DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

PPDB Diawasi Satgas Saber Pungli

post-img

CEGAH PUNGLI: Pj Walikota SerangYedi Rahmat (keenam kanan) bersama Ketua Satgas Saber Pungli Kota Serang AKBP Reza Chairul Akbar Sidik (kelima kanan) saat menghadiri sosialisasi saber pungli, di Kota Serang, Kamis (13/6). 


SERANG-Pemkot Serang mem­bentuk Satgas Saber Pungli untuk me­ngawasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024. Sat­gas Sapu Bersih Pungli ini ter­diri dari unsur Pemkot Serang, ke­jaksaan, TNI-Polri. 

“Anggota di Satgas Saber Pungli ini beberapa instansi pemerintah, ya­itu kepolisian, Pemkot Serang, ke­mudian kejaksaan ada juga dari TNI,” tutur Ketua Satgas Sa­ber Pungli Kota Serang AKBP Re­za Chairul Akbar Sidik, kemarin.

Kata dia, Satgas Saber Pungli ini bertugas mengawasi para kepala sekolah yang nakal saat proses penerimaan siswa baru. “Kalau sekolah masih batas se­ba­gai pelaksana, mereka yang kita awasi kalau ada kepala se­ko­lah yang nakal, itu yang se­bagai ob­jek yang kita awasi,” ungkapnya.

Kata dia, pihaknya telah menyo­sia­lisasikan ke sekolah, baik SD, SMP hingga SMA se-derajat untuk men­cegah pungli di PPDB 2024. Ma­syarakat dapat mengadukan prak­tik pungli di PPDB tahun 2024 melalui sistem aplikasi adu­an pungli (Siduli). “Kalau nan­ti ada aduan, baik itu langsung mau­­pun melalui sarana-sarana pe­ngaduan, ada aplikasi sekarang itu. Tapi yang sedang kita sosia­li­sasikan adanamanya Siduli, ap­likasi pengaduan pungutan liar,” katanya.

Pihaknya juga akan menyelidiki dan memonitoring saat dibukanya PPDB, maupun saat proses pelak­sa­naan PPDB tahun 2024. “Kita jadi menyelidiki monitoring, tapi tidak secaraterbuka, tapi secara ter­tutup. Pastinya dengan ke­gia­tan intelijen,” katanya.

Sementara Pj Walikota Se­rang Ye­di Rahmat mengingatkan, orang tua dan calon peserta didik meng­gunakan cara yang baik untuk mendapat pendidikan yang terbaik. “Jangan sampai ada penekanan ada pungli dan se­bagainya, itu yang tidak kami ha­rapkan,” ujar Yedi.

Kata Yedi, Satgas Saber Pungli mu­lai bertugas saat proses PPDB 2024 pada 3-6 Juli 2024 menda­tang. “Tim Saber Pungli juga tadi su­dah yang di wakili oleh Pak Wa­kapolres selaku Ketua Saber pungli, bahwa pungutan liar itu tidak mendidik dan tidak baik untuk generasi anak-anak bangsa kita ke depan. Itu yang yang saya te­kankan tadi,” katanya.

Yedi mewanti-wanti terkait titip me­nitip siswa dalam penerimaan peserta didik baru, dengan meng­gunakan berbagai cara. “Jangan coba-coba untuk menekan kepala se­kolah untuk menitipkan yang tidak bagus, yang tidak sesuai aturan. Kalau ada tolong laporkan ke Pak Ketua Saber Pungli Kota Serang,” tuturmya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) SMP pada Dindikbud Kota Serang Leni Puspasuri Sesunan me­ng­ung­kapkan, Kota Serang memiliki 27 SMP Negeri dan 264 SD baik ne­geri dan swasta. “Kita juga se­be­narnya walaupun orang-orang ini tidak keterima di negeri ma­sih ada SMP swasta, ya harus­nya seperti itu. Cuman kadang-ka­dang minat masyarakat ini be­sarnya ke SMP Negeri,” kata Leni. 

Kata Leni, banyak minat siswa me­­lan­jutkan pendidikan ke SMPN karena dengan alasan ser­­ba gratis. “Tapi jangan lupa ju­ga bahwa kita punya SMP swas­ta juga yang bisa menam­pung, kalau misalnya tidak diterima di SMP Negeri,” katanya.

Pada PPDB tahun ini, ada empat jalur penerimaan sesuai Permen­dik­bud Nomor 1 Tahun 2021 ten­tang PPDB.”Kita masih sama, ja­lurnya empat, ada jalur zonasi 65 persen, afirmasi 15 persen, prestasi 15 persen, dan perpin­dah­an orangtua 5 persen,” tuturnya.

Kata Leni, tahun ini, ada se­ba­nyak 12.364 siswa SD yang lu­lus di Kota Serang. Sementara un­tuk penerimaan siswa di SMPN ha­nya sekira 6.100. “Yang lulusnya ba­nyak, tapi kuota penerimaan siswa baru itu sedikit. Karena kan seperti yang diketahui masya­ra­kat mungkinkan sekolah kita se­dikitya 27 negeri gitu kan,” katanya.

Menurut Leni, bagi siswa yang ti­dak mendapatkan kuota di SMP Ne­geri, bisa memasuki sekolah swasta. “Tidak semua swasta itu ber­­bayar. Ada juga yang memang me­reka menggratiskan, mereka ditunjang dana BOS, jadi tidak ada SPP,” tuturnya. (mg04/nda)