Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu/ Jafar Hidayatullah
JAKARTA–Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, tampil gemilang di Kejuaraan Asia 2025. Meski baru pertama kali tampil di ajang ini, keduanya berhasil menyumbang medali perunggu—pencapaian terbaik sepanjang karier mereka sejauh ini.
Jafar/Felisha bukan pasangan unggulan, tapi justru jadi kejutan. Mereka menyingkirkan dua pasangan unggulan dan melaju mulus ke semifinal. Sayangnya, langkah mereka terhenti di tangan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, yang merupakan unggulan kedelapan.
Meski gagal ke final, hasil ini tetap jadi prestasi membanggakan. Sejak dipasangkan pertengahan 2024, mereka sudah meraih tiga gelar juara, meski baru di level International Challenge dan BWF Tour Super 100. Kejuaraan Asia ini jadi panggung terbesar mereka sejauh ini, setara dengan turnamen kelas BWF Super 1000.
Pelatih ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky, ikut memberikan apresiasi atas penampilan anak asuhnya itu. “Untuk Jafar/Felisha di babak semifinal kemarin, start-nya agak kurang bagus, tapi mereka bisa membalikkan keadaan di gim pertama, begitu juga di gim kedua. Sayang memang di akhir-akhir tidak bisa menyelesaikan,” ujar Rionny dalam rilis resmi PBSI dikutip dari bolasport.com, Minggu (13/4).
“Di gim ketiga, tekanan berbalik dengan lawan yang lebih berpengalaman. Variasi dan penempatan bola Midorikawa/Saito juga semakin membaik. Kalah pengalaman untuk Jafar/Felisha,” tambahnya.
Meski belum maksimal, Rionny menilai performa mereka di turnamen ini patut diacungi jempol. “Secara keseluruhan, turnamen ini luar biasa buat mereka. Tapi jangan cepat puas. Harus dievaluasi lagi karena pertandingan kemarin bisa jadi pelajaran berharga. Teknik permainan juga harus terus ditingkatkan,” ucapnya.
Ia juga memuji sikap dan kerja keras Jafar/Felisha selama latihan. “Mereka rajin, disiplin, dan terus belajar dari pertandingan ke pertandingan. Dengan kualitas yang mereka punya sekarang, saya rasa mereka sudah siap bersaing di level atas. Tinggal tambah tenaga dan percaya diri saja,” kata Rionny.
Selain itu, kemampuan mengelola tekanan juga jadi nilai lebih. “Di luar aspek teknis, mereka bagus dalam mengatasi rasa gugup, apalagi ini debut mereka. Saya selalu bilang, kuasai keadaan dari awal—dari servis, menyerang, sampai saat diserang. Tetap tenang, tetap kontrol. Mindset-nya harus percaya, kalian bisa,” tegas Rionny.
Di sisi lain, Rionny juga memberi masukan untuk pasangan lainnya yang belum menunjukkan performa terbaik. “Untuk tiga pasangan lain, saya rasa masih ada yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah soal ketenangan bermain dan kemampuan keluar dari tekanan lawan,” ujarnya.
Sayangnya, secara umum, bulu tangkis Indonesia belum kembali ke performa terbaik tahun ini. Kejuaraan Asia 2025 menjadi turnamen ketiga beruntun di mana Indonesia gagal mempertahankan gelar, setelah Indonesia Masters dan All England Open.
Padahal, dalam tiga edisi terakhir dari turnamen-turnamen tersebut, selalu ada wakil Indonesia yang mampu keluar sebagai juara. (bs/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
