DECEMBER 9, 2022
Proud

Berpacu untuk Kemanusiaan dan Alam

post-img

KOMUNITAS Pandeglang Street Kustom (PSK) menjadi salah satu dari sekian banyak pecinta sepeda motor. Selain di dunia mekanik, anggota kelompok ini menaruh perhatian serius bagi kemanusiaan dan kelestarian alam.

Bukan tanpa alasan, para pecinta modifikasi motor ini concern terhadap penyakit kanker prostat dan kelestarian Gunung Karang di Kabupaten Pandglang dan Gunung Kendeng di kaki Gunung Halimun Salak, Kabupaten Lebak.

Tak tanggung-tanggung, inisiator acara Distinguished Gentleman’s Ride (DGR) Pandeglang ini juga menjadi perhatian dari 36 negara karena perhatiannya terhadap kanker prostat.

Awalnya, komunitas ini hanya sekadar hobi untuk mengubah tampilan motor agar lebih menarik. Lama kelamaan, banyak yang ikut bergabung sehingga menjadi komunitas besar di Pandeglang. 

”Awalnya kesamaan hobi roda dua yang dikastem. Kita lebih cenderung kepada kegiatan sosial terkait lingkungan hidup, kita lakukan penanaman pohon di semua wilayah Banten, seperti Gunung Kendeng kita kerja sama dengan wewengkon di sana,” kata Ketua PSK Pandeglang Asep Hilmi, kemarin.

Keberhasilan komunitas ini, lanjutnya, ketika acara penggalangan dana untuk penderita kanker prostat. Bahkan acara itu didukung langsung oleh komunitas di 36 negara yang memiliki misi sama.

”DGR diinisasi oleh negara luar dalam rangka penanganan kanker prostat, karena mayoritas yang mengidap penyakit itu laki-laki, maka kita sosialisasikan bagai­mana berkendara dengan baik dan benar,” sambungnya.

Acara yang digelar beberapa waktu lalu itu, kata dia, melibatkan semua pihak terkait, baik dari tenaga dokter spesialis kanker hingga keterlibatan Pemkab Pandeglang selaku tuan rumah.

”Ada dari pihak kedokteran terkait pe­nyakit ini. Alhamdulillah dan menyebarlah di 36 negara. Bisa menyebar dan didukung karena website DGR sedunia ini nge-link, dan saling repost bahkan sampai server kita ngehang saking banyaknya dukungan melalui medsos,” katanya.

Pembina PSK Pandeglang Tb Aad Hudari menambahkan, keberhasilan acara DGR hingga mendapatkan perhatian dunia internasional berkat kerja sama semua pihak, terutama Pemkab Pandeglang. Oleh karena itu, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan semua pihak.

”Respons positif dari Pemkab juga baik, kita di Pandeglang itu terlaksana karena didalamnya banyak orang hebat dan peduli terhadap kegiatan sosial. Persiapan kita hanya 10 hari setelah pemerintah mengu­mumkan lepas masker dil ingkungan terbuka, dari situ kita kerjakan apa yang harus kita kerjakan, termasuk yayasan kanker kita hubungi,” katanya.(dib)