DECEMBER 9, 2022
Utama

Ngaku Titisan Nabi Hidir

post-img

MUI Nilai Sesat

SERANG – Harimbi (38) alias Ki Jagad Tabib Harimbi mengklaim di­rinya sebagai titisan Nabi Hidir. Ia memanfaatkan makam Syeikh Abdul Rozak atau Ki Buyut Joharu­din berlokasi di Lingkungan Peru­mah­an Visenda, Kelurahan Kali­gan­du untuk beroperasi. 

Warga Lingkungan Lebak Sirih, Ke­lurahan Unyur, Kecamatan Se­rang ini sebelumnya memiliki ke­giatan mengurus kuda dan tukang sa­bung ayam. 

Pantauan Radar Banten di pe­ma­kaman Syeikh Abdul Rozak di area fasos fasum Perumahan Vi­sen­da, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Rabu (13/7) siang, cukup sepi. Lingkungan pemakaman seluas 100 meter per segi itu terdiri dari tempat parkir, kantin, WC, dapur, tempat berobat, musala, sumur Nurcahaya dan makam.

Keberadaan bangunan tersebut memiliki daya tarik bagi yang pertama kali melintas ke area perumahan tersebut. Selain, tempatnya yang berada di tengah-tengah gerbang pintu masuk dan perumahan warga suasananya asri dan nyaman untuk beristirahat. 

Informasi yang diterima, aktivitas Tabib Harimbi yang mengkalim sebagai titisan Nabi Hidir, telah ditangani Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dilakukan pembinaan. Menurut MUI klaim titisan Nabi Hidir telah merusak akidah Islam dan dapat menyesatkan umat Islam secara serius dan meluas.

Sekretaris MUI Kota Serang Ammas Tadjuddin mengaku telah mengeluarkan pendapat hukum Harimbi Titisan Nabi Hidir setelah pihaknya telah mendapatkan surat permohonan dari Kecamatan Serang pada 16 Juni 2022. 

Kata dia, Harimbi mengaku selalu bermimpi bertemu Nabi Hidir, Ki Buyut Joharudin atau Syeikh Abdul Rozak yang memberikan amanah mengangkat dan menunjuk Harimbi sebagai Sang Nabi. Hal tersebut telah merusak akidah Islam dan dapat menyesatkan umat Islam secara serius dan meluas. “Mimpi Harimbi tidak dapat dijadikan dasar hukum dan atau dijadikan pedoman suatu amalan dalam kehidupan sosial maupun dalam hal peribadatan secara sah dan meyakinkan,” katanya. 

Kata Amas, Harimbi meyakini selalu didatangi langsung oleh Nabi Hidir sebagai Titisannya adalah keyakinan menyimpang dan merusak aqidah. “Harimbi mengaku sebagai Tabib dan Juru Kunci makam Ki Buyut Joharudin atau Syeikh Abdul Rozak sekaligus diperintahkan oleh Nabi Hidir adalah keyakinan dan pengakuan yang salah serta menyimpang,” terangnya. 

Selanjutnya, Ziarah Kubur di Makam Ki Buyut Joharudin atau Syeikh Abdul Rozak maupun di tempat pemakaman umat Islam lainnya diperbolehkan sepanjang dilaksanakan sesuai dengan ajaran Islam. Kemudian, untuk gedung dan seluruh bangunan komplek makam adalah bentuk fasilitas umum bagi ketertiban dan kebersihan para peziarah diperbolehkan untuk dikelola dan ditata rapih bersih dan indah.

Terpisah, Sekretaris Kelurahan Kaligandu, Agus Daniarahman mengatakan, pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke MUI Kota Serang karena menemukan beberapa kegiatan janggal yang dilakukan Tabib Harimbi. Ia pun mengaku apabila asal usul keberadaan makam tersebut jelas, akan mengusulkan menjadi Cagar Budaya. “Yang jadi permasalahan. Kita asal usulnya enggak tahu. Sepengetahuan warga sekitar, itu kuburan tokoh masyarakat. Kalau asal usulnya jelas tentu kami akan usulkan jadi cagar budaya,” katanya. 

Menurut Agus, pihaknya tak mempermasalahkan penggunaan makam tersebut sering menjadi tempat ziarah banyak orang. Tapi, pihaknya menemukan tulisan tempat persinggahan Nabi Hidir, kemudian ada pengajian rutin ditutup dengan aktivitas mengelilingi kuburuan seperti tawaf. “Zikirnya Laa ilaa hailallah umma hidir alaihi salam,” katanya.  

Agus pun mengungkapkan, berdasarkan pengakuan warga sekitar tempat tinggal Tabib Harimbi, sebelum aktif menjadi kuncen di pemakaman. Harimbi merupakan warga biasa yang aktivitas kesehariannya sebagai pengurus kuda, bahkan sabung ayam. “Ia mendapatkan ilmunya berdasarkan mimpi atau halu (Halusinasi-red). Tahun 2019 baru-baru ini saja. Dulu Kesehariannya penggembala kuda, ngadu ayam,” terangnya. 

Sementara itu, Tabib Harimbi saat ditemui di lingkungan pemakaman Syeikh Abdul Rozak membantah apabila dirinya mengaku titisan anak Nabi Hidir. Ia berdalih, memaknai titisan berdarkan ilmu yang diperolehnya melalui mimpi bertemu Syeikh Abdul Rozak dan Nabi Hidir. “Bukan nitis dilahirkan. Nitis Ilmunya untuk menolong pada sesama. Saya tidak pernah mengaku anak (Nabi Hidir),” katanya.  

Disinggung terkait dengan keberadaan lafaz Allah SWT di atas batu nisan makam, termasuk tulisan Nabi Hidir huruf Arab, persis di bawahnya bertuliskan namanya huruf latin ia berdalih untuk keperluan pribadinya. “Menurut saya itu biasa saja. Tapi, orang lain saya enggak tahu,” katanya. 

Harimbi mengaku dirinya bisa mengobati orang sakit seperti penyakit bawaan diabetes dan sejenisnya, bahkan gangguan ilmu sihir dilakukan sejak usia delapan tahun berkat petunjuk melalui mimpi. “Sudah lama, cuma baru ramai sekarang-sekarang ini,” terangnya. 

Ia mengaku merenovasi makam Syeikh Abdul Rozak agar para peziarah nyaman dan khusyuk saat berzikir pada tahun 2019. Ia pun memanfaatkan kawasan makam dijadikan tempat praktik pengobatan pasien. “Pengobatan pasien tidak dipatok berapa biayanya. Begitu pun dengan sedekah ziarah ke makam syeikh,” katanya. 

Selama ini dirinya menerima pasien dari hampir di wilayah Pulau Jawa, seperti Tuban, Bandung, Jawa Timur, Semarang, Tangerang, Jakarta, Sukabumi, dan beberapa wilayah lainnya. Pengunjung yang datang sebagian besar berawal dari mimpi yang didatangi oleh Syeikh Abdul Rozak. (fdr/air)