DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Kebutuhan TPA Regional Mendesak

post-img

TUMPUKAN SAMPAH: Sejumlah aktivis lingkungan hidup memprotes longsornya sampah di TPA Cipeucang akibat overload, tahun 2020 lalu.(Dokumen/Radar Banten)

TANGERANG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten didesak segera membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional. Menurut Aktivis ling­kungan Ade Yunus, sejumlah wilayah di Banten seperti misalnya Kota Tang­sel sudah krisis sampah. 

Menurutnya, sejumlah TPA di wi­layah Banten juga sudah masuk ka­te­gori overload. Sehingga diperlukan lahan baru agar penumpukan sampah tidak menjadi bencana di kemudian hari. 

“TPA regional harus segera dibangun. Ke­marin janjinya tahun ini sudah se­lesai tapi sampai sekarang belum se­lesai juga,” ujar Ade, Selasa (13/9). 

Ade menilai sejauh ini belum ada ko­mitmen dan kesungguhan dari Pem­prov Banten dalam menangani persoalan sampah di wilayah. Sehingga daerah-daerah kewalahan menangani sampah. 

“Kalau ada TPA regional, jadi gak per­lu lagi Pemkot Tangsel buang sam­pah ke Kota Serang. Kan TPA re­gional luasnya 150 hektar di Maja, Lebak. Ya cukup menampung sampah, ter­masuk sampah di Kota Tangsel,” te­gasnya. 

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tang­sel Wahyunoto Lukman. Menu­rut­nya di dalam UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemda dijelaskan bahwa pe­nanganan sampah oleh Pemerintah Ka­bupaten/Kota dan Pemprov sudah men­dapat porsinya masing-masing. Pem­prov Banten sendiri diamanahkan untuk membuat TPA regional.(ful/asp)