PANDEGLANG - Rencana dihapuskannya tenaga honorer di lingkungan pemerintahan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mendapat rekasi keras honorer. Mereka mengancam akan melakukan aksi demo jika pemerintah tidak memberikan solusi terhadap honorer di Pandeglang.
Para pegawai honorer yang jumlahnya ribuan itu mengancam akan mogok kerja dan menggelar aksi demonstrasi karena kebijakan yang diambil tidak berpihak terhadap kepentingan para pegawai di daerah.
Ketua Forum Honorer Teknis Administrasi Kabupaten Pandeglang Yosep Gumilar mengatakan, honorer berencana akan melakukan aksi turun ke jalan untuk memperjuangkan nasib para honorer.
"Saat ini kami sedang melakukan konsolidasi dengan semua rekan-rekan honorer teknis administrasi se-Kabupaten Pandeglang terkait rencana aksi ini," katanya kepada Radar Banten, kemarin.
Dia menilai, kebijakan tersebut tidak manusiawi dan menyengsarakan para pegawai honorer. Terlebih, selama mengabdi puluhan tahun, kesejahteraan para honorer belum terpenuhi oleh pemerintah.
"Kami para honorer tenaga teknis administrasi Kabupaten Pandeglang siap melakukan aksi turun ke jalan menuntut Pemerintah Pusat melalui Kemenpan RB terkait kejelasan nasib para honorer," ujarnya.
Dia menegaskan, akan melakukan aksi besar-besaran karena semua tenaga honorer akan bersatu dan meminta Pemerintah Pusat mencabut kebijakan tersebut. "Kami para honorer tenaga teknis administrasi ini diperkirakan kurang lebih berjumlah tujuh ribu orang. Semuanya akan turun ke jalan, tanpa kecuali," ungkapnya.
Kata Yosep, selain melakukan aksi demonstrasi, para honorer teknis administrasi ini juga akan menggelar panggung aspirasi dengan mengundang dan berdialog bersama Bupati dan Ketua DPRD Pandeglang. Tujuannya agar bisa menyampaikan keluhan tersebut kepada Pemerintah Pusat dan kebijakan yang akan diberlakukan dibatalkan.
"Untuk rencana aksi ini kami tinggal menunggu upaya dari pemerintah daerah, sampai sejauh mana Pemkab Pandeglang memperjuangkan nasib para honorer ke Pemerintah Pusat. Jika tidak ada kejelasan dari Pemerintah Pusat, kami pastikan tujuh ribu honorer tenaga teknis administrasi siap turun ke jalan," paparnya.
Toto Sudeni, pegawai honorer di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang menyayangkan keputusan Pemerintah Pusat yang mengeluarkan kebijakan tersebut. Seharusnya, kata dia, pemerintah bisa mengambil kebijakan lain yang lebih memprioritaskan tenaga honorer sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. "Kebijakan ngawur. Harus dibatalkan, nggak bener itu kebijakan," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi I DPRD Pandeglang Endang Sumantri berjanji akan memperjuangkan keluhan para honorer dan menyampaikannya kepada Pemerintah Pusat melalui kader Partai Demokrat. "Kami akan sampaikan secara berjenjang melalui kader kita di parlemen," katanya.(dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
