DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Perumdam Tirta Berkah Rugi Rp300 Juta

post-img

PANDEGLANG - Perusahaan Umum Dae­rah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang mengalami kerugian pada triwulan I 2022 Rp300 juta. Kerugian tersebut dampak dari kebo­coran saluran pipa di Kecamatan Labuan, Mandalawangi, dan Pagelaran. 

Kepala Bagian Keuangan Perumdam Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang Hendi Kusmawan mengatakan, penyesuaian atau kenaikan tarif belum memberikan keuntungan signifikan kepada perusahaan. 

"Hingga saat ini kita masih dalam keadaan merugi, kurang lebih Rp300 juta. Kalau aku­mulasi dari sejak Perumdam (sebelum­nya bernama PDAM) berdiri sampai saat ini Rp11 miliar,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (13/7).

Menurutnya, nilai kerugian Rp11 miliar berdasarkan hasil hitungan dari sejak berdiri hingga sekarang. Sedangkan dari Januari sampai April 2022 mengalami kerugian Rp300 juta. 

"Penyebab kerugian ini diantaranya karena menanggung beban biaya perbaikan kebocoran pipa serta masih banyaknya tunggakan pelanggan,” ujarnya.

Besaran tunggakan pelanggan yang terbaru itu mencapai Rp500 juta. Sementara pendapatan perusahaan dari pelanggan belum mengalami kenaikan signifikan karena memang penyesuaian tarif tidak diberlakukan kepada semua pelanggan.

"Ada yang masih menggunakan tarif sosial. Tarif pelanggan sosial setelah penyesuaian dari harga Rp900 menjadi Rp1.800 per kubik," jelasnya. 

Sedangkan tarif rumah tangga naik Rp1.300 dari Rp2.457 menjadi Rp4.057 per kubik.

"Kenaikan tarif itu sudah diberlakukan mulai 1 April. Namun untuk pendapatan belum naik siginifikan dari jumlah pelanggan 21.000 sambungan rumah (SR),” terangnya.

Sebagai upaya peningkatan pendapatan, Perumdam Tirta Berkah akan melakukan penagihan terhadap pelanggan yang nunggak serta pencabutan apabila sudah menunggak lebih dari 5 bulan. 

"Kalau ada pelanggan masih nunggak di atas 5 bulan maka akan kita cabut. Kalau baru tiga bulan kita tutup," tegasnya. 

Pencabutan dan penutupan sambungan air itu harus dilakukan karena sudah menjadi aturan. Oleh karena itu diimbau kepada pelanggan agar segera membayar tunggakan sebelum aliran air diputus. 

"Itu harus dilakukan karena kita punya target untuk mencapai realisasi penda­patan. Dalam rangka program optimalisasi pelayanan dan perbaikan saluran per­pipaan," ungkapnya. 

Hendi mengungkap, belum lama ini Perumdam sudah melakukan optimalisasi berupa perbaikan kebocoran pipa di Kecamatan Pagelaran dan Labuan. Di mana perbaikan tersebut mengeluarkan biaya cukup besar.

"Kendati sudah dilakukan penyesuaian tarif tapi memang belum optimal. Mungkin karena konsumen juga ada yang ngirit pemakaian dengan memakai alternatif air sumur. Tapi yang jelas sekalipun mengalami kerugian, kita tetap melaksana­kan pelayanan secara optimal dan mak­simal,” jelasnya.

Direktur Perumdam Tirta Berkah Kabu­paten Pandeglang Euis Yuningsih mem­benarkan, perusahaan yang dipimpinnya mengalami kerugian sekira Rp300 juta.

"Namun kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Adapun kerugian itu karena memang operasional untuk perbaikan pipa saluran, serta kebutuhan beli BBM, bayar tagihan PLN, bahan kimia, peralatan dan pajak air permukaan. Sementara tunggakan pelanggan capai Rp500 juta,” katanya.(mg-01/tur)