SERANG – Sejumlah komoditas yang dijual di pasar tradisional di Kota Serang masih fluktuasi atau naik turun. Hal tersebut dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah pada 3 September 2022.
Data hasil pemantauan harga bahan pokok dan barang penting Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, Senin (12/9), kenaikan paling menonjol terjadi pada cabai rawit merah naik hingga 11 persen dari Rp58.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.
Sedangkan untuk cabai merah kriting mengalami penurunan harga dari Rp83.000 menjadi Rp76.000 per kilogram. Kemudian daging ayam broiler juga mengalami penurunan harga dari Rp36.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.
Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terdapat beberapa komoditas mengalami kenaikan terjadi setelah kenaikan BBM. “Cabai rawit merah dari Rp58.000 naik menjadi Rp65.000 per kilogramnya, untuk cabai rawit merah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/9).
Dia menjelaskan, kenaikan harga terhadap sejumlah komoditas dipengaruhi oleh distribusi barang ke pasar berkurang. Di mana, sebagian besar barang yang berada di pasar wilayah Kota Serang berasal dari daerah lain. “Untuk komoditas lainnya relatif masih stabil. Itu harga yang dihitung dari kemarin dan hari ini (kemarin),” katanya.
Sementara, kata Wasis, penurunan harga komoditas dipengaruhi oleh distribusi barang ke pasar lancar. Kemudian beberapa komoditas dan barang penting lainnya terpantau stabil.
“Ada tiga pasar yang kami pantau, pertama pasar Induk Rau, Pasar Lama, dan Pasar Kepandean,” terangnya.
Ia mengakui jika harga di pasaran tidak munutup kemungkinan mengalami kenaikan seiring dengan laju inflasi, dan kenaikan harga BBM yang berpengaruh pada pendistribusian barang. “Ya kalau dilihat, dampaknya bisa semua komoditas (naik harganya) kalau transportasi jalur distribusi naik juga,” katanya.
Salah seorang pedagang di PIR Kota Serang, Heni mengaku kenaikan harga pada cabai rawit merah dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah. “BBM naik. Jadi, harga cabai naik. Tadinya kan sempat naik capai 100 ribu per kg. Kemudian turun, sampai Rp55 ribu. Tapi, naik lagi sekarang,” terangnya.
“Kalau ingin sih. Harganya turun. Kalau mahal begini, pembeli sepi. Apalagi saya jualannya di bagian dalam Pasar Rau,” tambah Heni. (fdr/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
