Kejuaraan Asia 2025 men­­jadi turnamen ketiga beruntun di ma­na Indonesia gagal mempertahankan ge­lar, setelah Indonesia Masters dan All England Open.

Padahal, dalam tiga edisi terakhir dari turnamen-turnamen tersebut, selalu ada wakil Indonesia yang mampu keluar sebagai juara. (bs/nda)