DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Harga Bahan Pokok Fluktuatif

post-img

SERANG – Sejumlah komoditas yang di­jual di pasar tradisional di Kota Serang masih fluktuasi atau naik turun. Hal tersebut dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah pada 3 September 2022. 

Data hasil pemantauan harga bahan pokok dan barang penting Dinas Koperasi Usaha Ke­cil Menengah, Perindustrian dan Per­dagangan (DinkopUKMperindag) Kota Se­rang, Senin (12/9), kenaikan paling me­nonjol terjadi pada cabai rawit merah naik hingga 11 persen dari Rp58.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. 

Sedangkan untuk cabai merah kriting meng­alami penurunan harga dari Rp83.000 menjadi Rp76.000 per kilogram. Kemudian daging ayam broiler juga mengalami penu­runan harga dari Rp36.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.

Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terdapat beberapa ko­moditas mengalami kenaikan terjadi setelah ke­naikan BBM. “Cabai rawit merah dari Rp58.000 naik menjadi Rp65.000 per kilo­gramnya, untuk cabai rawit merah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/9).

Dia menjelaskan, kenaikan harga terhadap sejumlah komoditas dipengaruhi oleh distribusi barang ke pasar berkurang. Di mana, sebagian besar barang yang berada di pasar wilayah Kota Serang berasal dari dae­rah lain. “Untuk komoditas lainnya relatif masih stabil. Itu harga yang dihitung dari kemarin dan hari ini (kemarin),” katanya. 

Sementara, kata Wasis, penurunan harga komoditas dipengaruhi oleh distribusi barang ke pasar lancar. Kemudian beberapa komoditas dan barang penting lainnya terpantau stabil. 

“Ada tiga pasar yang kami pantau, pertama pasar Induk Rau, Pasar Lama, dan Pasar Kepandean,” terangnya. 

Ia mengakui jika harga di pasaran tidak munutup kemungkinan mengalami kenaikan seiring dengan laju inflasi, dan kenaikan harga BBM yang berpengaruh pada pen­distribusian barang. “Ya kalau dilihat, dam­­paknya bisa semua komoditas (naik har­ganya) kalau transportasi jalur distribusi naik juga,” katanya.

Salah seorang pedagang di PIR Kota Serang, Heni mengaku kenaikan harga pada cabai rawit merah dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah. “BBM naik. Jadi, harga cabai naik. Tadinya kan sempat naik capai 100 ribu per kg. Ke­mudian turun, sampai Rp55 ribu. Tapi, naik lagi sekarang,” terangnya. 

“Kalau ingin sih. Harganya turun. Kalau mahal begini, pembeli sepi. Apalagi saya jua­lannya di bagian dalam Pasar Rau,” tam­bah Heni. (fdr/bie)