DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

10 Keluarga Ikut Transmigrasi ke Sulawesi

post-img

TRANSMIGRASI: Warga Desa Sobang, Kecamatan Sobang memilih menjadi transmigran di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kemarin.

PANDEGLANG - Program transmigrasi yang dicanangkan Pemerintah Pusat di­minati masyarakat Pandeglang. Da­lam waktu dekat, 10 kepala keluarga (KK) akan berangkat ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang menjadi daerah tujuan transmigrasi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Ker­ja pada Dinas Tenaga Kerja dan Trans­migrasi (Disnakertrans) Ka­bupaten Pandeglang Parti mengatakan, 10 KK yang ikut program transmigrasi ber­asal dari Kecamatan Sobang dan Panimbang.

“Mereka memilih menjadi trans­mi­gran karena ingin merubah kese­jah­teraannya. Merubah nasib anak dan ke­luarga,” katanya kepada Radar Ban­ten, Selasa (13/9)

Parti mengatakan karena ikut program trans­migrasi, di sana mereka akan men­­dapat rumah, tanah seluas dua hek­tar dam jaminan makan selama sa­tu tahun oleh Pemerintah Pusat. Pa­ra ke­luarga yang mengikuti program trans­migrasi ini secara ekonomi me­mang dalam kategori tidak mampu se­hingga mendaftar program untuk merubah nasib.

“Mayoritas mereka masih tinggal me­numpang sama orangtua. Jadi hi­dup bersama orang tua yang rumahnya juga menumpang di tanah milik orang lain,” ungkapnya.

Di tempat tujuan transmigrasi, mereka nantinya akan menempati rumah baru dan lahan garapan. mereka juga kan di­ajar bagaimana mengolah lahan per­tanian untuk bisa produktif dan menghasilkan.

“Di sana mereka tinggal dengan se­sama warga transmigran. Mayoritas bertai lada,” katanya.

Parti menyebut, ketika awal menetap se­lama satu tahun, mereka akan men­dapat jaminan makan. Sementara un­tuk penghasilan sehari-hari bisa men­jadi buruh tani. “Jadi di sana itu kalau metik lada dapat empat karung maka dapat jatah sekarung untuk pe­metik. Memang kalau untuk peng­hasilan ruang pekerjaannya ada, jadi bisa menggarap lahan sendiri dan menjadi buruh tani,” ungkapnya.

Program transmigrasi di Pandeglang tahun ini cukup diminati. Dari 10 kuo­ta ke­luarga, ada 20 keluarga yang men­daftar. “Banyak peminat, tapi kita hanya dapat jatah 10 KK saja, se­moga tahun-tahun mendatang ada lagi kuota untuk Pandeglang,” kata dia. (mg-01/tur)