DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Enggak Dinafkahi Lima Bulan, Pilih Kabur Tinggalkan Hutang

post-img

Apa yang dilakukan Susi (35) nama samaran memang tak bisa disalahkan, lima bulan tak dinafkahi suami, kita panggil saja Juned (38), Susi kabur dengan bon hutang di warung tetangga.

Tak ayal, kejadian ini pun menjadi viral di lingkungan masyarakat salah satu kampung di Kecamatan Ciruas. Para pedagang yang jadi korban dihutangi Susi, berbondong-bondong mendatangi rumah keluarga Juned.

Sedangkan di tempat lain, Susi sedang mengurus gugatan perceraian. Rumah tangga yang sudah berjalan tujuan tahun itu, sudah tidak berguna lagi bagi Susi.

“Saya ngerasa udah enggak dianggap lagi sama Kang Juned, sikapnya cuek, enggak ngasih nafkah lagi, mending cerai,” kata Susi saat ber­jum­pa dengan Radar Banten di toko foto co­pian di dekat pengadilan agama Serang, Rabu (13/7).

Susi awalnya hidup sebagai janda anak satu setelah suaminya meninggal, sedangkan Juned duda anak tiga. Mereka menikah dengan pesta sederhana, hanya mengundang keluarga dan tetangga.

Juned dulu bekerja sebagai penjual sepatu di pasar, kemudian sempat jadi sopir angkot hingga sopir losbak pengangkut bahan bangunan di toko material.

Di awal rumah tangga, Juned menunjukkan sikap yang baik, kasih sayangnya pada Susi sangat terasa, apalagi kalau sedang ada uang, pasti sangat memanjakan anak istri.

“Dia sayang sih ke saya dan anak saya, kalau anak dia kan ikut sama ibunya yang udah nikah lagi,” katanya.

Selama berumah tangga bersama Juned, Susi tak dikaruniai anak, mungkin karena faktor usia atau memang belum rezeki mereka. Namun yang jelas Susi waktu itu sempat merasa bahagia dengan Juned.

Hingga di tahun ketiga rumah tangga, Juned mendapat jatah warisan rumah tak jauh dari rumah keluarganya. Mereka yang awalnya mengontrak pun pindah.

Tapi sejak itulah hubungan mereka mulai tak harmonis, tinggal dekat dengan keluarga, Juned malah jadi sering bersikap diam terhadap Susi.

“Saya sih enggak mau mikir macem-macem, enggak mau suudzon juga ke keluarga dia, tapi ya kenyataannya emang gitu,” katanya.

Hingga Susi semakin tak tahan saat Juned tidak pernah lagi memberi uang, setiap ia minta uang, Juned selalu bilang tak ada, lalu pergi begitu saja.

“Daripada saya dan anak kelaparan, ya terpaksa pinjem ke warung tetangga,” katanya.

Dari warung satu ke warung lainnya, Susi datangi untuk meminjam uang atau beras tanpa sepengetahuan Juned. Ketika sudah tak bisa lagi dihutangi, Susi memilih kabur ke rumah orangtua di Pandeglang. (drp)