DECEMBER 9, 2022
Pesona Indonesia

Bisa Manjakan Mata Pengunjung

post-img

Obyek wisata alam selalu menyimpan keindahan yang memberikan rasa takjub bagi setiap orang yang melihatnya. Bukan tanpa alasan. 


Berbagai destinasi wisata alam mampu menyuguhkan pemandangan yang indah, sejuk dan menenangkan. 

Tak heran, jika banyak orang yang memilih wisata alam sebagai tujuan mengisi waktu libur untuk merefresh pikiran menjadi tenang dan rileks.

Belum lama ini, viral di media sosial keindahan alam Bukit Kedurung yang terletak di utara Kota Cilegon. Sejumlah warga berbondong-bondong mendatangi bukit tersebut.

Dari ketinggian Bukit Kedurung ini, sejauh mata memandang terlihat luas hamparan wilayah Kota Cilegon. Mulai dari perkebunan, ge­dung pemerintahan maupun Masjid Agung Kota Cilegon yang dapat memanjakan mata pengunjung.

Bukit Kedurung saat ini menjadi objek wisata kekinian. Dengan keindahan bukit tersebut sangat cocok dijadikan lokasi swafoto untuk diunggah di media sosial seperti instagram, facebook dan lain sebagainya.

Bagi pengunjung yang mau menikmati keindahan alam di atas bukit tersebut, bisa mendatangi langsung ke lokasi yang terletak di Kelurahan Pabean, Lingkungan Kedurung RT 12 RW 1, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. 

Untuk lebih mengenalkan wisata pihak pemerintah setempat sangat konsen menjadikan Bukit Kedurung sebagai objek wisata baru di Kota Cilegon.

“Kami memiliki inovasi di tahun 2022-2023 ini untuk mewujudkan wisata Bukit Kedurung dengan memanfaatkan keindahan alam di Kelurahan Pabean. Kami bersinergi dengan pelaku usaha untuk mendirikan usaha-usahanya di Bukit Kedurung,” kata Nurul Hadiyati Lurah Pabean saat dikunjungi Radar Banten terkait potensi wisata di Kelurahan Pabean, Senin (12/9).

Menurut Nurul, Bukit Kedurung memiliki daya tarik bagi wisatawan. Lokasi tempat indah. Akses menuju ke lokasi pun sangat mudah. Karena bisa dilalui dengan kendaraan roda dua dan empat untuk sampai ke lokasi.

“Dari Kantor Kelurahan Pabean menuju ke tempat wisata ini sekitar 2 kilometer, bisa ditempuh dengan berjalan kaki, naik sepeda, motor, dan mobil,” tuturnya.

Lanjut Nurul, saat ini pengunjung masih digratiskan atau tidak dikenakan biaya untuk masuk ke Bukit Kedurung. Jarena masih rintisan dan belum diresmikan.

“Meski begitu, wisatawan yang berkunjung ke bukit kedurung sudah banyak. Mulai dari wisatawan Cilegon, luar Banten. Bahkan orang asing pun pernah juga datang ke Bukit Kedurung,” ungkap Nurul.

Sementara itu, Camat Purwakarta Ikhlasinnufus mengatakan, antusias masyarakat sangat baik adanya kehadiran wisata baru di Kelurahan Pabean yaitu Bukit Kedurung.

Ia juga mengaku pihaknya sangat mensupport dan mendukung penuh terhadap peningkatan potensi sumber daya alam yang ada di Kelurahan Pabean.

“Pemkot Cilegon sudah melakukan upaya-upaya terkait dengan penguatan potensi wisata di daerah kedurung dengan memberikan suatu peningkatan layanan baik itu jaringan komunikasi yang saat ini masih support kemudian peningkatan fasilitas jalanan yang tentunya perlu diperbaiki secara berkala,” ujarnya.

Hasidi, salah satu tokoh pemuda Pabean mengajak kepada seluruh masyarakat baik dari Kota Cilegon maupun luar Kota Cilegon untuk datang dan menikmati alam Bukit Kedurung. 

“Mau lihat ketinggian Kota Cilegon? Ayo datang ke Bukit Kedurung,” ajaknya.

Dari viralnya Bukit Kedurung masyarakat mulai tergerak. Apalagi belum lama ini Kelurahan Pabean di bawah kepemimpinan Nurul Hadiyati ini menjuarai lomba kelurahan tingkat Provinsi Banten dan saat ini sedang melaju ke nasional.

Ia berharap, dengan mulai ramainya para pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara ini ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah. 

Meski belum ada pengelolaan khusus namun berharap ada legalitas khusus dari pemerintah. Misalnya Surat Keputusan (SK) Walikota atau Peraturan Daerah (Perda) yang fokus pada soal wisata sehingga ke depan ada anggaran khusus untuk pengembangan Desa Wisata atau juga Desa Budaya di Kelurahan Pabean tersebut.

“Jadi semua harus berperan dan harus bergerak sehingga sisi lain dari Kota Industri sebutan Kota Cilegon juga, nantinya dikenal dengan Desa Wisata dan Juga Desa Budaya, hingga akhirnya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya. (raj/asp)