DECEMBER 9, 2022
Utama

Golkar Luncurkan Aplikasi Pendidikan Politik

post-img

JAKARTA-Partai Golkar resmi me­lun­curkan aplikasi Golkar Institute Trai­ning App (GITA) di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (13/6). Peluncuran aplikasi pen­didikan politik ini dilakukan ber­sa­maan pembukaan Executive Education Pro­gram for Young Political Leaders Angkatan 7.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berharap Training App bisa mem­berikan sumbangsih bagi kemajuan politik di Indonesia. Secara khusus, Airlangga meminta kepada seluruh pe­serta maupun kader Golkar untuk me­nyapa keluarga, tetangga dan sahabat ten­tang pendidikan politik yang diperoleh dari Golkar dan Training App.

Airlangga menginstruksikan seluruh ka­der partai berlambang pohon beringin me­ngedepankan politik persatuan dan berkemajuan, bukan politik pecah belah atau Politics of Fear. Airlangga menekan­kan pentingnya kepemimpinan yang dibangun atas dasar kerja sama, bukan saling menjatuhkan.

“Partai Golkar sifatnya inklusif. Oleh ka­rena itu Partai Golkar merekrut, bekerja sama dengan partai lain. Yakni dengan membentuk koalisi dengan PAN dan PPP. Artinya apa, kita membuat kepemim­pinan yang bisa bekerja sama. Kita ingin bahwa politik kita adalah politik yang mempersatukan. Bukan politik yang membelah-belah.” tutur Airlangga saat peluncuran Golkar Institute Training App di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Ketum Golkar mengaku, banyak cara un­tuk bisa memenangkan kontestasi po­­litik, namun, cara membelah ma­sya­rakat atau memunculkan kebencian terhadap pihak lain yang berujung po­larisasi bukan cara yang baik. Golkar ingin setiap kader menggunakan cara-cara yang baik dan menyejukkan.

“Membelah itu syaratnya adalah ekstre­misme. Dan ekstremisme itu adalah pen­dekatan ketakutan ataupun intimidasi dari masyarakat. Politik pecah belah adalah politik fear yang dimainkan. Oleh karena itu kita tidak ingin politik fear yang dimainkan. Tetapi, politik yang optimis kepada kemajuan,” ujar Airlangga.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menambahkan, selain tantangan untuk menyatukan ma­syarakat, Golkar dan pemerintah In­­donesia saat ini dihadapkan pada tan­tangan yang masih terjadi pasca­pandemi Covid-19.

Menurut Airlangga, tantangan pandemi menuju endemi Covid-19 akan menjadi topik utama dalam Presidensi G20 In­donesia.

Ia mengatakan, pemerintah memiliki sejumlah agenda prioritas di G20, antara lain, mendorong pembangunan arsitektur kesehatan dan transisi energi ber­kelan­jutan yang ramah lingkungan.

”Indonesia sekarang memimpin G20. Dimana G20 yang utama adalah mendorong arsitektur kesehatan. Pemerintah ikut men­dorong negara lain untuk komit. Se­lama ini terjadi ketidakadilan dalam vaksin.” ujar Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga ingin mem­bawa Indonesia keluar dari middle income trap (jebakan pendapatan kelas menengah). Ia mengaku, untuk menghadapi seluruh tantangan tersebut, dibutuhkan partai politik yang berpengalaman dalam pem­bangunan Indonesia.

Airlangga menambahkan, untuk lepas dari middle income trap butuh partai politik yang tahu pembangunan. Partai politik yang selalu ikut dalam pem­bangunan.

“Golkar menjadi salah satu partai dalam pemerintah dan ikut membangun. Partai Golkar bukan partai penonton, hanya me­nonton kebijakan. Inilah momentum Partai Golkar untuk membawa Indonesia lolos dari middle income trap. Artinya, Golkar harus menang di 2024,” tegasnya.(*)